Menjadi seorang wanita berprofesi dosen itu buatku bukan untuk mencari agar kelak pasanganku punya profesi yang setara apalagi mengunggulinya.
Sebenarnya bakatku dari dulu bukan sebagai pengajar, kecuali yang sudah biasa aku lakukan hanyalah mengajar mengaji adik-adik di sekitar rumah.
Tapi, kenapa aku tiba2 ada keinginan untuk menjadi dosen? Karena, sejak aku sudah punya pikiran untuk menikah, aku sudah berpikir pula bahwa pendidikan anak-anakku kelak juga menjadi tanggung jawabku. Bukankah seorang ibu adalah pendidikan pertama bagi anak-anaknya?
Dan, aku melihat sepertinya profesi diluar sebagai ibu rumah tangga kelak yang masih fleksibel waktunya menurutku adalah dosen, yaudah bismillaah aja aku niatkan itu untuk mencari ridho Allah, demi masa depanku dan masa depan anak-anak walaupun pada saat itu pun hanya sebatas mimpi saja, pun sekarang juga pasangan hidup belum juga terlihat hilalnya.
Tapi, kenapa diluar sana sudah banyak yang berkomentar tanpa mencari tahu dulu pendapatku? Mengapa banyak yang bilang, "ah pasti makin banyak laki-laki yang insecure", bahkan sudah menjudge duluan "pasti kamu bakalan mencari yang sama lah ya".
Dari awal mulai ada omongan seperti ini aku selalu menjelaskan bahwa niatku bukan untuk itu. Meskipun nantinya pendidikan seorang laki-laki ternyata masih belum setara, kalau memang niatnya untuk kebaikan masa depan, kenapa musti dipermasalahkan? Asal bisa sama-sama bekerjasama dalam pendidikan rumah tangga dan anak-anak. Tinggi rendahnya pendidikan bukan satu-satunya dilihat dari pendidikan formal. Tapi justru yang masih mau belajar terus dan mencari ilmu seumur hiduplah yang patut diapresiasi.
Tapi makin lama makin kesini, sepertinya tak perlu lagi kujelaskan pada mereka yang hanya bisa berkomentar saja. Pun, aku lelah mempertahankan yang memang keinginannya memang tidak ingin bersama.
Kalau memang tidak ada niat serius tak perlu menjudge dan mendekat. Pun, kalau memang ingin serius kenapa harus takut?
Wallaahua'lam.. Baarakallaahufiikum :)