Interviewer: But facetime..?
Namjoon: ..we facetime each other.
*Meanwhile BTS, facetiming each other despite being in the same apartment or 20 minutes after seeing each other*
Show & Tell
The Stonewall Inn
Today's Document

❣ Chile in a Photography ❣

roma★

titsay

pixel skylines
I'd rather be in outer space 🛸
Monterey Bay Aquarium
Game of Thrones Daily
Mike Driver
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Interview Vampire Daily

Origami Around
EXPECTATIONS
No title available
ojovivo
tumblr dot com
Fai_Ryy
seen from Ukraine

seen from Türkiye

seen from Australia

seen from Germany
seen from United States
seen from India

seen from United States
seen from France
seen from Germany
seen from United Arab Emirates

seen from United States
seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from France
seen from France

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Türkiye
@virgaafiana
Interviewer: But facetime..?
Namjoon: ..we facetime each other.
*Meanwhile BTS, facetiming each other despite being in the same apartment or 20 minutes after seeing each other*
BTS MCOUNTDOWN COMEBACK SPECIAL ‘BOY WITH LUV’
IF LOOKS COULD KILL 😏💜
190421 BTS_official’s Tweet
[예고장] 오맘맘마아💕ᕕ(*ˊ ᗜˋ*)ᕗ 오맘맘마아ᕕ(*ˊᗜ ˋ*)ᕗ💕
#작은것들을위한시 #안무연습영상커밍쑨👀
[Notice] Oh my my my💕ᕕ(*ˊ ᗜˋ*)ᕗ Oh my my myᕕ(*ˊᗜ ˋ*)ᕗ💕 #APoemForTheSmallThings #DancePracticeVideoComingSoon👀
Trans cr: Christie @ allforbts © Please credit when taking out
Tak apa.. Aku sudah terbiasa dengan abaimu.. Aku sudah terbiasa dengan tak acuhmu.. Aku sudah terbiasa dengan diammu.. Sebab terbiasa, aku pun tak lagi merasa kamu ada..
Jakarta, 29 Maret 2019
23:36
“Jika masih ada kamu yang dulu di hatimu, aku mau bertemu. Aku mau bertanya, ke mana ia yang dulu selalu menjadi alasanku tertawa. Dan siapa dia ini yang kini selalu menjadi alasanku menangis?Bisakah kau kembali seperti kamu yang dulu? Yang membuat segala percakapan tak terasa melelahkan. Yang membuat segala pertanyaan tak berujung pertengkaran. Yang membuat segala temu kembali menjadi mendebarkan, bukan membosankan.”
—
“Namun jika aku boleh meminta, bolehkah aku bertemu dengan kamu yang dulu? Tak butuh lama, sebentar saja, aku rindu dia. Rindu perhatiannya. Rindu bagaimana hari-hari berlalu dengan senyum-senyum sendiri. Bukan hari-hari yang aku lalui belakangan ini.”
—
Ada yang mau bertanya tentang Turki?
Pertanyaan bagus dari @aururah:
“Bang, apakah kebab turki di indonesia rasanya sama dengan kebab turki di turki?”
1) Kebab itu sebenarnya daging yang dipanggang, mayoritas dia berbentuk seperti sate. Bayangkan daging sapi atau ayam misalnya, dipotong agak besar lebih besar dari sate-sate di Indonesia, lalu dipanggang di atas bara. Nah, itulah sebenarnya kebab. Sedangkan “kebab” yang ada di Indonesia, yang ramain di jalan-jalan itu, lebih sering disebut sebagai döner. Döner itu kebab yang dipanggang dengan alat sambil diputar agar matangnya merata. Nah, memutar itu sebenarnya makna dari döner. Di Turki, orang cukup bilang döner. Tapi kalau di restoran kita pesan kebab tidak akan dikasih döner. Begitu pula sebaliknya. Kalau kita minta kebab, malah akan dikasih daging sapi atau ayam yang ditusuk pakai besi lalu dikasih roti dan salad.
Makanya di Indonesia relatif salah istilah yang dipakai. Lebih tepatnya adalah döner. Tapi ya, suka-suka masyarakat +62 lah ya.
2) Soal rasa, jelas BEDA. Kalau boleh jujur, döner yang ada di Indonesia malah lebih enak. Haha. Mungkin karena saya memiliki lidah Indonesia yang berpengalaman merasakan cita-rasa tinggi. Sedangkan orang Turki, wajah boleh ganteng-cantik, tapi lidahnya miskin pengalaman bumbu-bumbu magic. Apalagi mereka tidak tumbuh besar dengan mecin. Jadi, yang ada di Indonesia, dengan segala modifikasi bumbunya, jauh lebih enak. So, beda.
Pertanyaan oke dari @ilarumi:
“Kalo main kesana, boleh mampir gak bang?”
BOLEH BANGET.
Buat kalian yang mampir ke Istanbul dan kenal saya di sini, kontak saya saja buat tempat tinggal. Ya, di rumah saya ada salon (ruang tamu) yang memang disiapin buat tamu-tamu menginap. Seadanya, tapi cukup luas buat maksimum 4 orang. 5-6 orang juga tidak apa-apa kalau mau mencoba jadi sarden kaleng. Muat! Kalau saya ada waktu, saya bisa menemani jalan.
Syaratnya cuma 2 (dua):
Harus mau ngobrol dan berbagi cerita. Excited dengan cerita orang lain dan mau menjawab pertanyaan-pertanyaan penasaran. Apalagi kalau bisa diseimbangi dengan pertanyaan balik yang juga menarik untuk dijawab. Jadi, pertemuan kita bisa memberikan manfaat.
Kalian akan ketemu saya, bukan artis yang punya tampang kece lagi menarik. Engga. Kalian akan ketemu saya yang item, botak, semenjak di Istanbul tidak pernah jerawatan, suaranya ngebas (kata orang Kedubes Korea mirip vokalis band Korea, ini beneran), dan duitnya sedikit. Jadi janganlah kaget-kagetan. Foto sosial media itu menipu. Percaya deh! Kalau tidak percaya, tanya saja sama yang sudah sering ta’arufan, haha. Saya agak sebal kalau ketemu orang lalu dia bilang, “Kok beda ya.” Itu karena kamu hidup di dunia maya terlalu dalam. Saya tidak pernah begitu ke orang lain. Kalian juga jangan begitu ya ke orang lain yang kalian kenal di sosial media. Jadikan sosial media itu sarana untuk persahabatan, bukan representasi dari makhluk sesungguhnya.
So, yang mau ke Istanbul dan butuh tumpangan menginap free, silakan kontak saya. Hanya untuk anak-anak tumblr ya!
People are like ‘Omg this cb is Namjoon’s era’ Bitch tf every era is Namjoon’s era.
Lucu sekali, karena setelah emosi yang panjang, pada akhirnya aku tetap masih buta soal apa dan bagaimana aku di hati dan rencanamu.
@dedesisi
RUN BTS! 2019 - EP. 67
“We need at least one friend who understands what we do not say.”
let me know, let me go…
(18+)
I’m tired of promises
“Awalnya kita hanya main-main. Kemudian muncul sebuah rasa. Lantas kita sama-sama bahagia. Sebelum pada akhirnya salah satu dari kita terluka. Ah, tampaknya aku lupa pada kalimat pertama.”
—
“Kita membutuhkan pasangan yang mampu meredam ledakan-ledakan di kepala. Bukan karena nasihatnya, bukan karena apa yang ia lakukan untuk membuatmu tenang; melainkan yang hanya dengan melihat tubuhnya hadir saja, semua resah di kepalamu sirna begitu saja.”
—