Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, kemana perginya ribuan air mata
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, mengapa lisan ini lebih sering berbicara hal tak berguna
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, mengapa telinga ini tidak memanas mendengar bait-bait irama
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, mengapa yang kuhafal bukan lagi ayat-ayatNya melainkan lalala tarirarira
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, kemana perginya kening yang menempel kala dinginnya malam yang sepertiga
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, mengapa bait-bait doa kini berubah menjadi bait-bait cacatnya saudara
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, kemana perginya kawan yang bertaqwa, apakah mereka terganti dengan para fans kor*a
Ini, tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, mengapa diri lupa rasanya menahan lapar dan haus di bawah teriknya surya
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, kulit ini tak terasa lagi terbakar manakala tersentuh secara tak sengaja
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Duhai, mungkinkah ini karena kesombongan dengan mengatakan “Pasti akan selalu istiqomah.” tanpa sedikitpun memohon kekuatan pada Nya?
Ini tahun kelima semenjak aku hijrah
Dan akan terus berlalu tahun-tahun setelahnya
Kemana gerangan hati yang dulunya hanya berharap kepada Nya?
Apa ada yang mengetahui kemana perginya?
Aku kehilangan cahanyanya
Duhai, hendak beribadah dengan apa aku tanpanya?
Duhai, aku pernah diingatkan perkara nafsu dan bahayanya
Oh. sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka