Karena aku yakin, kita tidak hanya sebatas rasa, namun kita ialah takdir yang disengaja oleh-Nya.
-Embun-
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Jules of Nature
Show & Tell

@theartofmadeline
macklin celebrini has autism

Kiana Khansmith

blake kathryn
Misplaced Lens Cap
$LAYYYTER
Keni
trying on a metaphor
Mike Driver
hello vonnie
YOU ARE THE REASON
Sweet Seals For You, Always

No title available

roma★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

if i look back, i am lost

⁂
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from Sweden

seen from United States

seen from Ireland
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
@whenyoucanthide
Karena aku yakin, kita tidak hanya sebatas rasa, namun kita ialah takdir yang disengaja oleh-Nya.
-Embun-
I think we could do it if we try, if only to say "you're mine".
Aku juga bisa lelah Mas. Lepas dari semua rasa yang kuberikan untukmu.
-Embun-
Kamu seharusnya tidak perlu mencari tahu apa yang seharusnya tidak perlu kamu tahu. Kadang skill detektifmu itu sungguh menyusahkan dirimu sendiri, meributkan pikiranmu sendiri, membuat tidak tenang hatimu sendiri.
Sudah, cukup!
Perihal Rasa
Memang benar, setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk menunjukkan rasa. Tapi perlu kamu ketahui, kamu harus bisa membedakan mana yang menjadikanmu rumahnya, dan mana yang menganggapmu sekedar ada.
Ada yang mengatakan jangan mencintai orang yang memperlakukanmu biasa saja. This is true. Kar'na itulah definisi hubungan.
Jika sendiri dan berdua tak memiliki perbedaan, lantas untuk apa berdua? Because if you really want him, he will treat you differently from the others. Kar'na semakin dewasa, kamu hanya butuh dia yang bisa kamu jadikan rumah, tempat bercerita, berbagi kasih, dan berkeluh kesah.
Ya Allah, takdir apa yang sedang kau siapkan? Kenapa semuanya terasa amat sulit, dan amat menakutkan. Jaga aku dari semua takutku. Jaga aku dari rasa kehilangan. Jaga aku dari segala bentuk perasaan kesendirian.
Engkau Maha Tahu, kapan aku tak mampu.
Yang hadirnya dengan sebaik-baiknya cara. Tanpa membuat gaduh. Hanya terus bawakan nyaman dan aman. Perasaan dilindungi dan diterima sebagai manusia.
Semua ini adalah perihal "Bagaimana Cara Tuhan Menakdirkan". Biar ku urus rasaku, rasamu? biar Dia yang ambil andil.
Senja masih jingga, Mas.
Aku masih milikmu tanpa kejelasan dan pengakuan dari bibirmu. Meski mungkin, rasanya telah beda, tidak semekar mawar saat fajar menyala.
Aku sangat mencintaimu, Mas. Maaf mungkin adanya aku telah banyak mengganggu ruangmu.
-Embun-
Mas,
Hidup tak melulu mudah. Akan ada pertengkaran hebat tentu saja, antara kita, yang bahkan terjadi akibat hal sederhana.
Saya tau, bukan perkara gampang untuk melewatinya. Kita akan saling sakit hati, hanya karena satu di antara kita tiba-tiba meninggikan suara.
Percakapan kadang tidak tentang bertanya apa kita sudah makan atau kegiatan apa yang kita lakukan. Lebih dari sekedar itu, kita akan bicara bagaimana cara kita untuk bisa mengumpulkan uang, bagaimana mencukupi tanpa berhutang.
Mas,
Hidup sering kali sesimpel hitungan 1 tambah 2. Kita tahu pasti 3 jawabannya. Hanya saja beberapa hal dalam keseharian merumitkan kita dalam memilih pilihan yang ada. Kita butuh banyak pertimbangan, dan setelah itu pun, kadang-kadang kita masih menyesal dengan apa yang sudah kita putuskan.
Air mata bisa menjadi hal yang rutin terjadi. Dan kita mungkin akan bosan untuk memaafkan, untuk meminta maaf.
Mas,
Pasang surut pun nantinya yang akan kita hadapi. Bisakah Mas tetap setia menggenggam erat tangan saya? Dalam amarah atau tawa kencang. Dalam dahaga atau perut kenyang. Ya, Mas?
“rindu kita yang dulu”
baiknya rindu ini kita potong menjadi tiga: satu untukmu, satu untukku dan satu lagi untuk kita yang dulu.
Jika akhirnya kita hanya memilih satu orang, mengapa harus singgah di banyak hati. Apalagi sampai saling membuat luka, juga saling meninggalkan duka.
Sederhana saja, jangan dibuat rumit. Sederhana saja, jangan dibuat ribet dengan segala kosa kata yang terangkai menjadi aksara yang sukar dipahami atau terkesan lebay.
"Aku mencintaimu karena itu adalah dirimu."
[Berhentilah mengejar]
Sudahlah. Sudah cukup.
Tidak ada apa-apa lagi. Tidak usah kamu perjuangkan yang tidak bisa diperjuangkan. Aku terlampau jauh untuk kaukejar dan kembali padamu sudah tidak pernah kupikirkan.
Waktu yang tidak pernah tepat bagi kita berarti tidak ada waktu yang benar bagi kita. Ini saatnya memaafkan salahmu tanpa menuntut penebusan. Ada hal lain yang harus diperjuangkan; dan itu bukan aku.
Sumbawa, 17 Februari 2021
Akan selalu ada jalan, untuk mereka yang berjuang
Berhasil menggapai sesuatu tapi justru kehilangan dirimu. Jangan sampai begitu.
Ada yang bertemu di waktu yang tepat, meski akhirnya bukan bersama orang yang tepat.
Ada yang bersama dengan orang yang tepat, meski akhirnya berada di waktu yang tak tepat.
Pada kenyataan ini tak semestinya kita menyalahkan diri sendiri, barangkali semesta bekerja pada semestinya. Dan tak apa, semua tidak berakhir, semua hanya belum.
Kalau saja mencintaimu tidak sepelik ini, Mas. Mungkin bahagiaku tidak sebesar ini.
Terimakasih untuk waktu yang kamu sempatkan untuk mengenalku, untuk memberi bahagia yang belum pernah aku miliki sebelumnya.
Jika saja Tuhan memberikan permintaan terakhir untukku,
"Aku ingin bersamamu, Mas. Selamanya."
-Embun-