Btw, baru tau loh dari web KKI, kalo tulisannya internsip, bukan internship.
Karena mau internsip selama satu tahun, rasanya ingin untuk mendokumentasikan dari fase awal. Bahkan sebelum ke daerah tujuan. Jadi nanti tumblr ini ke depannya akan aku isi dengan cerita seputar internsip.
Fase pemilihan wahana.
Untuk pemilihan internsip, dilakukan pada dua hari. Hari pertama untuk pemilihan wahana lokal, jadi kalau dari Universitas Andalas (Padang, Sumatera Barat) dapat memilih wahana lokal di provinsi Sumatera Barat tanpa ganggu gugat teman-teman universitas dari provinsi lain. Dari keseluruhan daya tampung wahana, kuota yang ditetapkan adalah 80% lokal, 20% nasional. Jadi untuk hari pertama hanya dibuka 80% dari kuota saja. Pada hari kedua, seluruh peserta dapat memilih seluruh wahana dengan kuota 20% dan sisa dari hari pertama, secara nasional. Kalo kita sebutnya udah semacam hunger games. Awalnya aku anggap gurauan saja, ternyata, it is indeed a hunger games, no mercy at all.
Okay, here’s my part of the hunger games.
Waktu pemilihan wahana lokal dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2016. Kebetulan Sumatera Barat tidak membuka wahana, dan aku memang berencana untuk internsip di daerah Jawa. Targetku waktu itu adalah Depok, Bogor, dan Sukabumi. Dengan kuota masing-masing 21 peserta. Dihitung-hitung, kalau kuota lokal laris manis, aku harus berebut untuk 20% dari 21 kursi, yep, memperebutkan 4 kursi se-Indonesia. Mulai ciut deh nyali.
Di sore hari pertama, aku cek ketiga target terkait; alhamdulillah kuota masih penuh, yaitu 21 orang di ketiga daerah tersebut. Which means, tidak satupun peserta asal Jawa Barat memilih wahana Depok, Bogor, dan Sukabumi. Aku sudah merasa setengah menang dan lebih optimis untuk memilih keesokan harinya.
On the defeat day, August 23rd, pemilihan dimulai pada pukul 9 pagi. Waktu itu, aku masih bekerja sebagai staf magang di Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI, dan sedang mengadakan acara Pelatihan Clinical Teacher di Kampus Rumpun Ilmu Kesehatan UI Depok. Dan tugasku kala itu adalah menjadi master of ceremony, time keeper, menilai pre-post test, dan merekap kuesioner seluruh peserta.
Aku izin dari jam 8.15 untuk ke Perpustakaan Pusat UI, The Crystal of Knowledge, tepatnya di ruang iMac. Aku sudah log in dari pukul 8.30. Berhasil log in.
Dag dig dug serr hingga tepat pukul 9, akun internsip ku hang. Server nya down, ga bisa klik apapun. Panik. Di grup peserta internsip dari Unand, ternyata pada susah masuk juga. Sepuluh menit menjelang, tidak ada perubahan. Tapi temen udah mulai dapet satu per satu, Tebet, Ciawi, Sukabumi. Aku makin panik.
Aku hubungi temen dari UIN Jakarta, ternyata dia sudah dapat di Palu. Konon, dia dan rekannya menyewa satu warnet untuk pemilihan internsip ini. Aku minta tolong di-log in-kan. Ternyata tidak bisa. Log in hanya bisa di satu tempat, kalau mau log in di tempat lain, harus log out dulu. Kenapa ga log out aja? Karena ga bisa, ga gerak, ga bisa ngapa-ngapain. Makin panik :’)
Pukul 09.30, aku baru bisa buka daftar wahana, dan yang bagus-bagus udah HABIS. Se-Pulau Jawa abis. Nice. Milih apa nih? Dasar anak mama, langsung telpon Mama.
“Ma, Vini baru bisa masuk. Depok abis. Jawa abis.”
“Semarang, Semarang?” Mama masih ngeyel.
“Se pulau Jawa abis Ma.”
“Sumatera apa yang ada?”
“Aceh, Nias, Sumatera Selatan”
“Sumatera Selatan dimana?”
“Lahat sama Musi Rawas”
“Bentar.. Kalau anak wak di RSUD Sumatera Selatan, ma ancak di Musi Rawas atau Lahat?” Mama nanya ke temen sebelah
…beberapa detik…
“Musi Rawas aja Nak”
“Oke” Pas diklik, wahana penuh :’)
Pas balik lagi, Sumatera Selatan udah ilang, pun Lahat, pun Musi Rawas.
“Abis Ma”
“Hah? Abis? Cepet bangeet. Apa lagi yang lain?”
“Ya itu, Aceh, Nias, Kalbar, Kaltim, Kaltara, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua”
“Kaltim nya apa?”
“Kutai Kertanegara”
“Hem ga ada yang lain lagi?”
“Engga.”
“Aduh gimana ya”
“Yaudah, November aja ya Ma. Vini keluar dari website nya ya.”
“Oke Nak”
Your account has logged out---
Aku sudah pasrah. November aja lah. Ga ada pilihan lain. Bahkan udah ngabarin ke temen juga, kalo ga milih. Lalu aku buka grup, masih ribut, ada yang dapet di Papua, Kalimantan Barat, Aceh, Nusa Tenggara, rata-rata solo career, alias sendiri dari Unand. Bahkan ada yang belum bisa login sama sekali. Sampai aku melihat ada yang tulis…
‘Nita, Mejik, sama Egi di Nunukan’
Hatiku mencelos. Bagiku, ga masalah dimana, asal ada teman, ada wajah yang familiar, aku sanggup. Tanpa pikir panjang, aku kembali log in dan menelepon Mama.
Saat membuka daftar wahana, RSUD Nunukan masih tersedia.
“Ma, ini ada tiga temen Vini di Nunukan Kalimantan Utara, 2 cewek, 1 cowok. Gimana ma?”
“Kalo ada kawan, ambil aja”
“Ambil nih Ma? Yakin nih?”
“Iya”
“Bismillah ya….” Dan aku pilih RSUD Nunukan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Keluarlah pakta integritas, menyatakan bahwa aku ditempatkan di RSUD Nunukan. Kalimantan Utara.
I was overwhelmed. Speechless. Breathless. Dah macam ditembak cowok aja. Rasanya nano nano.
Wait a second, aku gatau Nunukan itu dimana.
Ternyata, dari hasil pencarian google, Nunukan itu merupakan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ternyata, kata om ku yang pernah ke sana, untuk mencapainya, aku harus naik pesawat terbang 3 kali, Padang-Jakarta-Balikpapan-Tarakan, lalu naik speed boat sekitar 2,5-3 jam ke Nunukan.
Saat itu, bahkan aku tidak tau ibukota Provinsi Kalimantan Utara itu apa.
It was like there is this big lump on my throat, ga pernah ngebayangin bakal internsip ke tempat sejauh itu. Target awal cuma Pulau Jawa. Pun kalo ga, ya Sumatera.
At the end, I think to myself. Maybe this is destiny, that I have to be in Nunukan, North Kalimantan, for one year. At first, I have logged out, and decided not to choose Batch August. But then I logged in again, and it’s still there for me. Waving at me, asking me to choose it. Nunukan. North Kalimantan. Ka-li-man-tan. A river full of exes. So far away. Maybe this is one of those YOLO choice that I made. Or maybe this is one of the choice that actually make me.
Bismillahirrahmanirrahiim...
RSUD Nunukan, Kalimantan Utara
Internsip Periode Agustus 2016-2017
P.s. Saran buat temen-temen yang mau milih internsip.
Sebelum D-Day, caritau seluruh hal tentang beberapa wahana. Buat list pilihanmu sebanyak mungkin. Cari tau seluruh info. Akses transportasi, listrik, air, koneksi internet, tempat wisata, dll.
Cari tempat internet dengan koneksi maksimal, konsumen minimal. Misal seperti temenku dari UIN tadi, nyewa satu warnet.
Waktu pilihan abis, dan ada kemungkinan pilihan yang oke enough, langsung pilih. I repeat, langsung pilih. Jangan buang waktu untuk berdebat. This is hunger games. No mercy.
Kalo ga nemu tempat koneksi terbaik, titip ke temen dari awal. Karena ini single log in. Jangan sok sokan log in dulu. Tapi ya resiko juga, serahkan semua ke temen, kalo temen salah klik wahana, jangan marah.
Tunggu laman web selesai load seluruh daftar wahana. Jangan mainin mouse. Jangan klik apapun dulu. Temenku, mouse nya hang waktu daftar wahana muncul. Kepilih MERAUKE. Cuma sendiri aka SEORANG DIRI se-Indonesia. Lagi ngurus relokasi nih, semoga bisa pindah ya.