entah aku yang tak berkembang, atau ambisi dunia yang terlalu buru-buru, aku ingin enjoy menikmati tiap judul yang telah Kau tulis.
kelak di detik aku menginjak halaman terakhir, dapat berjumpa denganMu dalam keadaan terbaik
dago, 9 april
wallacepolsom
Keni
Xuebing Du
DEAR READER
tumblr dot com
h
Jules of Nature
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)
TVSTRANGERTHINGS

roma★
One Nice Bug Per Day

祝日 / Permanent Vacation

blake kathryn
Claire Keane
ojovivo

No title available
🪼

❣ Chile in a Photography ❣

Andulka
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Venezuela
seen from South Africa
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
@zidnlman
entah aku yang tak berkembang, atau ambisi dunia yang terlalu buru-buru, aku ingin enjoy menikmati tiap judul yang telah Kau tulis.
kelak di detik aku menginjak halaman terakhir, dapat berjumpa denganMu dalam keadaan terbaik
dago, 9 april
Fase Baru meminta untuk mengikuti anda!
surat terbuka untuk tuhan
mari bermain lagi, tuhan. atmosfer yg hampir membunuhku itu bajingan, dia sukses membuatku rindu.
tolong berikan lawan yang sepadan, yang sama-sama pandai berdoa dalam hening malam.
aku jadi winger ya, winger yg asik memujamu. semisal belum terbangun chemistry tak apa. setidaknya hamba masih ingat cara mencetak gol
amin
kuningan, 9 januari
aku ingin bermain catur dgn ayahmu, dan berkata:
"silakan kau ambil menteri dan ratuku. tapi tidak untuk putrimu"
Yogyakarta, 25 Desember
izin melapor,
perdetik ini, sudah kesekian kalinya aku melebur pada candu tawamu.
terima kasih, laporan selesai
karya tuhan memang tak pernah gagal;
sambekala magetan, dan kamu.
kambing jantan akan menandai teritorinya dengan buang air kecil di segala sisi, tapi kalau ‘kambing’ yang udah namatin sepak bola dan lagi side quest sana-sini, namanya Messi. The G.O.A.T is slowly signing out
-strootsy
hidup pada dasarnya hanya siklus kegiatan yg simpel; solat makan tidur, tapi kenapa untuk bersyukur sesulit itu?
kunci kegagalan adalah berusaha membuat semua orang senang
sesuatu yang kecil bila dilakukan secara collective akan menghasillkan sesuatu yang besar
-putriinayahe (film dokumenter apa gitu)
membandingkan dua keburukan tak membuat salah satunya menjadi baik
bolehkah kupanggil kau maghrib, nona?
sebab tiap matahari hendak pulang langitnya menyerupai parasmu
koran
aku gontai menyeret langkah karena bermodal paham saja tak mudah
lalu menepi di tiap sudut kota yang bertuliskan 'sedia koran' sebab bila 'sedia perasaan' pasti hanya angan bualan
kujelajahi tiap headline sembari berharap menemukan bagian diriku yang tersesat, lalu ku pergi lagi karena beritaku belum ku temui
pesantren waria
4 februari 2024, aku diajak ara (salah satu kawan kuliah) untuk pergi menyambangi pesantren waria. ya, pesantren waria. dua diksi 'berlawanan', pesantren dan waria. pesantren identik dengan para santri, kyai, pengajian, dan taat akan nilai-nilai keislaman sedangkan waria memiliki konotasi menyimpang terutama di wilayah sosial kita, hal tersebut karena adanya perbedaan antara dia dengan orang-orang pada umumnya. terlepas dari apapun itu, sekarang aku hanya ingin bercerita tentang yang simpel-simpel saja!. pukul 4 sore aku beserta ara dan yaya (adik tingkat kuliah) berangkat menuju pesantren itu yang berlokasi di deket mirota, ya pokoknya arah situ. dengan pengetahuan yang minim dan tanpa riset sebelumnya, rasa pertama yang muncul dalam lubuk hati ini adalah kagum, "ternyata waria-waria ini masih ingat Allah!". sesampainya disana rasa kagum itu semakin bertumbuh namun kali ini dibarengi dengan rasa takut dan bingung, lho, kenapa?. rasa itu muncul setelah mata ini memindai semua orang yang ada di dalam tempat itu. "yang waria yang mana saja, ya? "oh ternyata tidak semua waria, ya, disini?" "yang ini waria atau bukan?" "aku harus memanggilnya apa?, bagaimana nanti bila aku menyinggung perasaannya hanya karena salah memanggil?" gerutuku dalam hati perlahan, rasa itu mulai pudar karena aku berkenalan dengan salah satu orang yang ada di sana. namanya aprilia (tentu bukan nama lahir) asalnya dari nabire, papua tengah. ia tinggal di janti, dekat kontrakan lamaku dan kuliah di akademi penerbangan (seingatku). aku ingin mengulik tentang pesantren ini namun sepertinya aprilia bukan orang yang tepat karena ia pun baru bergabung ke pesantren ini kurang lebih 2 minggu yang lalu. lalu dengan memberanikan diri melawan ketakutan dan kebingungan itu (jangan diledek karena aku baru pertama kali berada di posisi ini) kutanya perihal ia nyaman dipanggil apa, ia akhirnya menjawab dengan senyum (mungkin memaklumi kecanggungan ini) "panggil saja mbak atau kaka senyamanmu saja". oh, ternyata mereka tidak se'jahat' yang kukira. pandanganku sebelumnya tentang takut menyinggung, offensive dan sebagainya ternyata engga. disana mereka belajar iqro, dan sangat sangat sangat antusias buat belajar, beneran antusias engga bohong. kemudian aku ditunjuk menjadi imam maghrib disana, sebuah kehormatan untuk dipercaya di tempat orang orang yang semangat mencari ilmu, apalagi ilmu agama. biar tulisan ini ada hikmahnya dan engga cuma wacingcong doang, aku mau tulis beberapa pelajaran yang bisa ku ambil dari pengalamanku ini; terlepas dari apapun pilihan hidupnya, ternyata dunia ini luas, amatlah luas. pada akhirnya perihal baik-buruk dan benar-salah itu sangatlah subjektif dan semestinya tidak berdampingan dengan hal kemanusiaan karena kemanusiaan di atas segalanya. maka di akhir kalimat ini akan ku tulis wasiat dari diriku untuk diriku sendiri: bermanfaatlah bagi sekitar tanpa menghakimi apapun kondisi hidupnya.
puisi hujan
teriak angin kencang
langit mulai menangis
aku mules, mau berak
kenormalan di tengah2 ketidak normalan akan dianggap tidak normal
terkadang, kesedihan lebih indah dari hampanya suasana hati