Randomly aku menulis malam-malam. Saat ini aku sedang diluar kota bersama suami dalam rangka workshop dan seminar.
Saat aku bersih-bersih di kamar mandi, entah mengapa aku terpikir bagaimana pentingnya saling bersikap bersih dan rapi dengan pasangan, sebenarnya ini perilaku dasar si menurutku, yang layak untuk diusahakan setiap harinya.
Aku teringat saat aku duduk di SMP, SMA maupun kuliah, aku pernah sesekali melihat noda darah di kamar mandi, tisu berantakan (tidak dimasukkan ke dalam tempat sampah). Seringkali juga saat cuci tangan di wastafel restoran aku melihat sisa-sisa makanan didalam wastafel tersebut. Aku juga pernah sekamar dengan orang lain yang kalau kamar mandi basah/becek yang benar-benar menggenang, namun tidak ada inisiatif untuk dikeringkan dengan keset yang ada dalam kamar mandi.
Aku bersyukur, aku dan suami sama-sama memerhatikan hal-hal kecil seperti itu. Aku yang bila sedang haid dan ada masa-masanya sedang deras-derasnya, darah bisa menetes di lantai kamar mandi ataupun saat sedang mandi darah haid kadang darah ikut mengalir juga. Namun karena aware, aku selalu membersihkan dan memastikan tidak ada noda darah saat aku keluar kamar mandi. Dalam hatiku, aku ingin suamiku masuk kamar mandi tanpa merasa risih (walaupun aku tahu pasti, suamiku itu gak ada jijikan samaku). Kalau dianggap "Ah masa nikah kayak gitu, apa adanya aja lah". Sebenarnya pernyataan tersebut tergantung kondisi ya, kalau posisinya aku yang 2 tahun lalu pasca melahirkan dan suamiku memasangkan pembalut nifas atau membersihkan darah-darah nifasku yang tidak sanggup aku bersihkan dengan sempurna karena masih merasa nyeri misalnya, ya itu sangat dimaklumi, aku pun orang yang setuju bahwa suami wajib membantu istri apalagi pasca melahirkan.
Hanya saja, saat ini posisiku itu sedang gak hamil dan gak baru melahirkan. Jadi pernyataan "Apa adanya aja lah" itu menurutku tidak cocok ya. Bahasa kasarnya mungkin "Ya kalo situ emang sifatnya jorok yaudah jorok aja, gausah berlindung dibalik apa adanya", menurutku ya gaes.
Karena jujur ya, kurasa udah mulai langka orang-orang yang aware dengan kotoran dirinya sendiri. Di depan mataku, masih banyak orang yang cuci tangan itu, kotoran di tangannya dibiarkannya aja nyiprat ke dalam wastafel dan gak disiram bersih gitu sampai masuk ke lubang, aku selalu be like iyuh gitu gaes :"
Bahkan aku baru-baru ini nonton reels di akun yang masyaAllah rutin kegiatan buang sampah di sungai dan mereka menemukan, banyak pembalut di sungai, aku sampai gak tahu lagi harus bilang apa ...... kayak, "HA? Kok sanggup dicabut terus dilempar ke sungai ?!! Akalnya kemana?!" Padahal pembalut itu tinggal cabut, gulung rapi rapat-rapat pastikan sebisa mungkin dilengketkan balik walau gak lengket kali. masukkan plastik dan buang ke tempat sampah, sesederhana itu ya Allah ......
Ya balik lagi ya gaes, aku yang baru menikah 6 tahun ini, insyaAllah akan selalu membiasakan diri agar tetap menjadi pasangan yang pembersih dan rapi, tujuanku selain bagiku bersih itu menyenangkan, aku juga ingin menyenangkan suamiku. Aku ingin ketika suami masuk kamar, kamar mandi, buka lemari atau ambil sikat gigi, hal-hal rutin seperti itu, tidak terganggu dengan hal-hal yang merisihkan seperti kotoran nyangkut di wastafel, kloset yang ada menempel kotoran, dudukan kloset yang basah, lantai ada noda darah dan hal-hal kecil seperti itu.
Tidur dulu ya gaes, keasyikan becakap, 10 menit lagi sudah jam 23.00 rupanya.