Yang paling kejam adalah waktu.
Tak peduli serindu apa aku dengan kenangan di masa itu, ia tak kan bisa membawaku kembali.
Pertengahan bulan ramadhan, tengah malam hingga subuh yang menjadi saksi. Tak perduli begitu aku rindu dan ingin mengulang. Hal yang sama mungkin tak bisa terjadi lagi.
Waktu menyeret kami ke sini, di masa saat semua tampak buram.
Aku tak menyesalinya, hanya rindu dan kini aku harus mengajari diriku untuk realistis. Berhenti menuntut dan berharap.
Yang terjadi terjadilah, sudah jadi keharusan bagiku menikmati masa ini.












