Salahkah jika aku memperjuangkan apa yang sebelumnya telah ku punya?
Salahkah jika aku terus meminta apa yang memang ku miliki?
Salahkah jika aku terus menggenggam erat apa yang ku yakini?
Tidak semua hal yang tidak pasti lalu kamu akan lepas bukan?
Sadar tidak sadar sejak awal kita hidup pun kita tidak punya kepastian. Yang kita pegang hanyalah kepercayaan dan janji dari Tuhan.
Kita tidak tahu apakah nantinya kita akan berhasil atau tidak. Kita tidak tahu apakah yang sudah kita kerjakan akan diperhitungkan atau malah menjadi kayu bakar untuk diri kita sendiri. Kita juga tidak tahu sampai kapan waktu kita bisa melangkah.
Lalu apa yang kita harapkan? Bukankah memang janji tersebut yang kita kejar sejak awal?
Aku paham manusia tidak bisa disamakan dengan tuhan. Tapi mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa aku tidak akan pernah berhenti. Karena aku punya keyakinan yang kuat dengan dirimu.
Ini bukan hanya perihal dia orang yang pertama disegala experience ku. Bukan. Bukan juga perihal pasti ada cowo yang lebih baik nantinya. Bukan.
Tidak semua masalah lalu solusinya ganti. Tidak semua kekecewaan harus berujung perpisahan. Disetiap masa pasti akan ada terus yang lebih baik. Namun.. Bukankah itu karena manusia terlalu rakus dan tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki? Bukankah lebih indah jika merasa cukup dan bersyukur?
Saat ini yang ku ketahui adalah aku sangat cukup dengan kamu. Tidak perlu pembanding lagi, karena akan percuma. Kamu begitu sempurna dimataku. Aku begitu butuh sosok dirimu. Rasanya aku tidak akan sanggup melangkah kedepan tanpa kamu. Dan benar saja betapa berantakannya aku sekarang.
Kamu boleh bertanya pada orang orang di sekelilingku betapa hancurnya aku saat ini. Kamu boleh bertanya pada setiap organ tubuhku yang selalu bergetar dan tak henti memikirkanmu. Kamu boleh bertanya pada siang, malam, bahkan malaikat2 disekitar, begitu kerasnya aku meminta dan menyebut dirimu disetiap sujudku.
Demi tuhan aku mencintaimu sungguh.. Aku bahagia bersamamu. Akupun tau kamu bahagia juga bersamaku. Lalu kenapa tidak kita lanjutkan saja halaman buku kita wahai sayangku..