In Mine, Is Simple
Pertama kali saya menulis disini setelah sekian lama entah mau membahas apa, dan berbahasa seperti apa dalam platform ini, akhirnya saya putuskan untuk menulis esai atau opini-opini sederhana tentang apa yang dekat dan menyangkan untuk saya.
Untuk pertama saya akan membahas sederhana tentang yang amat dekat dan menarik dalam hidup saya, saya adalah orang yang gemar menpublikasi tulisan-tulisan sederhana saya tentang hal-hal yang saya metaforakan atau saya analogikan sengaja, dan berakhir pada terka-terka banyak kepala pada arti yang berbeda-beda, tapi itu tidak apa, karena itu sedikit dari tujuan saya mempublikasi apa yang menjadi pemikiran saya dengan cara itu (metafor dan sok bersajak), dan dari sana tak hanya perasaan yang terkadang sulit dibahasakan, tapi juga tulisan mampu memainkan dan menumbuhkan perasaan-perasaan yang sulit untuk dilogikakan, tulisan atau perkataan mempunyai magis yang amat kuat dalam asusmsi sederhana saya, melihat fakta bahwa banyak yang menangis-nangis manjadi kala membaca kisah sedih di romansa yang tak berujung bahagia, atau ikut senyum-senyum saat hal manis tertulis di ceritanya, bahasa dan kata selalu menarik dituangkan dan disebarkan sebagai medi penyalur perasaan atau pemikiran.
Saya adalah orang yang rutin berperasaan dan memikirkan banyak hal, contohnya tentang kesal saya pada meja coklat berdebu hitam berantakan yang rasanya tak berkesudahan meskti berkali-kali dibersihkan, atau memikirkan kembalian yang selalu ditawarkan untuk disumbangkan oleh kasir minimarket dekat rumah, yang saya penasaran disalurkan kemana, dan seberapa lama mereka mengumpulkannya sebelum akhirnya sampai pada mereka-mereka yang menjadi tujuan dari uang kecil saya tak seberapa tapi berkomuni dengan uang kecil-kecil lainnya, sudahkah membukit atau hanya sekedar menjadi nominal dibuku tabungan seseorang?. Saya yang menerima banyak akhirnya harus menumpahkannya pada sesuatu hal, semenjak nyaris tak ada seseorang bernafas yang benar-benar saya rasa bisa menerima semuanya, atau saya yang terlalu cupu untuk menerima tanggapan dari mereka atas apa yang saya tumpahkan seenaknya, entahlah, saya hanya merasakan nyaman saat saya menggambarkan peristiwa dalam kumpulan kata abstrak yang bermetafora. Dan dari sini banyak pada akhirnya hal yang tak diperuntukan menjadi cerita yang diterima seseorang, menjadi sesuatu hal yang bisa dikonsumsi semua orang, bahkan yang namanya tak ada dalam daftar ingatan otak saya, dan tanggapan yang sebelumnya saya hindari menjadi hal yang hampir tiap hari menemani, tapi ini memang menyenangkan untuk dialami oleh lemah-lemah saya yang tak pandai bersosialisasi, ada pemikiran-pemikiran lain yang bermain dalam apa yang saya sampaikan, ada asumsi berbeda dari apa yang saya kata, dan semua terasa benar menyenangkan dan menyegarkan.
Seutuhnya kata saya adalah sesuatu yang sederhana dan mudah untuk ditelaah, memang permukaanya terbungkus banyak metafora, saat semuanya terbuka intinya sangat tipis dan jelas untuk disimpulkan menjadi sebuah cerita, dan sisanya hanya hal biasa-biasa yang banyak dari manusia remaja sampai muda mengalaminya. Tak ada bahasan yang benar serius dan berat seperti kimia, fisika dan matematika, jauh beratus-ratus kilo meter menjadi amat sangat sederhana, hanya memang terkadang membutuhkan rujukan ilmu pengetahuan untuk mengurai analogi dan metaforanya, akan tetapi apa yang saya bahas dan bagaimana saya menulisnya, tidak sehebat apa yang mungkin kalian bayangkan dalam sela-sela baca ini, ekspektasi dalam tulisan saya adalah hal yang terlarang, bukan untuk saya, ini untuk menjaga harapan-harapan yang tak ingin dikecewakan, karena bagi saya diharapakan bukan sesuatu hal buruk untuk diterima dan dibawa, sekedar informasi tak berguna, saya bukan orang yang senang berusaha terlalu keras, maka ekspektasi dan harapan orang tentang tulisan saya, bukan tanggung jawab saya tuk memenuhinya. sederhana.














