Berusaha menerima, walau diri sendiri rasanya lelah sekali.
Hari ini, ada pertemuan rutin tiap pekan, waktunya sudah ditentukan tetapi tempatnya menyusul sebab pertemuannya setelah agenda bersama selesai, sehingga bisa direncanakan nanti saja.
Pagi tadi, sayangnya masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya, tidur setelah subuh, bukan tanpa alasan sebenarnya, sebab rasanya kepala sedang pening sehingga memutuskan untuk tidur. Dengan berlandaskan semoga setelah bangun akan sembuh, alarm beberapa kali berbunyi rasanya sangat malas sekali untuk beranjak, terlebih rasanya masih pusing, sehingga memutuskan untuk kembali melanjutkan tidur. Kurang lebih satu jam kemudian terbangun, alhamdulillah sudah membaik, melihat jam, rasanya sudah tak sempat untuk menyusul acaranya, belum lagi masih banyak hal yang perlu kulakukan sebelum berangkat.
Selesai menyelesaikan berbagai urusan rumah, jam menunjukkan pukul 11, langsung tancap gas menuju daerah dekat tempat agenda bersama berlangsung. Sesampainya disana, mengecek grup obrolan dan ternyata pertemuan dibatalkan.
Jujur langsung spechless, satu jam perjalananku, rasanya mau marah, ingin memarahi teman-teman di grup, alhamdulillah itu tak terjadi. Aku banyak berpikir saat perjalanan pulangku. Mengandai-andai, bahwa waktu tiga jam perjalanan sejatinya bisa digunakan untuk belajar. Aku juga teringat seorang mentor yang bahkan hanya memiliki ongkos untuk pergi tetap akan datang ke pertemuan meskipun pulangnya berjalan kaki. Lagi-lagi tentang perjuangan, diminta berjuang, merasakan lelah di jalan ini. Berusaha bersangka baik atas takdir yang sudah terjadi, dalam perjalanan pulang, gerimis membasahi jalanan, mungkin jika pertemuan tetap berlangsung, pulangnya akan ada hujan badai. Bersangka baik atas segala hal yang terjadi, menerima dengan kelapangan hati yang akan menenangkan raga untuk tak melukai hati.
Semangat kamu, yang mau tetap berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari :)