Ini tentang pergolakan hati, remuk tertekan, hancur terhantam, tanpa dukungan, tanpa ada yang mau mendengar. Harus mengalah, harus mengerti, harus memahami semua orang. Sama seperti mereka akupun juga sama ingin dimengerti walau hanya sekali. Beri aku kesempatan merasakan sebuah keleluasaan dalam menunjukkan perasaan yang sebenarnya. Beri aku kesempatan untuk merasakan leganya didengarkan, indahnya sebuah dukungan, rangkulan, pelukan, dan senyum ketulusan.
Sudah sedari lama, aku hidup dengan menerkam diriku sendiri, Bukan salah siapapun termasuk aku, semua keputusan yang kuambil sudah kufikirkan, tidak sekalipun aku sesali, aku sudah tau inilah yang akan terjadi, aku tau inilah takdirku, aku sendiri yang memilih dan aku menerimanya.
Hanya saja ...
Aku juga manusia biasanya, aku juga merasa lelah, merasa sedih, merasa senang, merasa bahagia, merasa kecewa, merasa marah, dan semua liku-liku perasaan hampir sudah pernah kurasakan dan hampir bisa menguasai segala perasaan itu. Seperti naik level dalam tingkat hidup ini ketika aku bisa menerima segala situasi kondisi, aku bisa berdamai dengan segala permasalahan yang kuhadapi, walau kadang tubuh ini mengatakan tidak tapi aku cukup bangga dengan tubuhku yang bisa kuajak berkompromi, masih kuat, masih sabar, masih sehat, masih bisa menahan segala jarum yang sudah menusuk dari segala penjuru. Terima kasih aku ...
Sesepele apakah ada yang tahu kalau aku sering sakit gigi? apakah ada yang tahu aku sering sekali migrain? apakah ada yang tahu aku sering kencang kakinya? apakah ada yang tahu luka operasi ini sering terasa perih? apakah ada yang tahu kapan aku benar-benar bahagia? apakah ada yang tahu doa apa yang selalu aku panjatkan? apakah ada yang tahu langkah apa yang ada dipikiranku? apakah ada yang tahu apa yang kuperjuangkan? apakah ada yang tahu seberapa lelahku? Tidak ...
Karena aku tidak pernah bilang, kenapa?
Karena tidak semua orang menerima keluh kesahku pada saat sesuatu terjadi padaku, karena mungkin saat itupun suasana hati orang lainpun juga sedang tidak baik baik saja, jadi daripada ceritaku ini membuatnya semakin jengkel maka aku memilih mengalah dengan cukup kusimpan saja, kurasakan saja. Hal ini berlangsung lama sejak aku kecil dan membuatku mahir membaca perasaan orang, mahir mengurungkan segala perasaanku. Mereka hanya tau aku bahagia, aku baik baik saja, aku kecewa saat aku menunjukkan kekecewaan, aku marah ketika aku menunjukkan kalau aku marah.
Inilah jalan hidup yang kupilih ...
Dengan hidup seperti inilah aku bisa menemukan makna hidup. Roda kehidupan berputar, disaat kita sedang berbahagia maka bersiaplah untuk kesedihan setelahnya, saat kita sedang sedih ingatlah setelah ini akan berbahagia. Sakit tidak pernah datang dengan rencana, ia datang tiba-tiba diwaktu yang tidak kita duga, begitu juga sebuah miracle. Jangan pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidup ini, karena apa yang sudah kita lalui itulah yang akan jadi pengingat untuk terus melihat kedepan. Jangan terlalu lama memikirkan masa lalu karena kita tidak bisa mengembalikan waktu, tapi pikirkanlah kedepan, ke sesuatu yang ingin, yang belum, yang akan kita capai.
Terima kasih cahaya malam ...
Terima kasih sudah berdamai dengan dirimu sendiri. Terima kasih atas kekuatannya. Tetaplah bersinar apapun badai yang menerjang.













