Hebatnya Skenario Allah
@edgarhamas
Kamu tahu? Sebelum Musa menjadi pembela keadilan yang kokoh membawa obor perubahan, ia dididik langsung di bawah jemari Firaun, disuapi langsung oleh raja diktator itu, dan hidup di bawah bayang-bayang istana Mesir yang megah.
Kamu tahu? Sebelum namanya jadi Madinah Al Munawwarah, kota itu bernama Yatsrib, sebuah daerah kelam penuh peperangan dan tanah dimana Yahudi mengepakkan sayap keangkuhannya. Kini, Madinah jadi primadona yang dirindukan milyaran muslim untuk menziarahinya.
Kamu tahu, Muzhafar Quthuz yang berhasil melumatkan 20 ribu pasukan berkuda Mongol di Ain Jalut, ia ternyata adalah orang keturunan bangsa Mongol. Bahkan, namanya, “Quthuz” juga dinamai oleh orang-orang Mongol pula.
Allah Mahakuasa, Dia dengan mudahnya dapat memenangkan semua pertempuran dan menolong hamba-hamba-Nya melawan musuh mereka. Namun, Allah sebagai pembuat skenario terbaik, menginginkan yang lebih dari hanya sekadar menang.
Allah sengaja memberi kita panggung sejarah; bahwa musuh yang berusaha meluluhlantakkan kita, malah merencanakan kekalahannya sendiri dengan perbuatannya.
Semua itu agar jadi pengingat bagi siapapun yang mentadabburi kisah-kisah Kaum Muslimin; bahwa para pendengki dan pembenci bisa saja merencanakan makar terkuat, tapi justru ketika mereka merasa di atas angin, sebenarnya Allah sudah meliputi mereka dengan genggaman-Nya, “padahal Allah mengepung dari belakang mereka.” (Al Buruj : 20)
Dalam Al Qur'an, skenario Mahaagung itu terbentang megah dalam kisah Yusuf. Semua makar dilakukan oleh saudara-saudaranya; berbohong, berkhianat, berkonspirasi atas kejahatan mereka pada Yusuf.
Namun di akhir kisah, justru Allah malah berfirman dengan gagahnya, “Kadzalika kidna li Yuusuf”, Demikianlah Kami mengatur rencana untuk Yusuf (Yusuf : 76)
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mentadabburi ayat ini dalam kitabnya I'lam Al Muwaqqi'in,
“ada sinyal untuk orang beriman yang bertawakal pada Allah lewat ayat ini. Jika orang-orang berbuat makar padanya, sungguh Allah sudah menyiapkan makar untuk membalas mereka. Dan Allah akan memenangkan orang mukmin itu, bahkan tanpa harus mengeluarkan daya dan kekuatan.”












