Hampir sebulan lamanya, ya, kurang lebih sebulan laptop semata wayangku ini tidak bisa menyala. But, guess what? I’m fine! Memang terasa sedikit sulit, karena tuntutan ini dan itu mengharuskan adanya laptop. Tetapi benar, walaupun sulit, ternyata bisa!
Insiden laptop rusak ini dimulai ketika aku menonton suatu drama. Ditengah-tengah drama, tiba-tiba ‘tuk’, laptop mati sendiri. Aku mencoba menyalakan kembali, lalu ia menyala untuk beberapa detik, dan kemudian ‘tuk’, mati kembali. Terus begitu, hidup lalu mati tiba-tiba. Sampai akhirnya laptop ini tak mau menyala sama sekali, alias mati total.
Singkat cerita, aku pun berinisiatif mencari di google, dan ternyata ada yang mengalami kejadian serupa. Dan katanya hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh rusaknya motherboard. Dalam artikel lain yang kubaca, diksebutkan bahwa memperbaiki motherboard yang rusak itu cukup mahal, bahkan disarankan untuk membeli laptop baru saja. Wah, saat itu aku takut sekali, ditambah lagi ciri-ciri yang disebutkan hampir sama.
Setelah laptopku mati total, aku teringat kakak mentorku pernah mengatakan “Sebelum curhat ke siapa-siapa, curhat dulu ke Allah. Ngadu dulu ke Allah, baru ke yang lain.” Mengingat hal itu, aku pun kemudian menambah beberapa detik sehabis solat untuk mengadu kepada Allah, Ya Allah laptopku rusak, aku harus gimana ><
Seiring berjalannya waktu, aku mulai pasrah. Ah, ya sudahlah! Kalau sudah rusak mau di gimanain lagi, batinku. Dan akhirnya laptopku hampir sebulan menganggur di dalam lemari. Sampai suatu hari, ketika jadwal rutin menelpon ke rumah, Bapak menyuruhku untuk memperbaikinya saja kalau masih bisa, kalau gak bisa, ya sudah beli baru. Pas Bapak bilang gitu, aku sempat mikir apa ini -laptop baru- jawaban atas doa-doaku? hehe. Tapi walaupun begitu, aku mencoba menjawab sok bijak. “Ya Pak, nanti aku coba bawa ke servis dulu, biar tau rusaknya di bagian mana.” Ayahku pun mengiyakan.
Setelah percakapan jarak jauh itu, entah kenapa tiba-tiba pemikiran -mungkin chargernya yang rusak- timbul. Aku pun bertanya pada teman-temanku, adakah yang mempunyai charger merk ini. Aku bahkan pergi ke kos temanku, meminjam semua charger penghuni kos itu, dan tetap tidak ketemu. Dengan hopeless, aku pun mencoba bertanya di suatu grup wa, dan ternyata ada yang punya! Kebetulan saya kenal orang itu, dan kebetulan hari itu kami menghadiri acara yang sama, dan kebetulan saat itu ia membawa charger dan laptopnya, dan yang luar biasanya saat itu aku juga membawa laptopku. Masya Allah banget kan :) Aku aja waktu itu gak percaya, amazed banget lah.
Dan ternyata, yang rusak chargernya saudara-saudara. Ketika tau yang rusak chargernya, aku langsung lompat-lompat gembira. Sampai orang disekelilingku pada nanya, “Kenapa sih, Mit?” haha. Setelah itu aku langsung telpon Bapak, ngabarin kalau yang rusak chargernya. Dan sekarang, pas aku nulis ini, aku udah punya charger baru dan sudah ngetik pakai laptopku tersayang.
Benar ya ternyata, kalau berharap sama Allah, kita gak bakal kecewa. Kalaupun gak dibales sekarang, pasti doa kita dibales dalam bentuk lain. Pokoknya dari kejadian ini aku belajar ikhlas, ikhlasin aja deh pokoknya! Gak ada ruginya :)