Another complaint of my life
Dulu, aku suka menulis. Kenapa? Karena aku tipe orang yang tidak bisa mengungkapkan kata kata secara langsung lewat mulut. Entah ini dimulai sejak kapan. Dari kecil aku selalu menjadi pengamat, mungkin karena itu jadi membangun habbit aku untuk melihat sebab-akibat dari segala sesuatu kejadian.
Cerita sedikit tentang masa lalu, ketika mama aku memasak suatu menu masakan untuk keluarga dan kebetulan itu bukan menu yang aku suka. Bukan berarti aku tidak suka sampai tidak ingin memakan makan itu, hanya saja pasti anak kecil punya hal yang tidak disukai. Aku yang kecil tentu sudah mengenal makanan micin sejuta umat, ya indomie. Jadi ketika aku menolak makan makanan yang dibuat oleh mamaku dan minta dimasakan indomie, aku melihat raut muka mamaku yang terlihat tidak senang. Sejak itu, dari hal sesimpel apapun aku jadi tipe orang yang sulit berkata tidak untuk segala ajakan ataupun perintah orang.
Awalnya aku melakukan itu semua tanpa pamrih, aku emang ga suka ngeliat orang yang mengalami kesulitan, terutama orang yang aku kenal. Wait, tapi aku bukan orang yang berhati super malaikat untuk mau bantu semua orang. Hanya sebatas orang orang dekat yang aku kenal.
Suatu ketika volume yang minta bantuan sangaaat banyak, dan aku ga bisa bilang ga. Semua aku iyakan. Ya aku coba menangani itu semua, sampai suatu ketika aku kewalahan dan aku coba untuk minta tolong ke orang yang aku nilai dekat sama aku dan ternyata orang itu menolak membantu karena kondisinya tidak memungkinkan. Ya, aku tahu kondisinya memang ga mungkin tapi entah kenapa disitu aku mau nangis (dan ya nangis beneran dikamar mandi). Aku mikir sebenernya aku juga ga bisa bantu orang orang yang minta bantuanku, aku juga punya kesibukan sendiri, tapi ketika mereka memohon untuk kedua kalinya dan melihat raut mukanya, aku luluh.
Saat itu aku mikir, ga adil. Aku aja menyanggupi untuk bisa bantu kalian, tapi ga ada yang bantu aku.
Tapi kalau dipikir lagi, itu pilihan aku sendiri. Dan aku adalah tipe orang bodoh yang selalu mengiyakan apapun permintaan orang.
Sekarang ya, cape, capeeee banget. Sedihnya dampak cape fisik dan psikis aku lempar ke orang tua, aku jadi pribadi yang emosian di hadapan orang tua. :(
Well, i hope everything will be okay.