kucur darah tiada terbilang
Rombongan malaikat datang penuh senyum
Rombongan malaikat datang memberi kunci
Kehidupan sejati menanti untuk dimasuki
Ā ā Sudah selesai menulisnya Bun?ā
ā Sudah sayang, mengapa belum tidur?ā
ā Hamzah ingin mendengarkan cerita dari bunda sebagai pengantar tidur.ā
ā Bunda, matikan laptop dulu ya. Bunda tadi baru selesai menulis sebuah puisi yang akan dikirimkan ke Kalteng Pos.ā
ā Baik Bun, Hamzah tunggu di kamar aja ya.ā
Senyuman anak usia 8 tahun mengembang mengusir lelahku. Hamzah anak lelakiku satu-satunya. Dokter belum mengizinkanku untuk hamil lagi karena kondisi rahimku yang masih lemah, masih butuh waktu untuk boleh melakukan Caesar lagi.
Hampir setiap malam menjelang tidur, sejak usianya masih 2 tahun. Aku dan suamiku secara bergantian bercerita sebagai pengantar tidurnya. Alhasil ketika aku lupa atau belum mendatangi kamarnya saat pukul 20.00, Hamzah yang akan mengingatkanku.
ā Tadi ayah sms Bunda, kalau malam ini ayah titip sebuah cerita untuk disampaikan pada Hamzah.ā
āOhiya bun, ayah kapan pulang?ā
ā Ayah sedang berjuang menyelesaikan sebuah amanah. Hamzah nggak usah resah kapan ayah pulang. Kita doakan saja ayah dapat pulang dengan selamat ya.ā
Untungnya sejak kecil suamiku, mas Riza memang sudah menanamkan pemahaman kepada Hamzah mengenai pekerjaannya yang menuntut waktunya lebih banyak diluar rumah.
ā Aamiin⦠Ayo Bun, cerita.ā
ā Judulnya Dongeng Kota Aleppo.ā
āAleppo adalah sebuah kota terbesar kedua di Suriah. Setelah Damaskus, ibukota Suriah. Kota Aleppo termasuk kota tertua di dunia, sudah ada sejak tahun 2000 SM. Karena letak Aleppo yang sangat strategis sebagai pusat perdagangan, sudah banyak bangsa yang sering menaklukan Aleppo. ā
ā Wah, pasti masjid agungnya bagus ya bun disana. Kalau di Palangkaraya Ā banyak masjid bagus sih tapi kalau Hamzah diajak ayah kesana pasti masjidnya sepi. Jarang ada yang baca Al-Quran. Pasti beda sama masjid agung Aleppo ya bun?ā
Aku merubah posisi duduk menyamping diatas dipan Hamzah, berharap mata yang sedang berkaca-kaca tak nampak olehnya.ā
āMasjid disana bagus. Sholat Shubuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya sama ramainya seperti sholat jumat. Lantunan Al-Quran bergema hampir 24 jam. Ā Para lelaki disana berduyung-duyung sholat berjamaah di masjid. Para pedagang meninggalkan sementara dagangannya ketika mendengar adzan memanggil. Para guru berhenti mengajar dan mengajak para muridnya untuk bersama-sama pergi ke masjid. Anak-anak sudah tidak perlu lagi diteriaki orang tuanya untuk sholat, anak-anak disana sholeh seperti anak bunda.ā
Putra semata wayangku tersenyum. Senyuman manis, seperti senyum ayahnya.
ā Suatu hari ada anak raja yang bernama Ali pergi ke taman bermain bersama adiknya yang bernama Amir. Ali berusia 10 tahun dan Amir 8 tahun. Mereka menyapa paman Hasan yang sedang berdiri di area panahan. Ali dan Amir ingin bermain panah siang hari itu. Paman Hasan bersedia mengajari mereka. Paman Hasan tidak hanya mengajari Ali dan Amir tentang tehnik memanah. Namun rupanya paman Hasan juga memberi tahu sebuah rahasia besar.ā
ā Mau tau apa mau tau banget..hayoooo?ā
Hamzah mencubit kedua belah pipiku dengan manja. Dia tak luput menaruh kontak mata padaku.
ā Bun, kok kaya mau nangis?ā
āEh, nggak. Bunda nggak nangis kok. Bunda sudah ngantuk mungkin ya, makanya matanya agak merah.ā
ā Yah, Bunda sudah ngantuk ya? Padahal ceritanya baru aja dimulai.ā
āHmmm, gimana kalau ceritanya dilanjutkan besok malam. Besok bunda janji akan kasih tahu tentang sebuah rahasia yang paman Hasan ceritakan pada Ali dan Amir. Bagaimana?ā
āAh, kamu bisa aja. Pasti ayah yang ngajarin ya. Hehe..Selamat malam ya sayang. Semoga Allah menjaga anak bunda dalam lelap tidurnya.ā
ā Semoga bunda dan ayah juga dijaga sama Allah Aamiin.ā
Lampu kamar Hamzah aku padamkan dan kututup rapat pintu kamarnya.
Semoga Allah selalu menjaga anak-anak sholeh dalam lindunganNya, Aamiin.
Aku bergegas kekamarku lalu meraih Handphone. Ada 2 panggilan terjawab dari suamiku. Aku menelpon balik. Tidak ada jawaban. 10 kali aku coba tetap sama. Tidak ada jawaban baik dari suamiku maupun dari suara operator.
Ar-rahman, aku percayakan suamiku dalam penjagaanMu.
Jakarta ā Selama sembilan hari sejak 22 April 2016, rezim Suriah di bawah kendal Bashar Assad yang didukung Iran dan Rusia melakukan lebih dari 260 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta melukai ratusan lainnya. Demikian laporan satuan tugas kedaruratan warga Syria Civil Defence, yang dikenal secara internasional bertugas menolong korban-korban serangan militer yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun.
Akibat gempuran dan agresi militer itu, Sahabat Suriah salah satu LSM Indonesia peduli Suriah memaparkan bahwa untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 1 milenium (1000 tahun), masjid-masjid Aleppo tidak melakukan shalat Jumāat pada 29 April 2016. Demikian dilaporkan kantor-kantor berita diantaranya Asy-Syarq al-Awsath
āPenghancuran RS Al-Quds pada Jumāat, 29 April 2016 merupakan salah satu kejahatan militer, dari rangkaian yang panjang sejak lima tahun lalu,ā ungkap LSM Sahabat Suriah dalam rilisnya. Senin, (02/05/2016).
Tak henti-hentinya aku beristigfar dan bertakbir setelah membaca berita disalah satu Koran terbitan Jakarta. Ini hari ke 12 suamiku pergi ke Aleppo. Dia mendapatkan tugas untuk meliput berita disana. Aku sangat khawatir terhadap keselamatannya. Dia seorang wartawan yang professional terhadap pekerjaannya, meskipun itu beresiko terhadap nyawanya. Sebagai istri aku bertugas mendukungnya dan selalu mendoakan agar dia diberikan yang terbaik. Jauh dilubuk hatiku, aku tidak ingin Hamzah kehilangan ayahnya. Dia masih membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.
ā Bun, ayo kita berangkat kesekolah. Hamzah sudah siap nih.ā
ā Bunda kok sedih mukanya?ā
ā Ah, nggak kok. Bunda hanya kepikiran ayah. Kira-kira ayah sarapan apa ya. Kan kita disini enak sarapan nasi goreng sosis.ā
ā Ayah pasti kangen masakan bunda, itu yang paling ayah rindukan saat jauh dari rumah Bun. Kata Ayah pas sebelum berangkat.ā
ā Ohya, kalian kapan ya ngobrolinnya. Kok bunda nggak dengar sih?ā
ā Ada deh, rahasia. Eh, nanti malam bunda jadikan kasih tahu tentang rahasia memanah dari paman Hasan?ā
Hamzah tersenyum. Senyuman manis, seperti senyuman mas Riza.
ā Bun, sudah jam 8 nih. Ayo certain lanjutan kisah tentang kota Aleppo.ā
ā Sebentar ya sayang, bunda lepas mukena dan naruh Al-Quran dulu. Hamzah duluan kekamar ya.ā
Mas Riza sejak semalam belum ada kabar. Apa yang sebenarnya terjadi?
Handphonenya sama sekali tidak bisa dihubungi.
Aku merindukannya ya Rabb, semoga ini tidak berlebihan melebihi kerinduan kepadaMu.
ā Hamzah, bunda akan melanjutkan ceritanya. Sebelumnya bunda akan menunjukan foto sebuah masjid.ā
Aku membuka gallery foto. Menunjukan sebuah foto masjid yang berdiri kokoh di kota Aleppo. Setitik air mata tidak dapat ku hindari. Aku tidak tahu apakah saat ini masjid ini masih utuh berdiri dengan kokoh tiangnya. Atau sudah luluh lantak rata dengan tanah akibat serangan bom.
Buru-buru kuhapus titikan bening dipipi sebelum Hamzah menoleh kearahku.
ā Bagus Bun, ini masjid kota Aleppo?ā
ā Iya, di belakang masjid inilah paman Hasan mengajari Ali dan Amir untuk memanah. Rahasianya adalahā¦..ā
Aku menggantung kalimatku, sengaja karena usil ingin menikmati wajah serius dan lucu Hamzah.
ā Adalah bahwa memanah adalah olahraga yang dianjurkan Rasul selainā¦ā
ā Berkuda dan berenang.ā
ā Itu Hamzah udah pernah diceritakan ayah bun. Tapi ayah belum cerita manfaatnya.ā
ā Wah, kalau gitu biar bunda yang kasih tahu rahasia manfaat memanah. Yang pertama Hamzah bisa jadi lebih fokus dan konsentrasi. Yang kedua Hamzah bisa lebih sabar, nggak pemarah. Yang ketiga Hamzah jadi lebih ganteng.ā
ā Hahaha..ayah sama anak narsisnya sama nih.ā
ā Bun, Kok Paman Hasan yang ngajarin Ali dan Amir ? Bukan Ayah mereka aja?ā
ā Hmmm, ayah Ali dan Amir sedang memiliki misi besar untuk kerajaan. Ayahnya harus melakukan kebaikan untuk rakyatnya.ā
ā Hamzah mau belajar memanah bun, tapi sama ayah ya?ā
Aku bingung. Tertegun. Berpikir keras untuk memberi jawaban yang tepat.
āIya, Insya Allah nak. Kita tunggu sampai ayah pulang ya.ā
ā Emang ayah pulang kapan Bun?ā
ā Terus Ayah sebenarnya pergi kemana Bun?ā
ā Ke kota Aleppo ya Bun?ā
Ya Qowiy..hamba harus menjawab apa?
āBun, kok diem? Ayah beneran ke kota Aleppo ya? Belajar memanah supaya jago trus bisa ngajarin Hamzah?ā
Aku ikhlas.. Aku pasrah..Apapun ketentuanMu. Jaga Hamzah dalam lindunganMu. Dalam naungan kasih sayangMu.
ā Handphone Bunda bunyi tuh, Bunda dari tadi melamun aja. Biar Hamzah yang angkat ya.ā
ā Hallo..Assalamualaikum.ā
ā Alaikumsalam..Ayah, apa kabar? Ayah sedang dikota Aleppo ya? Sudah bisa memanahnya?ā
ā Iya, kok Hamzah tahu ayah sedang di Aleppo? Nanti sepulang dari sini kita belajar memanah ya. Doakan ayah selalu ya.ā
ā Baik yah, Hamzah tungguin ayah. Ini Handphonenya Hamzah kasih ke Buncan ya.ā
Aku hening. Tidak mampu berkata apa-apa. Tangis lebih dari segalanya mengatakan perasaanku.
Ā Stop Suriah Memerah Darah
Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Rasulullah Shallallahu āalaihi wa sallam bersabda:
āKeberuntungan bagi penduduk Syam,ā maka kami bertanya : āKarena apa, wahai Rasulullah?ā Beliau menjawab,āKarena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam)ā. (HR. at-Tirmidzi)
Hanya dalam hitungan jam sejak serangan hari Jumāat lalu (29/4), serangan berdarah yang menerjang Aleppo menuai kecaman jutaan publik dunia. Dua serangan bom udara dari puluhan lainnya yang selama sepekan menghantam Aleppo, dijatuhkan tepat ke sebuah rumah sakit dan klinik, hingga merenggut kurang lebih 30 korban jiwa dan sedikitnya 62 luka-luka, termasuk bayi dan anak-anak. Kabar buruknya lagi, serangan di rumah sakit tersebut merenggut nyawa dr. Muhammad Waseem Maaz, dokter spesialis anak satu-satunya yang tersisa di Aleppo.
Merespon hal tersebut, Insya Allah Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan segera dalam pekan ini menyalurkan bantuan senilai 1 miliar rupiah dalam bentuk pangan, obat-obatan, serta kebutuhan darurat lainnya secara bertahap. Bantuan tersebut akan disalurkan oleh Global ACTion Team #SOSSyria secara langsung ke Suriah.
Sejak 2012, Aksi Cepat Tanggap (ACT) setidaknya telah 6 (enam) kali mengirimkan tim kemanusiaan ke kamp pengungsian warga Suriah, baik yang di dalam Suriah maupun di perbatasan atau negara tetangga sekitar Suriah. Terakhir, pada 2015 lalu ACT berhasil mengirim tim dan menyalurkan bantuan langsung di perbatasan Turki, Jordania, Libanon, serta beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Yunani. Di tahun 2015 pula tim ACT berhasil masuk ke salah satu kamp pengungsian di Provinsi Idlibs di Suriah, tepatnya di Kamp Solahuddin.
ACT juga masih terus membuka kesempatan bagi Sahabat peduli yang ingin turut berkontribusi dalam bentuk apapun. Baik dengan menyebarkan info (awareness) maupun dengan berdonasi. Selain melalui rekening khusus Solidaritas Suriah atas nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap, Sahabat juga bisa berdonasi melalui Bukalapak & Kitabisa.
Kepada Sahabat peduli dimanapun Anda berada, mohon do'a dan dukungan tertulusnya agar misi kemanusiaan ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Semoga setiap uluran tangan kita, dapat meringankan beban penderitaan serta menghapus lara mereka..
Selamatkan masa depan para pengungsi Suriah dengan do'a dan donasi terbaik kita semua. Salurkan melalui tautan atau rekening-rekening berikut:
Mandiri # 164 0000 965 543
Bukalapak -> https://bit.ly/foodforsyria
Kitabisa -> https://kitabisa.com/helpsyria
@mbeeer @jagungrebus @urfa-qurrota-ainy @winaster @putputrihar @kurniawangunadi @prawitamutia @faldomaldini @azharnurunala