YOU FIRST
Hari ke-7 produksi shooting. kepala saya sudah mulai migrain, konsentrasi menurun, semua informasi yang saya proses mulai tidak jelas seakan semuanya tidak ada yang pasti. Ini semua karena kurangnya istirahat sehingga otak tidak bisa berfungsi 100%. Jika saya harus mengukur performa otak saya, yang tersisa dari semuana mungkin hanya 40%, and it’s bad.  Jam 7 pagi ini saya harus sudah ada di lokasi shooting setelah semalam shooting sampai jam 1 pagi.Â
Menghitung mundur kegiatan sebelum sampai ke lokasi shooting jam 7. Jika saya harus sudah meditasi, mandi, ngopi, ngerokok, meaningful conversation sama Atoi & perjalanan menuju lokasi yang memakan waktu 1 jam, maka saya harus bangun pagi di jam 4.30 WIB, dan itu tidak mungkin setelah semalam yang melelahkan.
Can i quit!? Hell No!!
You should know one thing, bahwa bekerja dalam satu buah team yang besar seperti di produksi film adalah pengalaman yang memberikanmu pelajaran hidup yang sesungguhnya. Khususnya ketika kamu menjadi leader dalam team, kamu harus tau kapan menjadi pengasih, humoris dan penyayang dan kapan menjadi tegas dan memimpin.Â
Saya mungkin salah satu orang yang tidak dapat mengelola perasaan dengan baik, kaku sepertinya kata yang lebih sederhana. Namun kadang ketika keadaan tertentu muncul saya hilang karena larut dipusaran persepsi. Hal yang sering terjadi adalah saya tidak baik dalam mengkalibrasi antara menjadi tegas dan menjadi kasih. Anddd..... it makes me in trouble.
Yang terbaik dari menjadi dalam situasi ini menurut saya adalah menjadi diri sendiri. Tidak menjadi kanan atau menjadi kiri, tidak hitamatau putih, tidak siang atau malam, tapi menjadi apa yang kami percayai itu benar. Karena ketika kamu menjadi kanan atau kiri, kamu akan berubah menjadi void.











