Zona Nyaman
Tulisan ini dibuat sekitar tahun 2013/2014 ketika saya menjalani internship di salah satu advertising agency. Hai Nunki, Hai Winnie. Tulisan ini bercerita tentang kalian. :)
Perpisahan emang gak ada yang indah, tapi yang namanya pertemuan memang udah seharusnya berpasangan sama perpisahan. Coba kita ibaratkan pertemuan itu si A, dan perpisahan itu si B. Kita anggap aja mereka berjodoh. Jadi intinya, sejauh apapun jarak antara pertemuan dan perpisahan, pada akhirnya pertemuan pasti menemukan perpisahan sebagai takdirnya.
Hari ini saya sedikit sedih karena 2 teman paling dekat di tempat magang sudah mengakhiri masa magangnya. Iya, mulai Hari Senin depan mereka harus kuliah lagi di Bandung. Sebenarnya periode magang kami sama. Tapi mungkin karena beberapa pertimbangan, atasan saya mengijinkan mereka untuk memperpendek kontrak magangnya. Hiks..
Saya bisa membayangkan mulai Senin depan saya harus apa-apa sendiri. Sebenarnya masih ada beberapa anak magang lainnya di kantor, tapi ya mereka berdua ini yang paling deket. Kami sering random sepulang kerja. Bukannya pulang, malah mendadak ngajak makan bakso, makan burger, mie ayam, dll.
Saya bisa membayangkan mulai Senin depan saya harus jalan kaki menuju stasiun sendirian, makan sendiri (walaupun di kantor ada banyak orang), pastinya jarang ngobrol dan ketawa juga.
Mungkin memang berat karena semua berawal dari keterbiasaan. Saya terbiasa melakukan apa-apa bersama mereka dan saya rasa, saya mulai memasuki zona nyaman berada di antara mereka sehingga ketika saya harus kehilangan mereka, saya merasa semua hal akan menjadi sangat membosankan.
Mungkin memang sudah seharusnya begini. Perpisahan tak selalu indah, tapi akan selalu ada pertemuan berikutnya.
Love you guys.. Sampai jumpa di lain kesempatan. :’)









