Something worse that getting stabbed by iron needle. https://www.instagram.com/p/Cohp2pVhd4k/?igshid=NGJjMDIxMWI=
YOU ARE THE REASON
trying on a metaphor
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Andulka
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
almost home

★

Janaina Medeiros
will byers stan first human second

Origami Around
ojovivo
Game of Thrones Daily
wallacepolsom
Claire Keane
DEAR READER

Kiana Khansmith
Xuebing Du

seen from Brazil
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Bulgaria
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Japan

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Pakistan
seen from United States

seen from Bangladesh
@uvwxyzm
Something worse that getting stabbed by iron needle. https://www.instagram.com/p/Cohp2pVhd4k/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Jabir bin Abdullah reported that Allah's Apostle (may peace be upon him) happened to walk through the market coming from the side of 'Aliya and the people were on both his sides. There he found a dead lamb with very short ears. He took hold of his ear and said: Who amongst you would like to have this for a dirham? They said: We do not like to have it even for less than that as it is of no use to us. He said: Do you wish to have it (free of any cost)? They said: By Allah, even if it was alive (we would not have liked to possess that), for there is defect in it as its ear is very short; now it is dead also. Thereupon Allah's Messenger (may peace be upon him) said: By Allah, this world is more insignificant in the eye of Allah as it (this dead lamb) is in your eye. Sahih Muslim Book 42, Number 7059. https://www.instagram.com/p/Cohn2_yBjPC/?igshid=NGJjMDIxMWI=
“When the believer commits sin, a black spot appears on his heart. If he repents and gives up that sin and seeks forgiveness, his heart will be polished. But if (the sin) increases, (the black spot) increases. That is the Ran that Allah mentions in His Book: “Nay! But on their hearts is the Ran (covering of sins and evil deeds) which they used to earn.” [83:14] https://www.instagram.com/p/CohmoyrBmMq/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Eid mubarrak
Taqobalallahu minna waminkum , semoga amalan kebaikan dan setiap upaya perjuangan di bulan ramadhan berbuah manis d hari akhir kelak.
#khamr
Portfolio 🔥
BISMILLAH
SIAPA WAHABI?
Dari sekian banyak firqoh atau kelompok yg pernah saya ikuti, justru yang diteriaki wahabi ini yang paling membuat saya nyaman, tuntunannya jelas, metode dalam beragamanya terstruktur semua pake dalil, tanpa banyak retorika dan asusmsi serta pemahaman pribadi. setiap pendapat & ilmu yang disampaikan ilmiah bisa di bedah kitab atau buku ulama terdahulu.
Tidak ada agenda agenda politik atau perkumpulan rahasia tengah malam , tidak ada anjuran demo, tidak ada penggalanan infaq wajib untuk kemaslahatan kelompok,tidak ada syahadat ulang/ pembaiatan anggota, tidak dimintain KTP buat daftar kwkwkwkw. yang paling penting ga risih ga ada yang maksa maksa wajib kumpul ini itu.
Setiap kajiannya murni belajar, datang bawa buku catatan & kitab rujukan. mendengarkan, menulis & bertanya, tinggal liat jadwal kajian mau belajar mengenai kitab apa, datang oke ga datang juga ga ada yang maksa-maksa,
dan faktor yang membuat saya nyaman adalah struktur pembelajaran serta metodenya yang fokus pada Tauhid & sunnah. sekalipun di teriakin wahabi.
saya tidak mau ambil pusing, siapa yang wahabi.
note:
Dalam setiap firqoh pastilah terdapat manusia toxic & manusia berilmu. tinggal pintar pintar mencari teman.
No offense, kita bebas untuk percaya, apapun yang kau rasa paling benar silahkan jalani, keselamatan dunia dan akhirat mu jelas berbanding lurus dengan ilmu apa yang didapat.
taqoballahumana waminkum.
@Sunnahandfaith
Jangan lelah
Mengawali setiap pagi dengan penyesalan, berusaha menjadi lebih baik dari hari sebelumnya namun yg terjadi malah sebaliknya hari ini berakhir dengan kegusaran seperti biasa. Mungkin begitu juga dengan hari-hari yang akan datang, sepertinya akan menjadi samasaja.
Pemikiran abstrak seringkali berkecamuk,
Merenungi, menyesali setiap langkah yang pernah diambil, selalu merasa bahwa hidup saya tidak bermakna , tidak ada yang harus saya perjuangkan, dunia ini begitu memuakan, dan diri ini begitu menyedihkan.
Waktu tidak akan pernah peduli. Dia hanya berjalalan dan berlalu. Berada dititik rendah dalam hidup, mulai faham bahwasanya stress merupakan sebuah media, media yang allah ciptakan, agar kita dapat mendongkrak sebuah situasi, sampai dititikmana kita mampu mengupgrade diri, terkadang pressure itu baik, walau sulit.
Perjalanan belum usai.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Mulai melangkah kembali.
Dulu pengagum berat teori kospirasi.
Namun setelah faham bahwa ilmu tauhid jauh lebih penting untuk dipelajari
Segala hal mengenai teori kospirasi saya tinggalkan. Tidak ada ilmu dan manfaat sedikitpun yg bisa di ambil, selain daripada keresahan dan paranoid .
Berikun saya rangkum keresahan saya menjadi sebuah tulisan singkat mengenai
Tauhid & Propaganda Simbol.
Islam tidaklah rumit seandainya belajar mengikuti sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat.
Perhatikan hadist sahih berikut
"Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari fitnah Dajjal." (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Hibban dan yang lainnya).
nabi tidak memerintahkan umatnya untuk belajar ilmu konspirasi, teori semiotika Ferdinand de Saussure, analisa visual, atau apapun segala macam omongkosong teori penafsiran tanda.
Sesungguhnya terdapat perkara yang jauh lebih berbahaya daripada fitnah dajjal dengan segala simbol dan tandanya, -+ 1400 tahun silam nabi telah memaparkannya dalam hadist berikut:
masih banyak dinegri ini yang percaya dengan dongeng2 leluhur, pamali , penempatan hari weton, zodiak , khurafat ahli nujum, dukun, pawang hujan, serta prilaku kesirikan semacam mengagungkan bahkan menyembah kubur pun tidak lah sedikit tertanam kokoh di masyarakat.
Yakni menanamkan tauhid yang kokoh di masyarakat. Penanaman tauhid tidak lah cukup hanya melalui pelafalan, atau tulisan di berbagai macam media promosi cetak, seperti bendera, tshirt, topi. Atau bahkan sekedar mengacungkan satu jari sebagai simbol ketauhidan,
Tentulah simbol hanyalah simbol seperti apapun macam bentuknya esensi mendasar nya hanyalah sebuah tanda. Simbol exis karena adanya sebuah pengakuan . Sismbol dapat di akuisisi oleh pihak manapun . Bentuk apapun dapat menjadi jutaan penafsiran dan filosofi dari setiap penafsirannya dapat berbeda beda .
Semakin kita banyak membahas, mengkaji, membicarakan simbol tersebut semakin kita terjebak didalam propaganda dengan segala penafsiran yang kian hari menjadi semakin Liar.
Lebih bijak masyarakat di tanamkan ilmu tauhid daripada hanya sekedar teori konspirasi yang tidak berujung. apa hasil dari pada sebuah teori konspirasi ? keresahan, pembatasan diri? paranoid? . lalu ? masyarakat masih saja berkutat dengan kesyirikan yang jelas nabi sudah riwayatkan bahwa kesyirikan lebih berbahaya dari fitnah dajjal.
terlunta lunta di sossial media , bingung mau post karya jenis apa, mencoba konsisten di style sepertiini , semoga bisa bermanfaat untuk di sebarluaskan.
ILMU APA YANG HARUS KITA PRIORITASKAN?
Ust. Muhamad Nuzul Dzikri
Taubat dan hijrah adalah kewajiban kita semua, kita di perintahkan untuk hijrah dari kemaksiatan dari kedurhakaan, dari kesyirikan, dari kekufuran , menuju ketaantan, kesolehan, keimanan dan ketauhidan, ibadah yang sesuai dengan tuntunan nabi ﷺ , yang perlu kita ingat, hijrah tidaklah mudah, QS: alankabut:2 : “apakah manusia berfikir mereka akan di biarkan begitu saja memploklamirkan iman mereka, taubat mereka, hijrah mereka lalu mereka tidak di uji oleh allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ?”. allah akan uji kita , sehingga terbukti mana yang benar benar dan bersungguh sungguh dalam hijarah dan mana yang sebaliknya, untuk bisa bertahan dalam berhijrah, untuk bisa bertahan dalam ujian-ujian tersebut, kita butuh ilmu, allah berfirman dalam QS: al-kahfi :68 . bagaimana anda bisa sabar bagaimana anda bisa bertahan, sedangkan anda menghadapi masalah yang anda sendiri tidak tau ilmu nya?, analogi sederhana bagai mana seseorang mampu menghadapi ujian fisika, kimia, matematik, sedangkan ia tidak tau ilmu tentang soal-soal tersebut, begitu juga dengan ujian kehidupan, tidak mungkin kita dapat bertahan dalam hijrah kecuali dengan ilmu, menjadi sebuah pertanyaan , ketika kita mendatangi majlis ilmu , untuk menambah ilmu kita, ilmu apa yang harus kita prioritaskan? bagai mana kurikulumnya, apa yang harus kita pelajari?, terlampau dari banyaknya majlis- majlis ilmu saat ini, apa yang haruskita pelajari pertamakali ?
Al- imam ibnul mubarok memberikan jawaban kepada kita: “ mereka, para sahabat para tabiin ketika belajar mereka mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu, mereka mempelajari adab dan akhlak sebelum mempelajari masalah ilmiah yang pelik, masalah ilmiah yang besar dan panjang , mereka terlebih dulu mempelajari adab, adab kebada allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى , adab kepada rasullallah ﷺ, adab kepada sesama umat islam, adab kepada manusia, sehingga mereka bukan hanya mempelajari ilmu dan menguasai ilmu secara teori mereka, namun mereka menjadi teladan dalam setiap aspek kehidupannya , di sampaing kita belajar ilmu akidah, iman, fikih, ibadah keseharian, materi yang harus kita prioritaskan adalah adab, sebagaimana yang di dahulukan oleh para ulama- ulama salaf (terdahulu).
Mengubur Idealisme
Terlalu banyak syubhat dalam setiap pekerjaan yang sedang saya geluti , dilema sudah pasti , antara memaksakan diri , namun hati enggan menjalani , sampai hariini saya sudah cukup banyak menolak setiap pekerjaan yang jelas di dalamnya terdapat syubhat, banyak pekerjaan yang saya tinggalkan hingga sampai dititik terbingung dalam kehidupan saya, bagai mana saya bisa survive tanpa pekerjaan yang selama ini bisa menghidupi saya, menjadi tanda tanya besar , ketika saya meragukan kekuasaan allah sang maha pemberi rezeki , bagaimana mungkin saya terus berharap dan berusaha sedangkan nafkah yang saya cari di dapatkan dengan perkara yang tidak jelas ke halalannya , mengokohkan tekad dan meneguhkan hati untuk meninggalkan segala pekerjaan yang terdapat syubhat didalam nya, sekalipun saya sangat memerlukan uang, namun tidak akan pernah saya tempuh dengan cara itu lagi, membiasakan diri agar kelak saya hanya menafkahi anak dan istri saya dengan harta yang halal tanpa syubhat sepeserpun terkandung di dalamnya , meninggalkan idealisme dan passion memang sulit, namun disinilah saya harus berusaha untuk menjadi lebih baik, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. saya percaya allah akan memberikan jalan, sebagaimana dalam setiap kesulitan selalu diiringi kemudahan setelahnya, mengubur idealisme dan mengubur hawa nafsu.
Barangkali kita pernah menggantungkan sebab bahagia pada seseorang.
Bertemu dengannya bahagia, sekedar mengetahui kabarnya bahagia, dan bahkan kita dengan berani merangkai mimpi hidup indah bersamanya.
Sebelum kecewamu semakin dalam, berhentilah dari sekarang sayang!
Untuk kesekian kalinya ku meminta, jangan lagi menyandarkan syarat bahagia pada ia yang sama denganmu. Sama-sama tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
Kelak, jika tiba waktunya telah terjawab mimpi-mimpimu. Saat ia telah menjadi pendamping hidupmu, tak apa.
Jika belum, bukankah engkau hanya akan mendapatkan kecewa ??
Salam dariku untukmu hati yang baik, Menantilah dengan sabar yang baik! :)
Menyapa Mentari 💙🌻