Aku titip hidupku ya Allah.. Bagaimana jalannya, Engkau yang atur semua. Aku tidak ingin sok tau lagi mengatur hidupku ini. Hidup ini milik-Mu, bagaimana ujungnya ku balikkan pada-Mu.
noise dept.
I'd rather be in outer space 🛸

tannertan36
trying on a metaphor
todays bird
🪼
tumblr dot com

Origami Around
Today's Document
🩵 avery cochrane 🩵
sheepfilms

shark vs the universe

★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
we're not kids anymore.

Janaina Medeiros

roma★
Claire Keane
d e v o n

Kaledo Art

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Austria

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Romania

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Ecuador
seen from United States

seen from United States
@utomo-marsudi
Aku titip hidupku ya Allah.. Bagaimana jalannya, Engkau yang atur semua. Aku tidak ingin sok tau lagi mengatur hidupku ini. Hidup ini milik-Mu, bagaimana ujungnya ku balikkan pada-Mu.
bayangkan
bayangkan sebuah pernikahan
yang masing-masingnya tidak perlu khawatir yang lainnya tidak setia. karena kuat agamanya, kokoh komitmennya.
bayangkan sebuah pernikahan
yang jarak separuh bumi pun tidak akan membuat jauh apalagi terpisah. karena rindunya diwujudkan dalam bentuk menjaga. karena hatinya sudah selalu bisa ditata.
bayangkan sebuah pernikahan
yang keduanya tidak perlu khawatir akan hari yang belum datang. karena kesadaran bahwa semuanya adalah titipan. karena keyakinan bahwa rezeki selalu tepat takaran. karena keimanan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
bayangkan sebuah pernikahan
yang pasangannya tidak perlu khawatir menjadi tua, diuji kesehatannya, menjadi lupa, atau tidak lagi elok rupa. karena cintanya jauh lebih dalam dari yang terlihat, jauh lebih besar dari yang memikat.
bayangkan sebuah pernikahan
yang orang-orangnya hanya khawatir akan perpisahan. khawatir bilamana kehidupan yang selanjutnya tidak mempertemukan mereka. khawatir bilamana bekal mereka belum cukup. sehingga mereka pun berupaya bersama, mencukupkan semua perbekalan.
pernikahan itu bisa saja adalah pernikahan kita.
Perjalanan ini terasa sangat berat
Entah apa karena kadar iman yang semakin berkurang
Atau rasa syukur yang sangat jarang terpanjatkan
Tuhan, mohon tunjukan aku jalan dan kebenaran
Mumpung belum nikah, pelajarilah ilmu pernikahan. Pahamilah benar-benar hak dan kewajiban dalam rumah tangga agar kelak pasanganmu tidak hidup degan mode 'survival'.
Taufik Aulia
Sudah lama tidak menulis disini…. Huuhu sibuk urusan dunia
Sedikitkan bicaramu, nanti akan berkurang kesalahanmu dan akan meninggikan derajatmu. Banyak bicara itu seringkali menjadikan seseorang bisa terpeleset dan berbohong.
Ingat, tidak semua harus dibicarakan dan disampaikan, seperlunya saja.
@jndmmsyhd
Apapun yang hilang dari kita, pasti akan ada penggantinya. Apa yang belum kita temukan, barangkali memang belum waktunya. Dan apa yang gagal dari usaha kita, mungkin harus kembali mencoba atau harus beralih pada planning kedua.
Hidup tidak semuanya harus sesuai rencana kita.
@jndmmsyhd
Apa yang kita takutkan dan khawatirkan soal masa depan, serahkan pada-Nya. Perihal keuangan, keluarga, jodoh dan impian-impian kita lainnya. Masa depan adalah mutlak ranahnya Tuhan, jangan pernah kita memasuki dan ikut campur. Lakukan saja kebaikan apa yang sekarang ada di depan kita. Nanti Allah pertemukan kita dengan apa yang menjadi takdir kita.
Tidak semua hal harus kita pikirkan dan khawatirkan, ada beberapa hal yang seharusnya kita lepas dan biarkan saja, sebab itu adalah ranah Tuhan. Sebagian lainnya ada yang harus kita usahakan dengan sebaik-baik usaha dan doa.
Semoga, apa yang hari kita jalani, bisa kita kerjakan dengan sebaik-baiknya. Kebaikan apa yang ada dihadapan kita, bisa kita maksimalkan dengan sebaik-baik usaha.
Allah tidak tidur, Dia juga tidak tuli, Allah mendengar setiap doa yang kita panjatkan dengan detil dan sempurna. Dan ingatlah, Allah itu Maha Mengabulkan apa yang hamba-Nya minta. Pasti. Hanya soal waktu terbaik saja.
@jndmmsyhd
Lakukan saja kebaikan apa yang sekarang ada di depan kita
Tidak penting banyak atau sedikitnya hal yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri, yang penting kamu memang melakukannya untuk dirimu sendiri.
KG
Menikah itu sebuah pilihan dan dalam pernikahan pun masih terdapat pilihan. Kalau di dalam sebuah pernikahan, kita tidak lagi memiliki pilihan dalam hidup, maka perlu kita pertanyaan. Apakah pernikahan kita ini memang benar pilihan kita secara sadar atau bukan, seperti tuntutan sosial, masyarakat, keluarga, sesuatu yang berasal dari luar diri kita.
Bahkan dalam kondisi paling ekstrem dalam pernikahan pun, disediakan pilihan untuk mengakhiri pernikahan sebagai solusi paripurna. Kalau dalam kondisi yang ekstrem kita tidak punya pilihan itu, sebenarnya pernikahan tersebut milik siapa? Dalam kondisi kita masih sendiri pun, saat usia kita sudah menjelang kepala tiga bahkan lebih. Apakah masuk ke dalam fase pernikahan itu keharusan, atau pilihan? Jika keharusan, sebenarnya siapa yang nantinya akan menjalani pernikahanmu dengan segala risikonya, bukankah kamu? Pernikahan ini jalan mendaki dan menurun, mendaki kita perlu tenaga, menurun kita perlu rem yang kuat agar kita tidak terperosok. Pastikan kendaraan yang kamu pilih adalah kendaraan yang terbaik yang bisa kamu usahakan. Jangan memilih seadanya, apalagi dipilihkan seadanya. Karena risikonya, kamu yang menjalani. Bukankah sebenarnya masuk ke dalam pernikahan itu sendiri seperti memilih masalah dan risiko yang sanggup kita hadapi. Kalau tahu kita tidak sanggup, beranilah memilih untuk tidak mengambilnya, mengambil waktu untuk membekali diri hingga cukup. Jangan sampai, kamu tidak bisa memilih.
Bersikap Frontal
Tulisan ini dibuat dalam keadaan hati yang sedang panas. Sepertinya selalu panas ketika membahas ini. Tulisan dibuat agar merasa lega mengeluarkan emosi di dalam dada, silakan lewatkan jika khawatir terpengaruh emosi yang kurang menyenangkan.
Jadi begini, beberapa orang di sekitar saya tahu, meski usia saya relatif lebih muda dibandingkan orang lain, saya adalah orang yang dominan dan vokal menyampaikan pemikiran saya. Terkadang ketika bagi saya perlu, saya akan menyampaikannya dengan bahasa yang menurut saya sudah cukup baik, meski bagi orang yang mendengarnya belum tentu seperti itu. Sampai-sampai, saya diingatkan oleh beberapa orang untuk tidak terlalu vokal menyampaikan kritik dan saran karena ia khawatir akan ada orang yang tidak suka dengan saya atau saya mendapatkan halangan di lingkungan kerja. Saya kaget mendengarnya, namun berterima kasih. Saya anggap masukan tersebut sebagai upaya saya memperbaiki cara saya menyampaikan kritik dan saran?
Ketika saya kesal karena banyak hal, saya relatif jarang menuangkannya di media sosial. Saya hampir selalu bicara pada ranah privat, baik kepada partner atau kepada orang-orang yang saat itu sedang berbincang. Saya cukup terbuka, namun memang menjaga tidak menampilkannya di media sosial. Benar karena perlu menjaga diri, namun karena saya tahu saya punya partner yang menyediakan diri mendengarkan saya berkeluh kesah. Kalau orang yang tidak begitu kenal, apa akan senang mendengarkan keluh kesah?
Sebagai orang yang dominan dan vokal, saya begitu benci (nah tuh emosinya terasa kan?) kalau saya disuruh-suruh orang lain untuk mengkomunikasikan sesuatu yang memang meski jadi perhatian saya, saya masih belum dalam tahap ingin mengkomunikasikannya. Maksudnya begini, mengapa Anda perlu menggunakan suara saya? Mengapa karena saya dominan, vokal, dan mungkin bisa mendapatkan perhatian, mengapa saya yang harus menyuarakan suara Anda ketika saya tidak menginginkannya? Mengapa jika saya menolak saya dianggap tidak memperjuangkan diri sendiri dan menerima saja diinjak-injak oleh orang lain? Ketika saya sampaikan bahwa silakan suarakan sendiri apa yang menjadi perhatian, ybs tidak mau, karena berpendapat tidak punya hubungan yang baik dengan “pemangku kepentingan”.
Saya marah luar biasa. Seringkali saya merasa karena orang lain lebih tua usianya dari saya sehingga saya merasa seperti diminta melakukan sesuatu layanya personel. Apa saya berlebihan? Namanya juga marah ya HAHA. Sepertinya tidak habis-habis partner mendengarkan keluh kesah saya, hingga rasanya saya juga ingin menulis disini.
Saya sedih karena sikap frontal, saya merasa dimanfaatkan oleh orang lain. Mengapa saya jadi harus memperjuangkan kenyamanan diri saya untuk menyampaikan sesuatu yang saya belum ingin menyampaikannya? Mengapa tidak ybs saja mulai memperbaiki diri dengan orang lain, sehingga ia mudah mengkomunikasikan apa-apa yang menjadi perhatiannya? Kecuali, kecuali Anda adalah seseorang yang memang butuh dibantu karena tidak berdaya, saya siap saja memberikan suara saya untuk hal-hal yang memang saya juga yakini.
Itu bukan sikap saya membiarkan kezaliman. Itu adalah sikap gerah saya agar setiap kita yang berdaya mengusahakan kepentingan diri kita masing-masing. Bersama tak apa asal yakin bahwa memang benar-benar kepentingan bersama. Bukan meminta orang melakukan sesuatu yang tidak nyaman demi kepentingan pribadi.
Sedang sedih+kesal intinya hatinya sedang panas,
Zahra.
It does not matter how slowly you go as long as you do not stop.
Bukan sebuah aib jika kita mungkin dibilang "terlambat dewasa" oleh orang lain. Sebab ada banyak orang juga yang selama hidupnya hanya digunakan untuk bermain-main. Ia tidak mengerti tujuan hidup, untuk apa hidup, apa yang harus ia perjuangkan dan bahkan untuk siapa ia hidup.
Proses dewasa itu tidak pernah memilih usia dan tidak pernah melihat keadaan.
Ada yang sejak kecil dengan suka relanya membantu ibu dan keluarganya karena mengerti kondisi, ia akhirnya di dewasakan keadaan.
Pun juga sama, ada yang baru dewasa ketika menginjak usia puluhan, entah di dewasakan oleh teguran, nasihat, atau keadaan.
@jndmmsyhd
Semoga, ujian hidup yang sama sekali tidak kamu sukai hari ini, akan membawamu pada takdir indah yang tidak pernah kamu bermimpi untuk mendapatkannya.
Karena jalan yang akan membawamu pada apa yang kamu cintai, harus melewati dulu semua yang kamu benci.
@jndmmsyhd
Review Buku Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan
Buku ini adalah salah satu buku yang saya inginkan sejak dahulu. Alhamdulillah, tahun ini dapat membelinya. Segala niat beli buku apapun yang terpenting adalah list dahulu judul bukunya, karena hal ini terbukti untuk merangsang atau memacu untuk mendapatkan nya. Terkadang kita membeli buku itu hanya berdasarkan keinginan saja, bukan buku yang kita butuhkan. Akan tetapi, seiiring berjalannya waktu mulai dapat memilah membeli buku, apakah berdasarkan kebutuhan atau keinginan sesaat.
Baiklah kita kembali ke pembahasan.
Judul: Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan
Penulis: Prof. Dr. Hamka
Penyunting: Jumi Haryani
Penerbit: Gema Insani, 2020
Halaman:136 hlm
ISBN: 9786022502364
Buku ini pada awalnya adalah tulisan bersambung Buya Hamka di majalah "Panji Masyarakat" yang terbit pada tahun 1990-an. Banyaknya saran dan permintaan dari pembaca untuk membukukan tulisan ini dan hebohnya pembahasan RUU Perkawinan di Indonesia pada tahun tersebut yang menurut beberapa sumber bahwa RUU Perkawinan sekuler yang diajukan untuk menggantikan UU Perkawinan yang telah ada tersebut timbul upaya untuk membela nasib kaum perempuan yang menurut mereka dalam Islam ditindas, menjadi alasan diterbitkannya buku ini oleh Penerbit Pustaka Panji Mas pada tahun 1996 untuk menjelaskan yang sebenarnya dan membantah pendapat pengusung RUU Perkawinan yang baru. Siapa lagi kalau bukan mereka Feminisme. Feminisme ini sangat gigih sekali dalam memperjuangkan kaum perempuan, yang katanya mereka kaum perempuan suka ditindas. Hati-hati ya dengan Feminisme ini.
Titik penting yang ditekankan dalam buku ini menguraikan bahwa justru perempuan sangat dimuliakan dalam Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan dalil-dalil, baik dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits, serta sejarah hidup Rasulullah, sahabat, generasi -generasi saleh. Buku ini terdapat empat belas poin. Memang banyak poin nya, akan tetapi dikupas sangat detail oleh Buya. Langsung saja mari kita bahas satu per satu poin-poin nya.
1. Perempuan Juga Dimuliakan
Pada poin pertama ini kita akan disuguhkan sebuah ayat dalam Al-Qur'an yang makna atau tafsirnya begitu dalam. "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu(Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan, bertakwalah kepada Allah, yang dengan namanya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (an-Nisaa':1)
Dalam ayat diatas dijelaskan tentang asal usul kejadian manusia itu adalah satu. Satu yang dimaksud adalah Adam dan kemudian dari Adam terciptalah pasangannya bernama Hawa. Dari Adam dan Hawa lah dapat berkembang biak manusia banyak hingga menjadi seperti sekarang ini. Ayat diatas juga menjelaskan bahwa kita dianjurkan dengan kesadaran kepada diri agar hidup didasarkan atas takwa kepada Allah. Pada masa zaman jahiliyah bayi perempuan yang baru lahir dibunuh hidup-hidup. Mereka malu apabila mempunyai anak perempuan. Setelah Islam datang di Tanah Arab, hal semacam tersebut menjadi berkurang sedikit demi sedikit. Banyak nama-nama perempuan terhormat yang dimuliakan di dalam Al-Qur'an.
2. Penghargaan yang Sama
Bahwa kedudukan perempuan mendapat jaminan yang tinggi dan mulia. Perempuan dan laki-laki sama -sama mendapat tugas, memikul kewajiban dan mendapatkan hak. Jadi keduanya sama-sama dalam tugasnya amar ma'ruf nahi munkar. Dari perempuan lahirlah sebuah peradaban yang baru. Perempuan adalah tiangnya sebuah negara. Negara yang baik dapat dilihat dari para perempuan nya.
3. Pembagian Tugas
Islam menjelaskan bahwa meskipun suami dan istri sama-sama berhak dan sama-sama berkewajiban, maka pekerjaan harus dibagi. Islam tidak menyuruh orang untuk sujud selain kepada Allah. Akan tetapi, para perempuan (isteri) diwajibkan taat dan setia kepada suaminya. Hal ini sepadan dengan perjuangan para laki-laki(suami) di medan hidup.
4. Dia Mendapat Harga Diri
Apa salahnya terlahir sebagai perempuan? Apa dosa terlahir sebagai perempuan? Padahal yang melahirkan adalah seorang perempuan, kenapa mereka pada zaman jahiliyah begitu tega membunuh anak perempuan yang tidak berdosa dikubur hidup-hidup? Islam pun datang membawa perubahan. Perempuan Arab kembali mendapatkan kembali kepribadiannya.
5. Rasulullah saw. dengan Putrinya
Tak hanya para sahabat, semua orang menyaksikan betapa beliau sangat menyayangi, mencintai anak-anak perempuan nya dengan penuh kelembutan. Bahkan suatu ketika, beliau sedang duduk bersama sahabat beliau tidak sungkan untuk menciumi Fatimah yang masih kecil.
6. Kemuliaan Ibu
Letak dan kedudukan seorang Ibu dalam Islam sangatlah mulia. Bahkan disebut 3x berturut-turut (ibu, ibu, ibu) dan barulah bapakmu. Apabila berbuat durhaka kepada ibu dan bapak termasuk ke dalam tujuh dosa besar. Jadi kita harus menghormati, mencintai, menyayangi kedua orang tua kita. Karena bagaimanapun tanpa mereka, kita tidak bisa hadir ke dalam duni ini.
7. Hormatilah dan Sayangilah Mereka
Musuh-musuh Islam mencari alasan untuk mengatakan Islam memandang hina tidak memberikan hak kepada perempuan. Tentu keliru pemikiran seperti itu, karena dalam Islam sangat menghormati dan menyayangi perempuan. Karena dalam Islam, perempuan adalah orang yang mengandung dan menyusui anak-anak hingga menjadi tumbuh dewasa. Sudah sepatutnya lah perempuan dihormati dan disayangi.
8. Kisah Adam dan Hawa
Siapa yang tidak mengenal kisah Adam dan Hawa yang begitu fenomenal? Semua tentu mengenalnya, bahkan di tiga agama pun juga mengenalnya. Hanya saja penjabaran nya berbeda. Akan tetapi ke tiga agama ini sepakat bahwa asal usul nenek moyang mereka adalah Adam dan Hawa.
9. Lebih Mulia daripada Bidadari
Dua pribadi, laki-laki dan perempuan diciptakan di dunia ini untuk mendirikan sebuah rumah tangga, menegakkan keluarga dengan syarat dan rukun yang disebut pernikahan. Meskipun telah bersatu dalam suatu ikatan yang sakral, suami istri tetap mempunyai hak masing-masing. Di dalam buku ini juga dijelaskan bahwa, perempuan yang ada di dunia akan masuk surga karena amalnya, shalatnya, salihahnya, ketaatan pada suaminya dan pengorbanan untuk anak-anaknya. Sedangkan para bidadari tidak mendapatkan hal tersebut dengan jerih payah dan pengorbanan.
10. Jaminan Hak Milik
"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak menurut bagian yang telah ditetapkan." (QS. An-Nisaa':7)
Dari ayat diatas sudah jelas, bahwa perempuan juga mendapatkan hak nya dalam mawaris. Teringat dalam kisah Perang Tabuk, kaum perempuan menjadi garda terdepan dalam perbekalan. Bahkan sampai membuka perhiasan dengan tidak ragu-ragu. Nah kita menjadi kaum perempuan di zaman yang serba modern, seharusnya tidak kalah dengan kaum perempuan terdahulu dalam memberikan harta bendanya di jalan dakwah ini.
11.Pimpinlah Mereka I
Pada dasarnya Allah menciptakan laki-laki dan perempuan itu berbeda. Dan mereka ada di dunia ini untuk saling melengkapi satu sama lain. Laki-laki diciptakan Allah lebih daripada perempuan karena untuk menanggung sebuah tanggung jawab yang besar yaitu menjadi seorang pemimpin. Selain untuk mejadi pemimpin bagi dirinya sendiri juga untuk pemimpin ummat nya dan keluarganya. Pemimpin yang bertanggung jawab penuh adalah laki-laki. Apabila ditemui dalam sebuah negeri di pimpin seorang perempuan, tentu di dalam rumah ia tetaplah seorang istri dan seorang ibu untuk anak-anaknya. Taat dan setia, memelihara yang tersembunyi adalah bukti sifat istri yang ideal, perempuan tercinta.
12. Pimpinlah Mereka II
Semua orang yang berakal budi dan berpikiran yang cerdas tentu mendambakan sebuah rumah tangga yang bahagia tanpa ada silang selisih. Akan tetapi dewasa ini banyak ditemukan bahwa seorang istri, ia lupa menjadi seorang istri di dalam rumah tangganya. Sampai-sampai suaminya disuruh-suruh. Hal ini menyebabkan berantakan sebuah rumah tangga. Sebagai seoarang suami haruslah dapat memimpin istrinya dengan baik.
13. Pandangan Kaum Orientalis
Untuk mengetahui peraturan-peraturan agama Islam haruslah dari sumber yang asli, bukanlah dari para peneliti Barat atau jangan dari perantara orang lain. Karena hal ini akan sangat berpengaruh dengan perang pemikiran. Di zaman sekarang ini sudah muncul gejala-gejala, para sarjana yang sudah mulai mencela segala sesuatu yang berbau Arab. Dan ini pekerjaan para kaum orientalis sukses besar. Jangan sampai kita ditindas oleh kaum orientalis.
14. Hak-Hak Istimewa Perempuan
Dalam menentukan jodohnya, perempuan juga mempunyi hak karena perempuan berhak atas dirinya. Apabila ketika ditanya, ia berdiam itu menandakan bahwa ia bersedia atau telah memberi izin.
Senin, 22 Juni 2020
Pukul 08.22 wib
#Hamka
#Perempuan
#Buku