Bisakah MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah Menerapkan Pendidikan Inklusif?
         Pada tahun 2023, MAN Insan Cendekia kembali menerima peserta didik baru, lebih tepatnya generasi kedelapan, namun secara mengejutkan, untuk pertama kalinya MAN Insan Cendekia menerima siswa baru dengan kasus penyandang tunagrahita, secara tidak langsung, para warga MAN Insan Cendekia harus mulai beradaptasi dengan hal ini, namun sepertinya yang terjadi di lapangan tidak berjalan dengan baik.
         Dengan adanya kasus tersebut, pendidikan inklusi perlu diterapkan agar siswa tersebut dapat diterima oleh warga MAN Insan Cendekia, pengertian pendidikan inklusi itu sendiri adalah  sistem penyelenggaraan pendidikan yang terbuka bagi siapa saja, dengan latar belakang berbeda, serta kondisi yang berbeda. namun seperti yang saya jelaskan di atas, bahwasannya ini adalah kasus baru, dan MAN Insan Cendekia sendiri adalah boarding school, bisa kita lihat bahwa ini adalah tantangan yang besar bagi MAN Insan Cendekia.
Setelah melakukan beberapa wawancra dan opini dari mulut yang berbeda, banyak respon yang memiliki pendapat yang sama, salah satunya adalah siswa tersebut memiliki sifat keras kepala dan membuat para guru sulit untuk mengajari siswa lain karena harus focus pada siswa itu. Mengingat MAN Insan cendekia ini sendiri memiliki jam pelajaran yang mana masing masing pelajaran tidak memiliki waktu jam yang begitu lama, membuat siswa lain sangat terganggu dan merasa tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
         Jadi dapat disimpulakan bahwa, MAN Insan Cendekia belum dapat beradaptasi dan belum mampu menerapkan pendidikan inklusi, namun adapun saran yang dapat saya sampaikan, saya mendengar beberapa rumor jikalau system seleksi MAN Insan Cendekia sendiri tidak seketat tahun kemarin, jadi saya berharap MAN Insan Cendekia menerapkan kembali proses seleksi yang seharusnya ada dan ditambah dengan seleksi wawancara agar kita bisa melihat langsung calon siswa insan cendekia itu sendiri.






