Omah Joglo mabur udah Finish brooo... Sampe tepos.. Nyotosop #cs6
TVSTRANGERTHINGS
DEAR READER
One Nice Bug Per Day
Cosmic Funnies
KIROKAZE
Sade Olutola
Game of Thrones Daily
Jules of Nature
Sweet Seals For You, Always

Product Placement
almost home
he wasn't even looking at me and he found me
No title available
Today's Document

blake kathryn
wallacepolsom

if i look back, i am lost
tumblr dot com
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Italy

seen from Italy

seen from T1

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Malta
seen from Malta
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@yossedaniel
Omah Joglo mabur udah Finish brooo... Sampe tepos.. Nyotosop #cs6
Memandang cakrawala, memahami hembus nafas milyaran orang di bumi yang ada di tubuh setiap orang.
Waduw.. #injilmatius #khotbahdibukit
"Dalam penulisan dan pembacaan, sungai telaga dunia persilatan hidup dalam kata-kata, dan bukan dalam permainan pedang. Memang kata-kata menjadi lebih tajam daripada pedang, bahkan kata-kata juga telah mempertajam pedang itu sendiri. Bukankah pernah kuceritakan tentang ketajaman sebilah pedang yang mempu membelah ketebalan sehelai rambut dan bukan menebas kepanjangannya? Harus kukatakan sekarang bahwa aku pun masih dapat bercerita tentang ketajaman sebilah pedang yang dapat membelah ketebalan sehelai rambut bahkan menjadi tujuh bagian. Manakah kiranya yang lebih hebat kemudian, ilmu persilatan ataukah ilmu penulisan? Jika hanya lewat tulisan dunia persilatan mendapatkan keberadaannya, maka dapat dibayangkan betapa tanpa kata-kata sungai telaga dunia persilatan merupakan dunia yang terlalu sunyi." Pendekar Tanpa Nama, Nagabumi I hal 455 #Nagabumi1 #PendekarTanpaNama #SenoGumiraAjidarma (at Garden Cafe UNY)
71 th Proklamasi! Semangat indonesia! I Love U (at Warung Kopi Kendi)
Namun hingga berdirinya negera Israel, bahkan hingga detik ini, terdapat golongan tertentu di dalam orang2 israel yang masih berpikir seperti ini: mereka mendambakan pahlawan militer dari garis keturunan Daud yang mampu membawa mereka merajai dunia. Setidaknya berawal dari kemenangan atas konflik yang tak kunjung reda di Negara Israel.
#DuniaSophie #Jostein Garder #Israel
Islam Kejawen mengenal konsep Roh Kudus sebagai hakikat hidup manusia. Ini sama persis dengan pemahaman Kristen, dengan penyebutan yang sama pula. #WiridHidayatJati #Dhamarashashangka #konsepilmukejawen #RohKudus
Salah satu ayat Alkitab yang menguatkan paham mistisme Kristen, yaitu konsep penyatuan diri terhadap Tuhan. Mirip dengan sufisme, hindu, Budha, hingga filsafat purba Yunani.
"Kau lebih mahal dibanding surga dan bumi. Apa yang bisa kukatakan lagi? Kau tak mengetahui bahwa selama ini segala yang berharga telah menjadi milikmu. Janganlah menjual dirimu dengan harga murah, sesungguhnya dirimu sangatlah mahal di mata Tuhan."
Dunia Sophie hal 243
Paralelisme antara Hindu & Budha terhadap filsafat Yunani ttg konsep penyatuan diri terhadap Tuhan melalaui meditasi.
Tema yang menarik, orang-orang menyebut konsep seperti ini dengan istilah mistisme. tapi konsep ini juga terdapat pada ajaran Kristiani:
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7)
“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”(Matius 6:6)
“jikalau kamu tinggal di dalam aku” merupakan perintah untuk menyatukan diri kepada bapa, secara implisit. Kalau kutipan ayat Matius di atas sudah jelas merupakan garis besar konsep ilmu meditasi.
Salah satu tokoh mistisme kristen ialah Angelius Silesius (1624-1677). Ia mengemukakan"Setiap setetes air menjadi lautan jika ia mengalir menuju samudera, sebagaimana akhirnya jiwa itu naik dan menjadi Tuhan".
Jika di dalam Islam, mistisme tampil pada sufisme. Tokoh sufi yang terkenal seperti Al Halaj bahkan dihukum mati karena konsep ini.
Jika di Nusantara, orang banyak menyebut sebagai Manunggaling Kawula Gusti (MKG). Tokoh MKG yang terkenal Ialah Syekh Siti Jenar dengan paparan ilmu Makrifatnya.
Jadi, konsep penyatuan diri terhadap Tuhan bukan hanya terdapat pada filsafat yunani, Hindu, Budha, dan Kristen. Bertendensi sebagai inti dari ajaran agama manapun.
karena hipotesis saya: agama-agama di dunia berakar pada kebudayaan yang sama.
Sejarah yang dibengkokkan oleh kanan dan ke kiri itu pada akhirnya patah. Kemudian orang-orang berebut memunguti serpihannya dalam gagasan yang berbeda pula.
Ketika Aku Pernah Berpikir Begini:
Zat yang maha tinggi ada pada apapun (tanpa kecuali). Dengan kata lain: Apapun adalah manifestasi dari Zat yang maha tinggi.
Ketika aku membenci, Tuhan ada di situ; ketika aku mencinta bahkan bercinta, Tuhan ada di situ; di segelas kopi; pertengkaran barat-timur; kedok imperialisme yang dibalut perdamaian; dalam ritus keagamaan manapun; dalam kefanatikan manapun; bahkan di dalam sabdaNya; kemunculannya yang terekam secara historial dalam kitab suci; di dalam Android; laptop; dalam kritikmu pada tulisan ini; dan apapun jua itulah Dia.
Semua terjadi di dalamNya, kehendakNya, itulah Dia. Baik Imaterial dan Material adalah Ia, segala sifat, segala kehancuran, dan apapun.
Ketika aku memilih Kristen, atau Muslim, atau Budha, atau Budi, atau apapun sesungguhnya itulah Dia, karena dia, di dalam Dia.
Kerjakan apapun yang menurutmu baik, karena disitulah Dia. Jika kamu mengerjakan yang jahat, karena itulah Dia. Tetapi kamu harus memilih sesuai etika kemanusiaan dan agamamu.
Karena itulah Dia.
Mencari keberadaan Tuhan adalah omong kosong rasionalistik. Adikodrati adalah transendensi.- Konsep Agnostik
Tidak dimanapun kecuali di dalam dirimu sendiri. Mistisme di dalam Sufi
“Gejala yang menakutkan dalam hidup beragama sehari hari ini adalah ketakutan itu sendiri, terutama ketakutan untuk berpikir, ketakutan untuk mempersoalkan hal yang biasa dianggap suci, dan ketakutan untuk menembus permukaan, guna mencari hal-hal yang mebih hakiki. Ini menakutkan, sebab tanpa keberanian berpikir semacam itu, kontradiksi-kontradiksi yang nyata dalam hidup beragama tak akan bisa disadari: kekonyolan akan dihayati sebagai kesalehan, kebodohan akan dianggap sebagai kesetiaan, agresi dan kekerasan akan dianggap sebagai kepahlawanan. Dan bila absurditas macam itu terjadi, agama bukan saja akan mudah sekali merusakkan kehidupan dan kemanusiaan, melainkan juga akan menghancurkan kewibawaan dirinya sendiri secara menggenaskan. Maka, agama-sebagai lembaga dan pola perilaku-tidak akan lagi dialami sebagai sumber rahmat, tetapi sebaliknya, sebagai sumber perilaku laknat. Dan abad yang diyakini sebagai abad kebangkitan afgama ini justru akan menjadi abad kebangkrutan agama.” –Bambang Sugiharto
Di padang kurusetralah sebenarnya pemaknaan atas hidup terjadi. Pada tubuh yang terkoyak zaman Pada senjata yang menikam nafsu
Gelegar gemuruh pada lorong langit sore Semakin liar membangkitkan luka lama di sela tirai hujan Mata, masa lalu, batin, tajam membelah mega-mega
Ah.. Tiada yang lebih mengerikan daripada manis senyummu di pagi hari. Hari yang pongah.