Kompor Gas Akhirnya menyala
Malam ini, aku sangat ingin menikmati secangkir coklat milo. Sudah bertengger di lemari, sejak kudapat dari temannya teman hahaha.
Kuhidupkan kompor gas, kuletakkan 'ceret' di atasnya. Kutunggu, sambil aku nonton drakor "Hospital Playlist".
Hampir setengah jam, kenapa ceretku gak bunyi? Biasanya alarm tanda sudah matang berbunyi.
Kulihat. Hem, mengulah lagi. Aku gaktau salah dimana . Tapi harus otak atik tabung gas terus.
Baiklah, kucoba sekali lg. Tidak bisa juga. Aku tutup pintu, pasrah. Sudah tidak bisa. Aku mau tidur saja.
Tapi ternyata, aku tidak benar² menyerah. Keinginan minum coklat milo ini bergerilya, hahaha. Kucoba lg memperbaikinya. Berulang, lagi, terus dan sampai aku ngomong dalam hati. " aku menyerah, kalau kali ini benar² tidak bisa."
Tadaaaa...
Kompor nyala.
Pertama, aku tidak benar² menyerah. Kedua, aku sungguh tidak tahan dan mau tidur saja. Tapi...akhirnya api bisa menyala.
Apa aku tidak benar² menyerah ? Pikirku. Biasanya, aku bisa melihat pertolongan Tuhan nyata saat aku bergumul. Kenapa sekarang tidak? Apa aku tidak menyerah? Api kompor itu menyala saat aku di titik lelah. Apa aku sedang tidak lelah?
















