Kok isi kepalaku suka aneh ya, memori dulu teringat kembali. Ah TIDAK! 😅😂
The Stonewall Inn
Today's Document
I'd rather be in outer space 🛸

Jimmy Eat World
Show & Tell
EXPECTATIONS
No title available

titsay
RMH
Fieri Frames

No title available
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

No title available
h

Kiana Khansmith
Noah Kahan
KIROKAZE
𓃗
No title available

Origami Around

seen from South Africa

seen from Denmark
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Spain
seen from Fiji

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina

seen from United States
seen from United States

seen from Martinique
seen from Sweden

seen from Australia

seen from United States

seen from France
@ummasworld
Kok isi kepalaku suka aneh ya, memori dulu teringat kembali. Ah TIDAK! 😅😂
Udh lelah dan tidak nyaman dengan bb saat ini, gimana ya biar diet mudah dan konsisten? HELP😫
merawat luka
dalam urusan merawat luka, manusia itu ada dua macamnya. yang pertama, orang yang merawat luka untuk sembuh, menyembuhkan luka. yang kedua, orang yang merawat luka agar lukanya tetap ada, memelihara luka. keduanya sangat beda.
iya, ada orang yang merawat luka agar lukanya tetap terpelihara. pasalnya, luka itu memberikannya “kenyamanan”, memberi alasan-alasan untuk tidak menjadi versi diri yang terbaik. bahkan, memberi alasan untuk bersikap tidak baik dan tidak adil kepada orang lain. terus-menerus, dia merasa menjadi korban. terus-menerus, dia menunggu orang lain untuk “bertanggung jawab” atas luka-lukanya.
merawat luka untuk sembuh itu sangat berbeda. orang yang memang bertekad sembuh, sedari awal, sadar bahwa butuh usaha yang tidak setengah-setengah untuk benar-benar sembuh. dia tahu bahwa seringkali yang harus dia lawan adalah hawa nafsu dirinya sendiri. dia harus keluar dari zona nyaman yang berpusat pada lukanya. dia bertanggung jawab atas dirinya. dia mengamini bahwa sembuh adalah keputusan.
tentu saja, merawat luka untuk sembuh ada ujiannya. perasaan ingin marah lagi, perasaan ingin sedih lagi, perasaan ingin relapse lagi. sesekali ada hal-hal yang membuat diri ter-trigger lagi. mereka tidak bisa dihindari, datang sendiri. saat itulah, kemampuan untuk membedakan trigger dan threat (ancaman) menjadi sangat penting.
semoga Allah menyembuhkanmu, merawatmu, menghapus luka-lukamu, memberimu kebahagiaan yang tidak terbatas, melimpahimu dengan ketenangan yang nyata.
Sembuhkan Dirimu
Orang yang menyakitimu, mungkin ia tak menganggap dirinya sendiri sebagai orang yang jahat. Karena ia telah hidup dengan cara berpikir dan lakunya selama puluhan tahun, baginya, apa yang ia lakukan tidak lebih dari sebuah kewajaran dan kebiasaan.
Tapi bagimu, hal itu menorehkan luka, bahkan trauma. Membuatmu murung berkepanjangan. Tapi baginya, ia tidak peduli. Karena ia hanya peduli perasaan dan hidupnya sendiri, masa bodoh dengan hidup orang lain yang telah dicederainya.
Tapi bagimu, kamu telah belajar sesuatu yang amat mahal. Tidak semua orang layak untuk mendapatkan seluruh energi dalam hidupmu. Tidak semua orang punya nilai hidup yang sama denganmu. Tidak semua orang, punya empati yang sama denganmu.
Sembuhlah. Karena ia sama sekali tidak layak mengisi pikiranmu berkepanjangan. Ia tidak layak untuk meluakaimu.
KG
Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi meskipun dalam sedetik kedepan pun. Pun begitu dengan yang aku alami ini, aku tidak pernah sama sekali memikirkan bahkan melihat betrayal itu terjadi dalam kehidupanku. I'M TOTALLY CAN'T BELIEVE IT! Tapiiiiii, tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini, Allah maha tau semua nya. Dan, ini terjadi bukan kesalahan mu wahai diri, jadi kamu tidak perlu terus menyalahkan diri. Itu hanya saja mereka yang tidak bersyukur dan jauh dengan Tuhan. Meskipun aku juga bertanya kenapa ini terjadi kepadaku? sementara aku selalu berusaha menjaga diri dan menjunjung tinggi kepercayaan itu. JUJUR GARIS KERAS! wajar ya kalau yang aku rasakan sampai saat ini adalah kekecewaan yang mendalam dan tidak bisa aku lupakan. Bahkan, yang lebih menyakitkan lg adalah aku merasa bahwa apakah ini terjadi karena andilku yang kurang atau apapun hal negative ku muncul. Ah, aku salah. Iya aku salah. Ini bukan salah aku, KAMU SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK DAN AKAN TERUS MELAKUKAN YANG TERBAIK! Terimakasih ya diriku! <3
Akhir-akhir ini ngerasa kayak hilang aja semangat nya gitu, mau ngerjain apapun berasa ga ada dorongan. Aku tahu ini pasti ada dampak dari kejadian itu, tapi aku tau juga bahwa aku tidak boleh terus begini, aku harus berlapang hati menerima takdir Allah. Menjadi sosok yang sangat perasa ternyata harus benar-benar memahami regulasi emosi yang baik. Life is never ending learning proccess. Fighting!!
Ternyata kehidupan setelah berumah tangga banyak asam manis nya ya, jadi teringat bagaimana orangtua kita dulu menghadapi cobaan dan menjalani kehidupan sampai kita sama sekali tidak merasakan dan mengerti bagaimana perjuangan mereka. Bahkan, yang teringat dan ada di memori kita adalah hal yang menyenangkan, tapi siapa tau di belakang itu mereka sedang berjuang untuk mempertahankan bahtera rumah tangga demi anak anak nya. MasyaAllaah. Allah maha baik. YaAllaah sekarang hamba Mu ini menjalani sendiri bagaimana membina rumah tangga dengan cobaan silih berganti. Semakin tinggi pohon maka semakin berat pula ditiup angin, begitulah analogi kehidupan.
Setelah kejadian itu, ngejalani hidup ini tertatih tatih, berusaha untuk bangkit kembali walaupun berat. Tapi udh di tahap ini patut disyukuri, proud of me. 🥹🤍 semoga senantiasa Allah berikan kemudahan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 🤲🏻
Perbaiki apa yang mampu kamu perbaiki,
Ubah apa yang mampu kamu ubah,
tidak perlu terlalu memikirkan hasil yang memang bukan kuasamu, *'biarlah Allah yang mengaturnya untukmu'.
🤲اَللهُمَّ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ🤲
tentang tabur tuai
Allah Swt. dengan tegas bilang: tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula. Allah juga bilang: setiap perbuatan manusia pasti ada ganjarannya. seharusnya, kalimat-kalimat ini cukup untuk membuat kita berpikir seribu kali sebelum berkata, sebelum bersikap, sebelum bertindak--bahkan sebelum berpikir. seharusnya, kita hati-hati.
jangan perlakukan orang lain dengan cara yang kita tidak ingin diperlakukan. perhatikan caramu bicara, melirik atau menatap, bahkan memposisikan badan. adakah yang berpotensi menyakiti?
jangan mengambil yang bukan hak kita apalagi menzhalimi hak orang lain. kalau sesuatu yang kamu punya diambil / direbut orang lain, kamu mau?
jangan mendoakan keburukan bagi orang lain. bagaimana kalau malaikat mengaminkan agar doa itu justru kembali kepadamu? kepada keluargamu?
jangan membicarakan keburukan orang lain. ingat kamu hanya beda dosa. mudah sekali bagi Allah untuk menjerumuskan kamu ke sana juga.
jangan mencela keputusan hidup orang lain. kamu nggak pernah tau apa yang ada di bawah permukaan. belum tentu kamu bisa mengambil keputusan yang lebih bijak kalau kamu ada di posisinya.
jangan iri dengan hidup orang lain. mungkin kamu menginginkan kebahagiaannya, tapi percayalah kamu tidak menginginkan penderitaannya.
jangan manipulatif: menyakiti orang lain dan malah teriak-teriak kalau yang disakiti membela diri. apalagi menggunakan ketidakbenaran untuk menyerang. bereskan luka pengasuhanmu supaya kamu nggak meneruskannya kepada siapa-siapa.
jangan menyalahkan orang lain atas perbuatanmu, ketidakmampuanmu, atau ketidakbahagiaanmu. pada satu titik, ketenangan hidupmu adalah tanggung jawabmu sendiri. selanjutnya tetap begitu.
jangan suka mengolok-olok. ingat Allah Maha Memuliakan, tetapi juga Maha Menghinakan. jangan menertawakan orang lain kalau kamu tidak mau ditertawakan malaikat.
jangan merasa lebih baik apalagi mulia dari orang lain. kamu tidak tau taubatnya. barangkali Allah lebih menyayanginya. lagipula, mudah sekali bagi Allah untuk membuka aibmu di hadapan seluruh dunia.
jangan menyimpan dendam. yang pelan-pelan mati karena dendam itu kamu, bukan orang lain yang kamu dengki terhadapnya. belajar memaafkan. mulai dari dirimu sendiri mungkin?
urusan sama manusia rumitnya berkali-kali lipat. bisa jadi suatu hari kamu menyesal, tetapi akibat yang kamu perbuat masih tertinggal pada orang lain. bisa jadi suatu hari kamu meminta maaf, tetapi belum tentu dia memaafkan.
balasan atas perbuatan kita itu bukan soal akan atau tidak, tetapi soal kapan. tetapi ingatlah, Allah Maha Pemaaf dan rahmat Allah tiada terhingga. mumpung masih ada waktu, minta maaflah. kalau malu, mintalah maaf melalui Allah. minta Allah menyembuhkan siapa saja yang pernah kamu lukai. minta Allah melembutkan hatinya untuk memaafkanmu.
semoga rahmat Allah melingkupi kita.
Ibn Qudaamah رحمه الله said,
“There were women amongst the Salaf. When a man would leave his home, his wife would say to him:
"Beware of Haram earnings. For we can be patient upon hunger, but we cannot be patient upon the hellfire.”
[Mukhtar al Minhaj]
behind every stable household, righteous children, and a healthy environment are: righteous spouses who exerted their efforts and fulfilled their duties well, they prioritized the interests of the family over their personal desires, and steered the family ship with wisdom and deliberation, they honoured themselves and their family through good planning and wise management, all while seeking Allah’s help in every matter and taking the beneficial means.
Imam Ibn al-Jawzī (d. 597) talked about a sign of love in someone a guy might want to marry:
If you fall in love with someone, do your best to marry them. If you can’t, then marry the one who can unbind your heart from them. How do you know they’re the one? When you look at them, you forget about everything else. “That’s the mark of love,” says
Ibn al Qayyim رحمه الله said,
“Women (wives) are the cause of happiness of the heart that’s why they’re also called the reason to the happiness of the soul.”
[Rawdat al Muhibeen Pg. 217]
Stay connected to Allah, don’t let this world distract you from his remembrance and the true purpose of this life.