Melepas, tidak tuntas
Apa yang aku genggam saat ini, begitu menyakitkan hingga merah seluruh gelas itu akibat kucuran darah dari tanganku
Apa yang aku harap saat ini, terlalu semu untuk jadi kenyataan
Betapa amin ku dibalas dengan ilusi yang tak pernah kubayangkan
Aku coba relakan seluruh harapku, pintaku dan citaku atasmu. Namun mengapa sesulit itu?
Mengapa sulit untuk rela, untuk merasa aku baik-baik saja, atau untuk ikhlas bahwa aku tak akan bisa denganmu?
Mengapa tidak semudah itu untuk menerima bahwa kamu bukan yang terbaik? Malah sebaliknya aku selalu mengharap mu lagi, lagi dan lagi.
Entah ini bujuk rayu setan, atau memang kau adalah akan di masa depan?
Sumedang, oktober 2023. Aku sudah berusaha, namun berkali kali gagal.












