Jadi gaes, kapan waktu itu, oooh beberapa hari sebelum aku ulang tahun itu ada seseorang dari suatu perusahaan ngechat aku via linkedin nanya availability dan interest ku kerja di perusahaan dia dengan posisi sebagai berikut dan minta CV ku. Yaaa sebagai job seeker yang emang butuh kukasih-kasih aja lah ya. Terus beberapa hari setelahnya aku diundang interview yang dikerubung 5 atau 6 orang, lupa, pokoknya ada banyak. Ngga lama kemudian aku dapat offeringnya yang kemudian aku reject karena 1. kontrak, 2. tidak ada cuti, 3. wfo, 4. posisinya rancu sedangkan aku ingin switching career ya.
Side story kenapa aku pingin career switch ke bidang data: ya interestku dari sebelum kerja di perusahaan sebelumnya memang itu ya shay. Tapi belum terealisasikan dan malah nyemplung di cloud. Kuliah kena paparan data data lagi jadi pingin balik lagi ke data dan direstui pula sama bojo yang gapapa aku kerja dari 0 lagi, tapi lagi build portfolio nih jadi belum actively apply2 di data. Pinginnya data engineer ya tapi I'm open to all positions.
Nah lanjut, dikejarlah aku sama seseorang yang ngereach aku ini. Offering dinaikin, dibilanglah flexible working hours, dibilanglah masih hybrid 3/2, dibilanglah kekeluargaan jadi cuti ngga harus musti setahun kerja dulu. Hm oke, menarik karena flexible working hours nya. Bukan apa ya ges ya, kan musti antar jemput kiwkiw cugugru.
Yodadeh bole kita coba. Sama bapak bojo cuma ditanyain, "Suka ngga rolenya? Job tasknya?" Eeeeeeeeeeng ngga bisa jawab suka sesungguhnya. Aku jawabnya, "Ya tapi dulu udah pernah sih, jadi bisa lah dijalani sekali lagi." Dengan isi hati yang masih mendamba-damba career switching.
Kenapa sih, ada apa sih dengan cloud. Karena otakku ga sampe ges. Scripting, python, IaC, container, CI/CD, microservices, migration, dsb. Buanyak banget teknologinya yang bikin aku overwhelmed dan ya simply ngga nyampe aja aku.
Terus 2 hari ini aku bulak balik ke kantornya untuk dengerin SoW dan penjelasan calon direct spv (kalau aku masuk). Kemarin sempat ditanyain mau teknikal atau managerial dan kujawab MANAGERIAL ndak mauuu aku teknikal lagi, ndak papa aku belajar agile scrum kanban ITIL ndak papaaaaaaa daripada belajar k8s, nomad, disuruh coding java, terraform, ansible, jenkins, puppet, chef, circleci, asbdkakhakhf berbusa weh nyebutinnya.
Tapi si mas-mas kordinatornya bilang, "Kita coba dulu di teknikal, nanti kalau kurang nyaman dan lebih match jadi PMO ya bisa diatur."
Bisa diatur = . . . isi sendiri.
In my little tiny heart I wished: ˢᵉᵐᵒᵍᵃ ᵃᵏᵘ ⁿᵍᵍᵃ ᵏᵉᵗᵉʳⁱᵐᵃ