Nak, ntah nanti engkau ditakdirkan atau tidak untuk membaca tulisan ibu ini, ibu harap engkau tau. Bahwa di hari ini. Hari dimana ibumu ini merasakan ketidaknyamanan yg begitu hebat nak. Tulang panggul yg sakit, kedua payudara nyeri, hingga merasa kram perut, bolak balik buang air kecil. Ketahuilah nak. Jika ini memang tanda akan hadirnya dirimu di rahim ibu, alangkah ikhlasnya ibu naak, ibu nikmati setiap detiknya. Sembari menggambarkan wajah mbah uty mu yg mungkin 25 tahun lalu merasakan hal yg lebih menyakitkan dari yg ibu rasakan. Tapi nak,, rasa keingintahuan ibu mu ini dgn ketidaknyamanaan ini memaksa i u buka artikel di internet yg hasilnya sebagian besar menunjukkan bukan gejala kehadiranmu. Dan ibu tes pakai stick pun bergaris satu. Aduhaiii nak... engkau belum hadir rupanya. Baiklah nak. Tetap ibu nikmati sakit sakit ini. Semoga ini pe ggugur dosa ibumu yg begitu banyaknya hingga ibu sendiri terkadang jijik dengannya. Nak,, memanglah tak terbendung air mata saat menulis ini nak. Rasanya malu, inginkan engkau hadir karna ada rerbesit dalam hati agar kista ibu hilang. Kau belum hadir saja ibu menuntut mh untuk kepentingan ibu sendiri nak. Maafkan ibumu ini. Egonya begittu tinggi. Dak apa nak. Kapanpun Allah menghadirkanmu, itu adalah waktu terbaik bagi kita. Allah ingin ibu belajar menjadi ibu. Allah ingin hapus dulu dosa dosa ibu mungkin nak yaa. Naak, maafkan ibumu ini nak. Yg dak bisa jaga diri baik baik agar kau sehat. Agar kau nyaman berada di rahim ibu. Maafkan naak. Maafkan. 😭