seseorang yang baik pernah memintaku untuk membencinya karena ia tak bisa menepati janjinya padaku.
Namun nyatanya itu tak mudah, dan entah bagaimana aku lupa caranya membentuk rasa benci itu agar muncul dalam hatiku. Entah bagaimana rasanya definisi benci itu menguap begitu saja.
Bukan hanya dengannya, tapi dengan siapapun. Ibu, yang berulang-ulang kali mengingatkan padaku untuk tak menyisakan sedikitpun ruang di dalam hati untuk membenci siapapun.
Bukan tugas kita untuk membenci orang lain, tidak suka boleh, sebel boleh karena itu manusiawi, tapi memaksa hati kita untuk menyimpan benci jangan yaa.
Jika semua karena Allaah, hati yang baik akan tetap baik. Hati yang baik akan di pertemukan dengan kebaikan kebaikan.
Percayalah, tidak ada yang sia sia :)
Kamu tidak menyediakan ruang dalam hati untuk membenci, hatimu akan bersinar dan akan terpancar pada wajahmu juga pada tulusnya kebaikanmu.
Ketulusan yang saat ini mungkin sudah tidak mudah kita temui, tapi aku percaya ketulusan itu masih ada.
Dan kita akan menemukannya kalau diri kita sendiri pun memiliki ketulusan itu dari dalam hati.
Jangan khawatir, sebab hati yang baik akan memenangkan banyak kebaikan kebaikan ❤