Aku tidak akan berbohong jika aku masih mencari orang seperti dia di diri orang lain.
Aku kesulitan untuk memulai cerita dengan orang baru. Sudah tiga bulan ini aku bersama dengannya. Seseorang yang aku pikir sudah sepenuhnya menggantikan kamu. Tapi ternyata, ada banyak hal yang tidak selaras di anatar kita. Personality, keras kepala, bahkan restu orang tua. Yang membuatku semakin meringis adalah, aku bukan sedih karena semua hal itu, tapi aku sedih karna akan tidak mencintainya, sama seperti saat aku mencintaimu.
aku mengharapkan yang dulu sempat aku dapatkan dan tidak ada dalam dirinya. alih-alih menerima, aku memilih diam. berusaha untuk menutupi semua luka batinku dan membuat dia bahagia, tapi aku tersiska. aku seolah berpura-pura, apa yang aku cari sebetulnya belum juga kutemukan. jika dia tau, itu adalah luka yang akan sangat menyiksanya. dan saat ini, aku cukup senang karna dia selalu merasa bahagia.
tapi, bagaimana dengan aku? dengan perasaanku? aku cukup kesulitan, aku juga ingin bahagia secara lepas, aku tidak mau berbohong.
mau sampai kapan, aku terus bertanya. aku harus mencoba, tapi semakin aku mencoba aku rasanya semakin tersiksa.
kapan aku akan menemukan seseorang yang mengerti hidupku setara dengan ayahku; siapa yang akan menerima semua kekuranganku dan berani menurunkan semua ego itu hanya demi aku; siapa yang rela dirumitkan oleh kepala tidak beraturan ini; aku terus membandingkan.
siapa yang rela menghabiskan waktunya hanya untuk diriku dan membuat waktu penuh dengan bercana setiap waktu; siapa yg akan terus berusaha membuatku bahagia tanpa melihat dirinya juga begitu kesulitan; siapa yang mau menyeimbangi kerandoman hidupku saat ini; siapa yang mau aku ajak bicara kesana kemari walaupun isinya begitu kosong; siapa yang mau aku atur; siapa yang mau berusaha menciptakan mimpi-mimpi kecil menjadi besar; siapa yang mau memberi makan egoku; siapa yang selalu mengutamakan kenyamanan hingga kebahagiaanku sebelum dirinya; dan menuruti semua hal-hal kecil hingga besar yang aku mau, selain kamu?
aku rindu hal-hal yang sudah lama tidak aku dapatkan. rasanya selalu sepi. aku rindu saat hari-hari banyak aku habiskan dengan seseorang yang juga bisa saling mengerti apa yang kita mau satu sama lain.
jika saja Tuhan masih memberiku izin, ingin sekali aku bertemu dan bercerita denganmu, tanpa lebih, tanpa perlu kita menjadi teman setelah itu.











