KEBOHONGAN
Awal awal nikah dia pernah bohong perihal chat yg pernah dia hapus. Chat dengan wanita yg pernah dia taksir.
Kali ini dia bohong lagi terkait chat yg dia hapus kepada wanita yg berbeda, dan kali ini aku sudah gak pengen lagi dengerin apa alasannya, karena klasik.. "Aku gak pingin bikin kamu kepikiran"
Alasan itu pernah kamu utarakan untuk kebohongan yang pertama, kenapa harus digunakan lagi kalo memang takut aku kepikiran???
Kalo aku diminta balik sama dia lagi, aku gak akan bisa. Dengan trigger kebohongan berulang yg pernah dia lakukan akan menjadi luka yg terus menerus menganga. Dia juga tak pernah merasa benar benar bersalah setelah melakukan itu. Kalimat maaf pun hanya formalitas baginya. Dia tak pernah benar benar merasa bersalah dan tak tahu letak kesalahannya dimana. Padahal dia menciptakan luka yang begitu dalam untuk ku
Tapi jika hanya untuk memaafkan, insya'allah akan aku maafkan. Hanya saja aku tidak akan pernah benar benar lupa akan luka yang pernah dia sematkan
Kali ini aku yakin untuk meminta cerai dari dia.
Yang aku beratkan hanya ALLAH SWT.
Gelisahku adalah: Apakah aku sudah berusaha yg terbaik? Apakah aku sudah mecoba mencari solusi terbaik? Apakah aku sudah benar benar memaafkan tanpa meninggalkan sakit hati? Apakah hal hal setelah perceraian yg aku anggap akan aku bisa lalui benar benar akan bisa aku lalui? Apakah ALLAH SWT nantinya membenciku dan memaafkanku? Apakah keyakinan bercerai ini dari kesadaran yg benar benar sadar atau tetap ditunggangi oleh emosi yg belum terregulasi dengan baik? Aakah ini ujian atau ALLAH memang ingin menunjukkan bahwa kita dari awal semestinya tidak berjodoh?
















