"Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillahir Rahmanir Rahim, maka ia terputus (dari berkah)."
- Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari dua jalan periwayatan. Ibnu ash-Shalah berkata, "Hadist ini hasan".
Xuebing Du

@theartofmadeline
KIROKAZE
NASA
Misplaced Lens Cap

⁂
tumblr dot com
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

titsay
Keni
Peter Solarz

Andulka

Kiana Khansmith

izzy's playlists!
YOU ARE THE REASON
he wasn't even looking at me and he found me
One Nice Bug Per Day

Product Placement
will byers stan first human second

seen from India

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from India

seen from Italy
seen from Kenya

seen from Japan

seen from Croatia

seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from Senegal

seen from Bangladesh

seen from Chile
seen from Mexico

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Egypt
seen from Ukraine

seen from Malaysia

seen from South Africa
@windasrirahayu
"Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillahir Rahmanir Rahim, maka ia terputus (dari berkah)."
- Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari dua jalan periwayatan. Ibnu ash-Shalah berkata, "Hadist ini hasan".
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.”
(HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani)
Makna Alhamdulillah
Isi dari alhamdulillah maknanya adalah memuji yang berhak dipuji yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kenapa yang berhak dipuji hanya Allah? Karena manusia nggak berhak dipuji, walaupun misalnya seorang ayah dan ibu mempunyai anak, itu hanya sebab saja, yang memberikan anak itu Allah, bukan ayah dan ibu.
Memuji itu muncul dari hati yang sukarela dan dipenuhi sikap mengagungkan.
Sumber keluarnya adalah lisan dan hati. Lisan mengucapkan alhamdulillah, dan hati membenarkan. Sementara syukur adalah dengan hati, lisan, dan anggota badan, juga dengan amalan.
Lalu, apa bedanya alhamdulillah dengan syukur?
Kalau alhamdulillah pujian kepada yang berhak dipuji. Mau Allah memberi atau tidak memberi apa yang kita inginkan, kita wajib memujinya.
“Setiap kondisi apapun ucapkan alhamdulillah, karena itu yang terbaik.”
Tapi kalau syukur, menurut para ulama sumbernya adalah lisan, hati dan anggota badan. Kalau orang cuma bilang ‘terima kasih’, ia belum bersyukur secara sempurna, konteksnya dibenarkan oleh hati, tapi kemudian apa implikasinya setelah itu? Misalnya, seseorang diberi minum oleh orang lainnya, lalu orang yang diberi minum ini mengucapkan ‘terima makasih’, hati membenarkan, setelah itu ia minum minuman tersebut. Syukur adalah balasan dari pemberian, makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda, “Jika ada seseorang memberikan kepadamu sesuatu, ucapkanlah minimal jazakullah khairan.”
“Barang siapa yang tidak pandai berterima kasih kepada manusaia, ia tidak pandai berterima kasih kepada Allah.“
Barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat Allah, berarti ia tidak menggunakan lisan, hati dan anggota badannya untuk mengamalkan nikmat yang Allah beri dengan sebaik-baiknya. Allah memberikan harta, kenikmatan sehat, waktu, tenaga, maka gunakan sebaik-baiknya untuk menjalankan syiar Allah, menjalankan perintah-Nya, dan berdakwah kepada-Nya. Itulah yang dinamakan syukur hakiki. Tidak cukup hanya berucap ‘terima kasih ya Allah’, tapi dibarengi dengan perbuatan maksiat kepada Allah setelahnya atas nikmat harta tersebut. Itu berarti orang itu sedang berdusta, lisannya berucap syukur, tapi faktanya ia berbohong kepada Allah. Dan itulah yang dinamakan pengkhianat atas nikmat Allah Subhanu wa Ta’ala.
Ulama berkata barang siapa yang bersyukur dengan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan diberikan dua hal, yaitu:
1. Menjaga yang ada, yang ada ini nggak akan hilang dengan syukur.
2. Akan ditambah nikmatnya.
- Ustadz Abdirrahmah dalam kajian Mukadimah Kitab Fathul Majid.
Nasihat Berharga Imam Asy Syafii
“Hai Rabie’, keridhaan manusia ialah tujuan yang takkan mungkin tercapai, maka perhatikan saja apa yang baik untukmu dan tekunilah itu, karena kau takkan mendapat jalan untuk meraih keridhaan semua orang. Ketahuilah, siapa yang belajar al-Qur’an akan mulia di mata orang. Siapa yang belajar hadist akan kuat hujjahnya. Siapa yang belajar nahwu akan disegani. Siapa yang belajar bahasa Arab akan lembut perangainya. Siapa yang belajar berhitung akan baik pendapatnya. Siapa yang belajar fiqih akan mulia kedudukannya. Siapa yang tidak menjaga diri tak akan bermanfaat ilmunya, dan kunci dari itu semua adalah takwa.” (Shifatus Shafwah, I/235)
(Lihat Ibunda para Ulama karya Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA)
Foto: Instagram @thecomradecloset
Al Quran memiliki rasa yang manis dan penuh kebahagiaan namun keduanya tidak akan tercapai kecuali oleh seseorang yang percaya padanya, mendengar dengan telinganya dan menghadirkan dengan hatinya.
Syekh Sulaiman al-Ruhayli
Kunci
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan kunci bagi semua yang ingin membukanya.
Allah menjadikan kunci (pembuka) shalat adalah bersuci. Kunci (pembuka) haji adalah ihram. Kunci (pembuka) Surga adalah tauhid. Kunci (pembuka) ilmu adalah bagus (baik) dalam bertanya dan mendengar. Kunci (pembuka) kemenangan dan keberhasilan adalah sabar. Kunci (pembuka) adanya tambahan (nikmat adalah syukur). Kunci (pembuka) wali Allah adalah cinta dan dzikir. Kunci (pembuka) keburuntungan adalah takwa.
Kunci (pembuka) taufik adalah harap dan cemas. Kunci (pembuka) pengabulan adalah doa. Kunci (pembuka) keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia. Kunci (pembuka) keimanan adalah memikirkan apa yang Allah serukan kepada hamba-hamba-Nya agar dipikirkan. Kunci (pembuka) masuk menuju Allah kepasrahan hati, berserah diri kepada-Nya, dan ikhlas kepada-Nya dalam mencintai, membenci, berbuat, dan meninggalkan (apa yang dibenci-Nya).
Kunci (pembuka) kehidupan hati adalah merenungkan Al-Qur’an dan tadharru’ (merendahkan diri) menjelang fajar dan meninggalkan dosa. Kunci (pembuka) tercapainya rahmat adalah baik dalam beribadah kepada Pencipta serta berusaha memberi manfaat kepada hamba-hamba-Nya. Kunci (pembuka) rezeki adalah berusaha disertai istigfar dan takwa. Kunci (pembuka) kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kunci (pembuka) persiapan untuk akhirat adalah pendek angan-angan. Kunci (pembuka) semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan negeri akhirat. Dan kunci (pembuka) semua keburukan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan.
Ini adalah perkara besar dari ilmu yang paling bermanfaat, yaitu mengetahui kunci-kunci kebaikan dan keburukan. Tidak akan diberi taufik untuk mengetahui dan memeliharanya kecuali siapa yang telah memperoleh keberuntungan dan taufik yang besar.
Sungguh Allah menjadikan bagi setiap kabaikan dan keburukan, kunci (pembuka) dan pintu untuk dilalui menuju hal tersebut.
Sebagaimana Dia menjadi syirik, takabbur, berpaling dari misi pengutusan Rasul-Nya, lalai mengingat-Nya, dan lalai menegakkan hak-Nya, sebagai kunci (pembuka) menuju Neraka.
Begitu pula Allah menjadikan khamr sebagai kunci (pembuka) segala dosa. Dijadikan kekayaan sebagai kunci (pembuka) perzinahan. Memandang gambar-gambar tanpa kendali menjadi kunci (pembuka) timbulnya keinginan dan kerinduan.
Malas dan santai sebagai kunci (pembuka) kekecewaan dan ketidakberhasilan. Maksiat sebagai kunci (pembuka) kekufuran. Dosa sebagai kunci (pembuka) kemunafikan. Kikir dan tamak sebagai kunci (pembuka) kebakhilan, memutus hubungan kekeluargaan dan mengambil harta melalui jalan yang tidak halal.
Begitu pula dijadikan berpaling dari apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah sebagai kunci (pembuka) setiap bid’ah serta kesesatan.
Perkara-perkara ini tidak dapat dibenarkan kecuali oelh mereka yang memiliki bashirah (pandangan hati) yag benar dan mempunyai akal untuk mengetahui apa yang ada di dalam dirinya, serta apa yang ada dalam kenyataan berupa kebaikan dan keburukan.
Menjadi keharusan bagi hamba untuk mmemberikan perhatian serius terhadap kunci-kunci dan tujuan diadakannya kunci-kunci itu. Allah Ta’ala berada dibalik taufik dan keadilan-Nya, bagi-Nya kerajaan, pujian, nikmat, dan keutamaan. Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan, sedangkan mereka akan ditanya.
(Lihat “Wisata ke Surga” karya Ibu Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullah, hal 20-21)
Sumber: @silent_repent
Perlukah Suami Memberitahu Istri Pengeluaran Mereka Apa Saja?
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada para suami untuk berbuat baik kepada istri. Dan di antara perbuatan baik kepada istri adalah memenuhi kebutuhan istri.
Suami tidak harus memberitahu istri berapa gajinya. Ada suami-suami yang harus laporan sama istrinya bahkan istrinya seperti pegawai pajak.
Istri nggak punya hak buat tahu berapa gaji suami. Tapi seorang istri punya hak buat diberi nafkah yang cukup oleh suami.
Ketika istri nggak diberi nafkah yang cukup, istri boleh mengambil harta suami.
Misal, mau bayar uang sekolah anaknya yang kurang. Boleh nggak istri ambil harta suami tanpa izin? Boleh. Makanya, suami jangan pelit-pelit. Tapi harus dengan cara yang baik ambilnya, sesuai kebutuhan dan untuk memenuhi kebutuhan.
Di sisi lain, kasihan juga istrinya kalau dikasih tau berapa gaji suami. Saat rutin dikasih tau, sewaktu-waktu kurang, “Bang kok kurang gajinya?”. Padahal si suami abis sedekah. Apa sedekah harus izin istri? Enggak.
Suami: Wahai istriku, aku akan bersedekah.
Istri: Iya, tapi jangan banyak-banyak, ya!
Nggak ada yang seperti itu dalam Islam.
Tapi cukupi istri kita, senangkan istri, bahagiakan ia.
Beri orang tua kita tanpa sepengetahuan istri. Kadang ada wanita yang baru belajar. Dia itu sakit hati kalau suami berbagi sama orang tuanya. Nggak harus meminta keikhlasan Istri.
-Ustadz Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah
#sekolahpranikah
“Ada 3 hal yang dimiliki anak Adam dari hartanya. apa yang telah ia makan lalu habis, apa yang ia kenakan lalu usang, apa yang ia sedekahkan maka akan terus mengalir pahalanya.“
-Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
Semoga suatu hari punya toko buku Islam.
Foto: @h.e.l.e.n.m.a.r.i.e
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Surga sebagai tempat menetap bagi orang-orang yang beriman, memudahkan mereka mengerjakan amal-amal shalih yang bisa menghantarkan kepadanya, sehingga mereka tidak mengambil kesibukan selainnya. Allah Ta’ala membentangkan jalan-jalan menuju Surga, sehingga mereka menempuh jalan nan mulus yang menghubungkan kepadanya. Namun Allah juga menyelimutinya dengan perkara-perkara yang tidak menyenangkan untuk menguji siapa saja di antara mereka yang paling baik amalnya. Lalu, Allah Ta’ala menetapkan waktu memasukinya adalah hari perjumpaan dengan-Nya. Membuat rentang masa kehidupan di dunia yang fana sebagai batas waktu sebelum memasukinya. Allah menempatkan padanya apa-apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga dan tiak juga perah terbesit dalam hati manusia. - Al-Imam Ibnu Qoyyim al Jauziyyah rahimahullah
Banyak jiwa di luar sana, terluka dan mencoba untuk bertahan, perlahan dan amat hati-hati menyimpan kepingan hatinya.
Memberikan pembatas, lalu menutup pintu, atas dalih takut hadapi keterlukaan yang mungkin saja terjadi di hari esok.
Seberapa kuat tak ingin melepas? Menginginkan hari yang indah tapi masih saja berkutat pada cerita lalu, lagi dan lagi.
Kalau di tengah keramaian kamu berpapasan, mereka akan berkamuflase menampilkan sisi kalau semua baik-baik saja. Bahkan tak ada seorang pun yang benar-benar tahu apa yang sedang disembunyikan dibalik senyumannya.
Even if we don't talk, I pray wherever you are, you are okay and you're happy. I pray you're close to Allah and your hearts at peace.
12/2
To think that you will never know how I felt about you.
You will never know because I had no choice but to conceal my feelings in a bid to protect us both.
Alam Ghaib
Alam ghaib kita nggak bisa tahu kecuali lewat wahyu, dalam Al Qur’an dan Al Hadist.
Kalau orang ngomong ghaib, kita nggak bisa terima. Hal ghaib itu hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya yang tahu.
Kita beriman pada hal yang ghaib, tapi sesuai dengan apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
- Nasihat Ustadz Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah
Obrolan Jam Makan Siang
Y: Gue baru sadar kalau ternyata tanggung suami tuh berat ya? Dia harus ngebentengi keluarganya dari api neraka.
X: Nah itu, kalau laki-lakinya udah ngaji mental buat "tanggung jawab" itu juga dipikirin sebelum nikah. Lo bayangin, nanti dia juga bakal ditanya: "lo gimana ngedidik dan ngebimbing istri dan anak lo".
Y: Iya, ya.
X: Udah intinya lo sabar aja, laki-laki juga butuh waktu buat memupuk mental itu.
Y: hmmm masuk akal. Dulu gue tanya orang-orang jawabnya tentang materi aja gitu. Maksudnya kan gue juga inshaAllah bisa terima, berjuang bareng-bareng dulu gitu kan ngga apa-apa..
X: Eh tapi bener materi juga emang dipikirin, lo tau kan salah satu kewajiban laki-laki harus siapin tempat tinggal buat istrinya, ngebeliin pakaiannya, nafkahin ya jelas, iya kan?
Y: Iyaa sih.
X: Ya udah sekarang lo berdoa aja biar Allah mudahkan dia siapin semuanya. Lo juga harus mudahkan dia biar gampang ngedidik lo, dengan lo belajar. Entar juga dia dateng sendiri, nanyain rumah lo di mana.
Y: Ya Allah, dia siapa sih haha. Gue mau pinjem buku Ad Daa Wa Ad Dawa lagi dong.
X: Ah udah bener ini mah lo lagi jatuh cinta! Inget, jangan jatuh cinta dulu!
“Wahai anak Adam, jika engkau melihat manusia berada dalam sebuah kebaikan, saingilah mereka. Namun, jika engkau melihatnya berada pada sebuah kebinasaan, janganlah engkau menyaingi mereka dan pilihan mereka.“
“Sungguh, kami telah melihat beberapa kaum lebih memilih bagian mereka yang disegerakan (di dunia) daripada apa yang diakhirkan (di akhirat). Akhirnya, mereka menjadi hina, binasa, dan terkenal (keburukannya)“. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah