Getme
Gerakan Terus Membaca
@umisafari
A whole life time volunteering in education-Sukarelawan Sepanjang Hayat. Kepindahan saya ke sebuah desa kecil bernama Desa Wetan Gunung, karena memang posisinya di arah Timur sebuah bukit, telah membawa saya menjadi volunteer sepanjang hidup saya. Masyarakatnya terdiri dari dua buah suku yang berbeda dengan keunikan masing masing dan juga arogansinya sendiri sendiri. Dengan posisi yg tidak jauh dari pantai, membawa warna tersendiri bagi kehidupan desa tersebut. Juga sebagai daerah penghasil tembakau, kokoa atau biji chocolate dan kopi bisa di pastikan kesibukanya. Dengan banyaknya anak anak USIA sekolah, yang membantu pekerjaan orang tua nya di sawah, ladang, melaut, maka tidak mengherankan ketika terjadi benturan kepentingan bagaimana membagi waktu antara kebutuhan untuk pergi ke sekolah atau membantu pekerjaan orang tua di rumah, ladang, sawah, atau pun laut. Jika sebuah kelompok masyarakat memiliki opini bahwa pendidikan atau pergi ke sekolah atau menuntut ilmu adalah untuk mendapatkan pekerjaan, bisa di duga bagaimana motivasi dan dukungan yang di peroleh di masyarakat bagi anak anak USIA sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak di daerah tersebut. So dengan membaca environment yang demikian tidak seharusnya membuat saya terkejut dong, namun saya terkejut dengan banyaknya (jumlah yang besar) anak USIA sekolah yang harus bekerja, yang tentu saja di ikuti dengan tantangan sosial kehidupan masyarakat seperti; menikah pada USIA sekolah, tingginya angka anak mengkonsumsi rokok, tidak bisa baca dan tulis, tingginya konsumsi miras dan juga narkoba, serta perceraian, di tambah dengan anak-anak yang menjadi beban masyarakat ketika menjadi yatim secara sosial karena di tinggal orang tua nya bekerja menjadi buruh migran akibat dari upah murah di daerah. Akhirnya bisa disimpulkan bahwa drop out dan anak USIA sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak ber jumlah sangat memprihatinkan. Ketika mereka harus bekerja maka upah pun sangat tidak layak. Bagaimana mau mendapatkan upah yg layak jika tenaga kerja yang ada adalah tenaga yang asal dan tidak memiliki ketrampilan. Saya sangat terkejut( kaget dalam bahasa Jawa) dengan fakta di masyarakat yang demikian, sehingga ketika ngobrol dengan beberapa teman terbentuklah komunitas dengan ber dasar kekagetan saya tersebut. Getme (Umi kaget) tetapi lebih di kenal sebagai Gerakan Terus Membaca. Membaca lingkungan alam, tatanan dan tantangan masyarakat, membaca situasi dinamika perkembangan yang terjadi di masyarakat, keinginan terus belajar (long life learning) dengan memperhatikan kebutuhan yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan alam(environment awareness), serta kebutuhan pengakuan hak hak anak dan pengembangan kewajiban mereka (child friendly school). Sebuah komunitas non profit tempat long life learning bagi saya bersama teman teman yang memiliki kemiripan perhatian dan keprihatinan terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Seiring dengan berjalanya waktu, Getme terhubung dengan berbagai pihak yang sangat supportive terhadap keberlangsungan segala kegiatanya. Pada tahun 2002 adalah dengan Kangguru Radio Indonesia (KGI) di bawah Kemitraan Indonesia Australia Language Foundation(IALF); tahun 2006 adalah dengan Asia Calling , radio 68H; tahun 2011 adalah ASEAN Creative Writing Group; tahun 2012 adalah Program International Leaders in Education Fulbright Indonesia (ILEP) sehingga terhubung dengan Kent State University, Kent Ohio, USA, Rotary Club International, Ted Talk International, Peace Corps Volunteer Indonesia(PCV), Regional Language Office(RELO), UN4U, Aflatoun International( Lekdis jatim), Ashoka International(Tanoker Jember); tahun 2013 adalah Program Teacher Global Classroom(TGC) dari International Research and Exchange Board(IREX) sehingga terhubung dengan Oregon High School Oregon Wisconsin, dan Incline High School, Incline Village Reno, Nevada, USA; tahun 2014 adalah Program Kent State University Global Citizen Celebration sehingga terhubung dengan KSU Global Education school admission, Hopa Mountain, dan Writing Center Department of English Montana State University(MSU). Saat ini Getme sedang menginisiasi dan mengembangkan Program Membaca; Program Reading Loud; World Award Winning Picture Book bekerja dengan KSU College of Education, Health, and Human Services(English Department) dan Program Mengajarkan Bagaimana Menulis; Program How to Teach Writing bekerja dengan Writing Center, Departement of English MSU. Getme senantiasa ber pijak pada Critical Thinking yg berwawasan multi budaya dengan anggagapan bahwa 1+1 tidak pernah sama dengan 2, sehingga berkembang dan menghargai sudut pandang yg berbeda(different point of views) serta mewadahi minat yang tinggi terhadap segala sesuatu yg dianggap tidak mungkin( encourage passions of looking for the extra of the ordinary) sehingga mendapatkan achievement yang luar biasa(extra ordinary) untuk menciptakan individu individu dengan pribadi yg tidak biasa biasa saja(don't be ordinary!) So, berawal dari rasa kaget menjadi kegiatan long life learning dan sukarelawan sepanjang hayat; a whole life time volunteer untuk Dunia Pendidikan Indonesia dan sekaligus menjadi konsep JIHAD bagi saya. Koreksi; "OUR" JIHAD karena di dalam nya termasuk Alvian Ghafur(Paket C volunteer), Blake M Ingram(PC volunteer) dan Kirk Branch(Professor, English Language Specialist). #US#KSU ILEP return