Aku merindukanmu, Bulan...

Andulka
art blog(derogatory)
styofa doing anything

JBB: An Artblog!
TVSTRANGERTHINGS
$LAYYYTER
Xuebing Du

shark vs the universe
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
d e v o n

⁂

pixel skylines

Product Placement

Kiana Khansmith
trying on a metaphor
DEAR READER
🪼

blake kathryn

oozey mess
NASA

seen from United States
seen from Lithuania
seen from Indonesia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Malaysia

seen from France

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Ireland

seen from Germany

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Belarus

seen from Taiwan
@ummuqonii
Aku merindukanmu, Bulan...
Hingga saat ini, kamu masih tempat kembali ternyaman bagiku.
Tempat menyepi dari riuh...
Ya, nyatanya aku tak suka dengan kebisingan...
Aku tetap memilihmu untukku kembali menulis.
Menulis tanpa dihakimi oleh siapapun.
Menulis tanpa peduli akan dibaca ataupun tidak.
Menulis tanpa memikirkan jumlah like dan comment.
Dan nyatanya itulah yang membuatku tenang.
Terimakasih Tumblr, kau masih tetap menerimaku setelah sekian lama ku abaikan.
Tetaplah membersamaiku bertumbuh yaa...
Ada orang yang justru tidak nyaman saat postingannya baik berupa tulisan atau gambar dilihat banyak orang, di like, apalagi di komentari.
Dia hanya butuh untuk menulis, bercerita, dan membagikan gambar.
Dia tidak peduli, tulisannya akan dilihat oleh orang lain atau tidak. Bahkan dia tidak butuh like apalagi comment dari orang lain.
Ngeshare foto bareng temen2, muka sendiri ditutupin pake emot icon, alesannya karena menjaga agar tidak dilihat nonmahram, tapi muka temen2nya dibiarin aja ga ditutupin, maksudnya apa? Mengumbar muka teman2 ke nonmahram?
#ada yang begitu?
Kali ini aku berada pada ruang rindu.. rindu yang menurutku hampir memuai..
Wahai rindu, tahanlah sebentar saja..
Cukup pada pencipta rindu kau titipkan rindu..
Hingga tiba waktunya nanti..
Tahanlah.. meski berat..
Hanya padaMu wahai Sang Pencipta rindu.. ku titipkan rindu ini..
Kemanakah harus ku titipkan rindu ini?
Pada rintik hujan?
Ah nanti rinduku hanya akan berserakan.
Pada angin malam?
Ah nanti hilang bersama tiupan.
Pada bulan?
Ah nanti hilang diterpa mentari.
Pada senja?
Ah nanti hilang bersama malam.
Tentu saja pada Allah.
Sang pencipta rindu itu sendiri.
Semoga aku memang layak untuk kau perjuangkan. Sehingga nanti tak ada penyesalan dan kekecewaan karena kau pernah berjuang sekeras ini untukku.
Seperti apakah mata yang khianat itu?
Mata yang sengaja melihat yang haram dalam kesepian...
Bagaimana dengan mata yang pura-pura tidak membaca chat dari orang lain?
Padahal dia sudah membacanya melalui widget...
Apakah itu mata yang khianat?
Di saat balasannya sangat di butuhkan..
Disaat responnya sangat di perlukan..
Namun karena ingin menghindari masalah..
Ingin berlepas tangan..
Ingin lari dari tanggung jawab..
Mata itu pun pura-pura tak pernah membaca chat..
Apakah itu termasuk mata yang khianat?
Tak ada yang lain yang kita harapkan, kecuali ridha Allah.
Aku tidak pernah main-main, sungguh.
Sejak aku dan kamu memutuskan untuk menyatu menjadi kita, sejak saat itu pula aku bertekad.
Aku bertekad meninggalkan semua yang memang tidak seharusnya dilakukan.
Ya semuanya berawal karena kamu.
Walaupun awalnya kulakukan karenamu, tapi seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit aku belajar, hingga akhirnya kini semua itu memang kewajibanku sebagai seorang muslimah, hamba Allah.
Terima kasih sudah menjadi perantara sebab semua ini.
Ku ingin dan ku mohon, akan selalu demikian.
Hingga kita benar-benar menyatu dan hingga akhir hayat ini.
Tetaplah mengiringi jalanku..
Menceritakan kebaikan kebaikanmu pada orang lain mungkin adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Daan suatu kebanggan bagiku karena mampu memiliki orang yang baik sepertimu.
Tapi tak akan aku lakukan itu.
Aku tak mau mereka akan jatuh hati juga padamu.
Biarkan aku saja seorang yang benar-benar jatuh hati padamu.
Saya takut, tulisan-tulisan saya akan jadi pemberat hisab saya.
Tulisan-tulisan yang tersirat kemaksiatan.
Tulisan-tulisan yang tersirat keluhan.
Tulisan-tulisan yang tersirat kebohongan.
Dan tulisan-tulisan yang penuh kebanggaan.
Aku tau, kita sama-sama ingin segalanya berjalan secepatnya. Dan jika tidak bisa demikian, cobalah untuk berhenti sejenak. Kita hanya perlu terus yakin dan mempercayakan padaNya.
Disinilah tempat ternyaman untuk kembali, tumblr
Aku tahu, kita sedang memandang hujan yang sama.
Selamat menikmati hujan...
Apa yang paling membahagiakan dari kegiatan memasak?
Proses memasak itu sendiri kah?
Iya, itu hal yang cukup membahagiakan.
Mengiris, memadukan bumbu-bumbu, dan lain sebagainya.
Ya semua itu menyenangkan.
Lalu, apalagi?
Saat-saat menikmati makanan yang telah di masak, apakah itu membahagiakan?
Iya, tentu saja.
Orang memasak kan memang tujuannya untuk dimakan.
Menikmati masakan hasil jerih payah sendiri adalah hal yang membahagiakan.
Apalagi jika hasil masakannya enak.
Pasti akan sangat puas.
Lalu, ada lagikah?
Ada.
Apa itu?
Ya, ini yang paling membahagiakan.
Menikmati hasil masakan bersama dengan orang lain.
Atau paling tidak bisa memberikan hasil masakan kepada orang lain.
Ya, itu sangat-sangat membahagiakan.
Adanya orang lain yang ikut menikmati hasil masakan.
Bahkan rasa-rasanya tak ada artinya jika dibandingkan menikmati masakan sendiri.
Kalo ada orang lain yang ikut menikmati hasil masakan kita, kemudian mereka memujinya, kalau hasil masakan kita enak, aaah itu sangat-sangat membahagiakan.
Bahkan tak peduli rasanya kalaupun kita tak ikut menikmatinya.
Entah mereka keluarga ataupun sahabat.
Dan ada yang sepertinya jauh lebih memmbahagiakan, yaitu pasangan halal kita, mungkin. Hehehe