Dan aku bersyukur Allah yang menolong kami untuk saling memeluk luka. 🌻💛
Sweet Seals For You, Always

Love Begins
untitled
Cosimo Galluzzi
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost

No title available
🪼
★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
hello vonnie

izzy's playlists!

roma★

oozey mess
noise dept.
No title available
Noah Kahan
art blog(derogatory)

pixel skylines

@theartofmadeline
seen from Germany

seen from Albania

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Israel

seen from Colombia

seen from Bangladesh
seen from Israel
seen from Israel

seen from United States

seen from United States
@juliarpratiwi
Dan aku bersyukur Allah yang menolong kami untuk saling memeluk luka. 🌻💛
Beberapa hari ini mimpiin terus anak-anak les yang di Cimahi. Sepertinya aku kangen :(
Pengen pulang kesana, permintaan les di sana juga makin banyak. Tapiii, pilihan bertahan disini dengan segala "struggle"nya itu lebih baik daripada ....... Ah sudahlah nangis kan.
Beberapa hari ini mimpiin terus anak-anak les yang di Cimahi. Sepertinya aku kangen :(
Jangan Salah Pilih Rumah
Value bukanlah sesuatu yang muncul dalam sehari semalam. Ia melewati berbagai macam badai kehidupan, membentuk alam pikiran dan bawah sadar. Menciptakan aturan tak tertulis tentang kehidupan, bagaimana ia memandang hidup dan cara menjalaninya.
Setiap orang memiliki value yang ia yakini. Kadang, ada yang bisa bersinergi dengan milik orang lain. Kadang, ada yang amat kontras bertentangan. Dan masing-masing, merasa dirinya yang paling benar. Ya sesederhana karena cara pandangnya berbeda total.
Dalam konteks hubungan pernikahan, value ini terwujudkan dalam bentuk karakter. Siapapun yang berpikir bisa mengubah seseorang dalam sehari semalam, mungkin ia sedang jatuh cinta secara buta. Seseorang tidak akan berubah dalam sekejab. Ia telah hidup dengan cara hidupnya belasan bahkan puluhan tahun.
Untuk itu, sejak awal, carilah orang yang valuenya bisa kamu terima seumur hidupmu. Cari yang selaras mungkin, sekecil mungkin perbedaan value.
Cara menjalani hidup dalam konteks-konteks kecil mungkin berbeda. Tapi value adalah cara berpikir yang menentukan keputusan-keputusan besarnya dalam hidup. Dan kamu nanti akan hidup dan tinggal di pikirannya.
Jangan salah pilih rumah ya. KG
Kakak Nadia: Ateu ateu kemaren Naswa bilang mau jadi anaknya ateu.
Aku: Oh iya kah?
Teteh: Iyaaa, kan semalem tuh dia ngabsenin tante-tantenya yaa. Terus giliran dia tanya kalau ateu Julia punya anak gak? Terus teteh bilang belum ateu Julia belum punya anak eh dia bilang aku aja jadi anaknya ateu Julia. Ya udah sana kata teteh teh, eh beneran dia pengen langsung dianterin.
Aku: MasyaAllah sweet banget sih dia tuh.
Teteh: Iyaaa sekarang lagi serba ateu Julia. Ayahnya aja kalau lagi VC tanya 'ade kangen ayah gak?' Eh dia jawabnya engga kangen ayah dulu, kangennya ateu Julia. Kata ayahnya teh kalau ateu Julia pulang ke Cimahi masa mau ikut, dia jawab lagi 'Iya ikut ateu aja.'
Aku: MasyaAllah aku jadi ngerasa disayang deh sama Naswa heheh
Lalu aku hampiri Naswa dan kupeluk, 'Makasih ya udah sayang sama ateu.'
Sayang 💛🌻
Allah, tolong balas kebaikan mereka dengan kebaikan yang bertambah-tambah ✨🌻
Kakak Nadia: Ateu ateu kemaren Naswa bilang mau jadi anaknya ateu.
Aku: Oh iya kah?
Teteh: Iyaaa, kan semalem tuh dia ngabsenin tante-tantenya yaa. Terus giliran dia tanya kalau ateu Julia punya anak gak? Terus teteh bilang belum ateu Julia belum punya anak eh dia bilang aku aja jadi anaknya ateu Julia. Ya udah sana kata teteh teh, eh beneran dia pengen langsung dianterin.
Aku: MasyaAllah sweet banget sih dia tuh.
Teteh: Iyaaa sekarang lagi serba ateu Julia. Ayahnya aja kalau lagi VC tanya 'ade kangen ayah gak?' Eh dia jawabnya engga kangen ayah dulu, kangennya ateu Julia. Kata ayahnya teh kalau ateu Julia pulang ke Cimahi masa mau ikut, dia jawab lagi 'Iya ikut ateu aja.'
Aku: MasyaAllah aku jadi ngerasa disayang deh sama Naswa heheh
Lalu aku hampiri Naswa dan kupeluk, 'Makasih ya udah sayang sama ateu.'
Sayang 💛🌻
Bertumbuh tanpa Sadar
Ternyata, setelah diselami lebih dalam ke diri sendiri. Diri yang selama ini menilai bahwa diri ini masih sama saja, masih seperti kemarin, ternyata itu tidak sepenuhnya benar.
Mungkin orang lain menilai dari apa yang tampak saja, seperti pekerjaan, harta yang terlihat, dan sebagainya. Bagiku, semua itu memang masih sama saja. Tapi ada banyak hal berbeda yang sulit dijelaskan kepada orang lain.
Dulu aku melihat mobil sebagai sesuatu yang istimewa sekali, baret dikit langsung kuperbaiki, kotor dikit stres, dikit-dikit di modifikasi. Semua hal itu, kini sudah tidak ada. Saya tidak lagi melihat mobil sebagai barang yang amat berharga, tapi cukup sebagai alat transportasi saja. Tidak terpaku dengan merk, tidak terpaku dengan model terbaru.
Itu hanya satu hal di antara begitu banyak pergeseran perspektif dalam hidupku. Dan semua itu, tidak bisa dijelaskan kepada orang lain.
Caraku melihat harta benda, menilai pertemanan, dan sebagainya. Kini telah sepenuhnya bergeser. Ada hal-hal yang telah berbeda di dalam kepalaku dan cara pandangku. Sesuatu yang membuatku memahami bahwa untuk bisa mendapatkan pemahaman ini, ternyata ada hal lain dalam hidup yang diuji habis-habisan.
Dan saat pemahaman baru ini telah kumiliki, aku melihat diriku di masa lalu dengan banyak penyesalan. Karena minimnya kebijaksanaan dan pengetahuan, aku banyak membuat kesalahan.
Tapi memang seperti itulah jalannya untuk sampai ke sini. Alhamdulillah.
Orang Rumit
Di kehidupan dewasa ini, kita mungkin sekali bertemu dengan banyak sekali jenis manusia. Ada yang membuat kita bahagia, ada yang membuat kita terluka.
Ternyata ada orang yang terus menerus menjadikan luka dan traumanya untuk mengambil pemakluman orang lain. Tapi ia menepis fakta bahwa selama ini, ia telah melukai banyak sekali orang lain.
Ternyata ada, orang yang menjadi alasan bagi orang lain untuk berhenti dari pekerjaannya. Karena tindakan dan kebijakannya yang nirempati. Merasa benar dibalik jargon, "jangan meludah di sumur tempatmu minum." Ia tidak bisa membedakan mana kritik, dan mana cercaan. Orang lain berhenti bukan karena tidak suka dengan pekerjaannya, bukan karena tidak mencintai pekerjaannya. Tapi karena dia.
Ternyata ada, orang yang mudah sekali memutus silaturahmi. Tapi, bukan hanya untuk dirinya. Tapi ia juga meminta orang disekitarnya untuk memutus silaturahmi dengan orang yang sama. Sebab baginya, perasaannya adalah yang paling penting.
Ternyata ada apalagi? Mungkin kamu pernah menemukannya dalam hidup.
Kenyataannya memang begitu, kehidupan semakin dewasa mengantarkan kita pada banyak sekali dinamika. Hanya dengan satu tujuan penting, membuat kita belajar banyak hal.
Salah satunya, janganlah menjadi orang yang seperti itu. Jika kita mengetahui bahwa kita seperti itu, segera perbaiki, belajarlah untuk meminta maaf, dan sembuhkan diri. Jangan menjadi sebab luka bagi orang lain. Jangan menjadi sebab, orang lain pergi dari pekerjaan yang dicintainya. Jangan menjadi orang yang terus menerus meminta pemakluman, sembuhkanlah diri. Karena orang yang disakiti hidupnya olehmu, tidak akan sama lagi.
Kakak Nadia: Ateu ateu kemaren Naswa bilang mau jadi anaknya ateu.
Aku: Oh iya kah?
Teteh: Iyaaa, kan semalem tuh dia ngabsenin tante-tantenya yaa. Terus giliran dia tanya kalau ateu Julia punya anak gak? Terus teteh bilang belum ateu Julia belum punya anak eh dia bilang aku aja jadi anaknya ateu Julia. Ya udah sana kata teteh teh, eh beneran dia pengen langsung dianterin.
Aku: MasyaAllah sweet banget sih dia tuh.
Teteh: Iyaaa sekarang lagi serba ateu Julia. Ayahnya aja kalau lagi VC tanya 'ade kangen ayah gak?' Eh dia jawabnya engga kangen ayah dulu, kangennya ateu Julia. Kata ayahnya teh kalau ateu Julia pulang ke Cimahi masa mau ikut, dia jawab lagi 'Iya ikut ateu aja.'
Aku: MasyaAllah aku jadi ngerasa disayang deh sama Naswa heheh
Lalu aku hampiri Naswa dan kupeluk, 'Makasih ya udah sayang sama ateu.'
Kemaren mimpiin orang-orang yg di Cimahi. Aku kangen banget kayanya sama mereka. Huhu
Mereka yang bikin aku pengen pulang. Mereka yang bikin aku tahu bahwa aku punya rumah untuk kembali. Ditambah sejak kemarin permintaan untuk jadi teman belajar bertambah terus. Apa aku pulang aja gt ya?
Tapi disatu sisi aku ingin menempa diri disini. Gak mudah memang, sangat tidak mudah. Sampai hormonku pun kacau, sudah hampir 4 Minggu tinggal disini tapi aku masih terus adaptasi.
Ya Allah, aku tidak tahu tapi Engkau Maha Tahu.
Aku butuh lebih banyak kegiatan ya Allah, biar gak jenuh dan malah jadi pengen pulang.
Padahal hidup perempuan ini seseru itu, yang dilihat cuma "belum nikah" nya aja!!
Suasana di sekitar rumah mamahnya teteh. MasyaAllah.
Tauhid itu, menyerah. lakukan apa yang bisa kamu lakukan. kamu tidak diminta sempurna dalam melakukannya. kamu pun tidak diminta berhasil untuk menyelesaikannya. kamu hanya diminta melakukannya karena Allaah. apapun akhirnya itu bukan ranahmu, sekalipun itu tidak menyenangkan bagimu. sebab hal itu tidak luput dari pengawasan Allaah.
maka, sayang. jangan takut. jangan merasa kecil. bukan urusanmu menentukan apa yang kamu lakukan itu berguna atau tidak. bukan ranahmu menentukan apa yang kamu lakukan itu berhasil atau tidak. sebab itu ranahnya Allaah. kamu tidak boleh ikut campur. nanti kamu kalah. maka, sayang, sekali lagi, tak apa. selesaikan apa yang sudah kamu mulai. lakukan sampai akhir, lakukan dengan terbaik.
Allaah yang menentukan urusanmu berhasil ataupun gagal. Allaah sudah menentukan bagianmu, sekian dan sepersekian. lalu mengapa kamu merasa begitu khawatir. itulah mengapa kamu diminta untuk terus belajar, memperdalam ilmu terutama ilmu Tauhid. karena ketika keyakinanmu mulai goyah, ilmu Tauhid yang kamu pelajari akan memberikanmu pemahaman, bahwa semua ini adalah bagian dari ketetapan Allaah yang sudah ditetapkan.
maka, sayang. jangan menangis lagi ya. ketika kamu merasa begitu khawatir dan takut mintalah pertolongan Allaah dengan berdoa. katakan semuanya, kekhawatiranmu, ketakutanmu yang tidak berujung itu. Allaah akan menolongmu, sebagaimana pertolongan itu hadir ketika Nabi Musa alaihi salam dan kaumnya tersudutkan.
Tauhid itu, menyerah. maka serahkanlah semua khawatir dan ketakutanmu pada tempatnya. Allaah Maha Mendengar. Allaah Maha Tahu. jangan takut, sebab Allaah dekat.
Hari ke-11 tinggal di Tasikmalaya tapi dengan kekhawatiran yang masih sama :'). Gapapa kan?
merawat luka
dalam urusan merawat luka, manusia itu ada dua macamnya. yang pertama, orang yang merawat luka untuk sembuh, menyembuhkan luka. yang kedua, orang yang merawat luka agar lukanya tetap ada, memelihara luka. keduanya sangat beda.
iya, ada orang yang merawat luka agar lukanya tetap terpelihara. pasalnya, luka itu memberikannya “kenyamanan”, memberi alasan-alasan untuk tidak menjadi versi diri yang terbaik. bahkan, memberi alasan untuk bersikap tidak baik dan tidak adil kepada orang lain. terus-menerus, dia merasa menjadi korban. terus-menerus, dia menunggu orang lain untuk “bertanggung jawab” atas luka-lukanya.
merawat luka untuk sembuh itu sangat berbeda. orang yang memang bertekad sembuh, sedari awal, sadar bahwa butuh usaha yang tidak setengah-setengah untuk benar-benar sembuh. dia tahu bahwa seringkali yang harus dia lawan adalah hawa nafsu dirinya sendiri. dia harus keluar dari zona nyaman yang berpusat pada lukanya. dia bertanggung jawab atas dirinya. dia mengamini bahwa sembuh adalah keputusan.
tentu saja, merawat luka untuk sembuh ada ujiannya. perasaan ingin marah lagi, perasaan ingin sedih lagi, perasaan ingin relapse lagi. sesekali ada hal-hal yang membuat diri ter-trigger lagi. mereka tidak bisa dihindari, datang sendiri. saat itulah, kemampuan untuk membedakan trigger dan threat (ancaman) menjadi sangat penting.
semoga Allah menyembuhkanmu, merawatmu, menghapus luka-lukamu, memberimu kebahagiaan yang tidak terbatas, melimpahimu dengan ketenangan yang nyata.
Menerima bahwa semua pilihan Allah itu baik adalah puncak dari segala ketenangan. Tapi jujur saja, proses menuju rida itu sering kali melewati jalan yang tidak mudah, bukan?
Sebagai manusia, kita sering punya rencana sendiri yang kita anggap paling sempurna. Kita sering memaksakan keinginan, lalu kecewa setengah mati saat keadaan justru berjalan ke arah yang sebaliknya. Kita lupa kalau pandangan kita sebagai manusia sangat terbatas, sedangkan pilihan-Nya selalu melihat jauh ke depan melampaui apa yang belum bisa kita lihat hari ini.
Rida itu bukan berarti kita pasrah begitu saja tanpa melakukan apa-apa. Rida adalah titik di mana setelah semua usaha terbaik sudah kita kerahkan, kita melipat tangan, menarik napas dalam-dalam, dan menurunkan ego kita di hadapan ketetapan-Nya.
Mungkin apa yang dipilihkan-Nya hari ini tidak sesuai dengan maumu, bahkan terasa menjepit dada. Tapi percayalah, Allah tidak pernah keliru menyusun skenario. Dia hanya sedang menyengajakan sebuah jalan terjal untuk melindungimu dari sesuatu yang buruk, atau sedang menempamu agar siap menerima sesuatu yang jauh lebih besar nanti.
Pada akhirnya, kedamaian hakiki itu sederhana: cukup yakini bahwa apa yang melewatkanmu memang tidak pernah ditakdirkan untukmu, dan apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pernah melewatkanmu.
Gresik, 7 Muharram.
@clichemistry