Take a deep breath dari dunia sosmed sebentar.
Sweet Seals For You, Always
No title available
NASA

No title available
will byers stan first human second
Today's Document
🪼

gracie abrams
art blog(derogatory)
Xuebing Du
No title available
$LAYYYTER
𓃗
Noah Kahan
Fai_Ryy
todays bird

Product Placement
Sade Olutola
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

seen from Türkiye
seen from Poland

seen from Sweden

seen from South Korea
seen from France
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Ireland
seen from Germany
seen from Poland

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Sweden

seen from Australia
seen from Norway
seen from France

seen from Germany
seen from France
seen from Germany
seen from Armenia
@abaumma
Take a deep breath dari dunia sosmed sebentar.
Refleksi : Pola yang Berulang
Dulu pernah ada beberapa masa traumatik. Diserang, dituduh, diadudomba, kena gaslighting, dan orang tersebut playing victim. Sebagian memang ada yang tidak suka karena karakterku yang cenderung vokal dan tegas. Ada juga orang terdekat yang dilandasi rasa iri dengki, hidupku yang biasa-biasa ini dianggap sebagai saingannya. Aneh, dan ini yang paling mengejutkan.
Pertemanan sejak dulu kala, selalu supportif, real friends, yaa ga nyangka aja pernah merasakan pengalaman ini. Ketika sadar bahwa relasi ini toksik, justru tanpa sadar pola ini berulang. Berulang kali bertemu dengan sosok manipulator atau narsistik. Sampai aku dibuat ragu dengan value diri.
Aku sudah berdamai dengan yang dulu-dulu. Langkah awal memang cut-off. Cara berdamai ialah mencari tahu, mempelajari, dan sudah sampai di titik yang bisa memahami mereka dari sisi psikologisnya; mengapa mereka punya karakter dan bersikap demikian. Yaa berlalu aja gitu~
Aku mencari tahu bagaimana ciri manipulator/narsistik, sekaligus menghadapinya. Setelah proses belajar, aku bertemu orang yang benar-benar tidak menyerah untuk menjatuhkanku. Aku sudah mempelajari apa itu sikap grey rock, memang itu cara menghadapi tipikal mereka : menganggapnya tidak ada. Sampai akhirnya ia menyerah sendiri.
Namun, kenapa pola ini berulang lagi? Sampai bingung, apa ada yang salah dengan diriku? Padahal aku tak pernah mengusik kehidupannya. Orang lain membicarakan keburukannya, aku tidak berminat memberitahunya. Membicarakan dia di depan orang lain pun juga tidak.
Kesadaran pola yang beberapa waktu terakhir ini, bukan lagi di titik yang sakit hati atau hard feelings gimana-gimana. Namun, aku jadi dibuat berpikir dan bertanya-tanya, "Kenapa pola ini seringkali berulang? Padahal aku sudah mempelajari bagaimana menghadapi seorang manipulator/narsistik".
Akhirnya aku berinisiatif untuk bertanya pada chatgpt wkwkwk. Jawabannya adalah ...
Pola bertemu orang narsistik atau manipulatif yang berulang bukan berarti ada yang salah dengan diri Anda. Ini sering terjadi karena otak cenderung masuk ke pola relasi yang terasa familiar dari pengalaman masa lalu, meski pola itu tidak sehat. Hal ini adalah mekanisme bertahan hidup, bukan kelemahan.
Orang manipulatif juga tidak memilih target secara acak. Mereka tertarik pada orang yang empatik, reflektif, toleran, dan menghindari konflik—kualitas yang sebenarnya sehat, tetapi bisa dimanfaatkan oleh orang yang salah.
Seiring meningkatnya kesadaran diri, Anda menjadi lebih mampu mengenali pola ini. Jadi bukan karena orang toksik makin banyak, melainkan karena kepekaan Anda meningkat.
Tidak ada yang “rusak” pada diri Anda, namun mungkin ada pola perlindungan diri lama yang perlu diperbarui, terutama dalam hal menjaga batas dan mempercayai rasa tidak nyaman.
Yang perlu diubah bukan kepribadian Anda, melainkan kemampuan menetapkan batas sejak awal. Orang sehat akan menghormati batas, sementara orang manipulatif akan bereaksi negatif—di situlah seleksi relasi terjadi lebih dini.
Kesimpulannya :
- Pola berulang ≠ Anda bermasalah
- Anda tidak menarik orang toksik; mereka tertarik pada kualitas Anda
- Solusinya bukan menjadi dingin, tapi lebih tegas sejak awal
- Kesadaran ini adalah tanda proses penyembuhan dan pertumbuhan
Oh dari sini tercerahkan.. Satu hal yang aku bisa kontrol dari pengalaman yang lalu-lalu itu, saat difitnah; dicari-cari celah kesalahanku; mau menjatuhkanku, aku lebih memilih diam, tidak menjelaskan, tidak membela diri, cukup cut-off tanpa sepatah kata. Lambat laun, orang-orang di sekitarnya yang akan menjadi target selanjutnya itulah yang akan sadar, siapa yang problematik :)
Orang problematik sepertinya tidak suka ketenangan dan kestabilan orang lain. Jadi kalau ada orang suka nyenggol-nyenggol, bersikaplah netral, jangan mau diprovokasi, anggap dia tidak ada dan sikap liciknya tidak mempengaruhi hidupmu.
Cukup fokus memperbaiki hubungan dengan Allah, sebab, apapun bentuk kejahatan/kedzaliman orang lain terhadap diri kita, merupakan refleksi—dosa kita sebagai manusia; sebuah teguran supaya kita tetap mendekat pada Sang Pencipta.
Jakarta, 11 Januari 2026 | Pena Imaji
Parking garage structure at the (beautiful) Kansas City Public Library
Seseorang pernah bertanya kepada saya, "Jika waktu bisa diputar kembali 10 sampai 20 tahun ke belakang, apa yang akan kamu lakukan? Keputusan apa yang kamu ingin ubah?"
Dengan tegas saya jawab, "Saya akan menjalani hidup sama persis dengan apa yang saya jalani sampai detik ini. Pilihan di sekolah yang sama, tempat kerja yang sama, dsb."
Tentu dia bertanya kenapa. Lantas saya jawab, selain memang sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa kita ubah, saya tidak yakin bahwa anggapan sesuatu akan lebih baik jika ini dan itu di kepala saya, akan menghadirkan kondisi hidup lebih baik dari takdir yang Allah telah berikan.
Selalu ada makna dibalik setiap kejadian. Sesuatu yang di awal kamu bingung hikmah di balik pilihan itu, sampai kemudian hadiah dari kecewa, sedih dan amarah itu dibayar Allah dengan hadiah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benak manusia.
Saya tidak yakin, jika saya bisa mengubah masa lalu, kondisi hari ini akan jauh lebih baik dari yang saya alami. Maka pilihanny hanya satu, tetap melaju mengikuti ritme atas segala hal yang Allah berikan, sembari terus menangkap peluang kebaikan di depan sana.
Setidakny itu jauh lebih menenangkan, ketimbang berada dalam pusaran kekecewaan dan keputusasaan. Keputusan Allah adalah yang terbaik, meskipun sejuta mata menegasikannya.
Some of our cute version..
editor_dongwon
Ig : jst_dreaming
Summer ‘25 (some moments)
Tentang Momentum dan Kegagalan
Kalaupun suatu hari kamu merasa menyesali suatu keadaan, semoga itu hanya karena kamu tahu sebenarnya bisa memberikan yang lebih baik, akan tetapi tidak kamu lakukan, padahal kamu punya kesempatannya. Selebihnya, jangan terlalu disesali yaa.. :)
Dalam hidup, tidak semua hal selalu berjalan sesuai kehendak. Ada kalanya hal itu Allah mudahkan untuk hadir, namun tidak jarang juga sebaliknya. Ketika sesuatu tak tercapai, meski sudah diupayakan, ingatlah: itu hal yang wajar... Kamu bukan poros dunia yang segalanya harus kamu dapatkan saat itu juga.
Dan kalau suatu saat kamu menemui kegagalan, penundaan, atau kenyataan yang pahit, juga jangan langsung menyalahkan diri. Boleh kok merasa kecewa. Boleh juga merasa lelah. Itu semua adalah hal yang manusiawi kok, asal jangan menyatakan seoalah ini akhir dari segalanya..
Jangan biarkan rasa kecewa itu menetap, berlarut terlalu lama. Apalagi jika kamu sudah berjuang semampumu. Kamu layak memberikan penghargaan kepada dirimu atas ikhtiar yang sudah kamu upayakan, dengan sebaik kemampuanmu, meskipun hanya memberikannya istirahat sebentar, sebatas untuk menghela nafas :)
Dalam hidup, ada yang namanya momentum, yaitu momen di mana kamu berhasil, tumbuh, atau mencapai sesuatu. Tapi momentum itu tidak datang setiap saat. Ia adalah hasil dari paduan antara: kesempatan (waktu) dan kemampuan (daya).
Sayangnya, sering kali keduanya tidak datang bersamaan. Kadang ada kesempatan, tapi kita belum siap. Kadang kita sudah siap, tapi belum ada kesempatannya. Maka kalau gagal, bukan berarti kamu tak layak. Bisa jadi, itu memang belum momentummu. Sesederhana itu. Bukan untuk meremehkan rasa sakitmu, tapi agar kamu tahu, bahwa kamu belum selesai :)
Daripada larut dalam penyesalan, lebih baik bangun kebiasaan positif dari setiap kegagalan. Mulai dari mengevaluasi diri, "Kenapa belum berhasil kemarin? Apa yang bisa diperbaiki kalau nanti kesempatan datang lagi?" Tuliskan itu dalam secarcik kertas. Susun ulang langkah, dan kita coba lagi, oke?
Dan setelah semua usaha itu, berikan pesan terbaik untuk diri kita :
"Segala sesuatu sudah Allah siapkan dan atur. Aku sudah mengusahakan, dan berjuang semampuku. Jika hari ini belum berhasil, mungkin memang belum waktunya. Dan apa yang aku dapat hari ini, insyaallah adalah yang terbaik untukku."
Pelan-pelan saja. Kamu sedang bertumbuh.
may your next trip be to MAKKAH.
Some of our cute version..
may your husband be a man who lowers his gaze, raises his hands in du’ā for you, and leads you with the light of Islām. may Allāh write that kind of love in your qadr. آمین
— her.written.thoughts
Barakah is the ability to do more with less. Ask Allah to put barakah in your time, wealth, and energy.
“Take heed from lessons of those who were before you, before you become a lesson for those who will come after you.”
- Ibn al-Jawzi رحمه الله
[Kitaab Al-Lataa’if Fil-Waa’iz | Pg. 68]