Rindu
ada seseorang yang aku rindukan dalam kehidupanku dan mimpi-mimpiku. Sesosok orang yang tidak lagi muncul dihadapanku dan mimpi-mimpiku. Seakan seperti lenyap begitu saja. Yang tersisa hanyalah memori dan rindu ini. Rasanya begitu hampa. Hampa. Aku benar merindukan sosok yang sering nampak dihadapanku itu. Seseorang yang sering kali mengindahkan ku seperti akulah satu-satunya wanita yang ia cintai. Ia yang selalu bercerita tentang mimpi-mimpinya tentang dunia, tentang masa depan dan tentang diriku. Tapi, kini dia benar-benar sudah menjadi masa lalu indah bagiku. Suara dan wajahnya begitu jelas selalu hadir setiap waktu dikepalaku. Aku sangat merindukannya tuhan, jaga ia baik-baik. Aku akan datang kapan saja engkau pinta. Dimana suatu hari nanti kita akan bertemu, di dunia yang abadi sehingga aku tidak perlu lagi kehilanganmu untuk kedua kalinya. Karena aku benar-benar tidak ingin, aku mencintaimu dalam setiap doaku. Istirahat yang tenang ya Sigit Aryo Pradipta milik Allah, bukan milik niar. Aku sangat amat merindukanmu. Terimakasih telah membahagiakanku. Kau akan selalu menjadi sesosok laki-laki yang aku idam-idamkan untuk menjadi suamiku kelak. I love you to the moon and back bee. I miss you.











