[2015] About Me and VHS 7 (STM Pembangunan) Semarang #AditDC
Aku Aditya Dwi Cahyo, seseorang yang tidak peduli dengan orang sekitarnya (dulu). Aku sering berpindah-pindah sekolah. Pertama aku di SD N Karawaci Baru 3 (Tangerang), aku hanya menganggap 1 orang di sana sebagai temanku. Namanya Bani Ardan. Saat kelas 3 aku dipindahkan karena masalah keluarga. Aku pindah di SD N Kebonagung 1, lebih tepatnya di desa. Aku sedikit berubah, aku mulai berkomunikasi dengan teman-temanku.
Saat aku SMP aku bersekolah di SMP N 1 Tanggungharjo. Yah, sekolah yang menurutku bagus. Aku menemukan guru-guru hebat. Di Matematika ada Pak Robertus Soekarno dan di Bahasa Inggris ada Ibu Yossylia Dyah Mega. Jika diajar mereka kalian pasti langsung paham. Aku memiliki 1 rival di sana namanya Solikin. Yah, sayangnya aku hanya bertahan 1 tahun di sana.
Aku kembali pindah sekolah di SMP N 3 Mranggen yang dulunya RSBI. Aku masuk di Kelas Reguler, aku menemukan rival baru namanya Iiq Chriza M. Dia dulu hebat dalam bidang IT. Sampai pada kelulusan tiba aku ditanyai olehnya, “Kamu mau masuk mana? SMA apa SMK?” “Entahlah”Jawabku. Dia terus menyarankanku untuk masuk ke SMK dan aku bertanya, “Kalau masuk SMK, kita masuk SMK mana?” Dia menjawab, “SMK N 7 Semarang”. Kami bersama-sama berjalan ke sekolah tersebut dan aku berpikir kalau tidak ada yang special di sini.
Sampai pada pendaftaran tiba aku bercanda dengannya. Aku berkata aku ingin masuk ke SMK 3 Semarang. Aku kaget, ternyata dia menganggapnya serius. Saat aku mendaftar di SMK N 7 Semarang dia malah masuk SMK N 4 Semarang. Aku berkata padanya, “Gak papa lah. Sebenarnya aku juga mau masuk ke sana ambil jurusan Animasi.” Akhirnya kami tidak bertemu lagi. Saat test tertulis aku duduk di kursi bagian depan karena aku tidak kenal dengan siapapun di sini. Aku tidak bisa mengerjakan soal-soal produktifnya. Seseorang di samping kananku sebenarnya ingin memberikanku contekan tapi aku mencoba berusaha sendiri.
Sampai saat pengumuman tiba, saat aku cek ternyata namaku tidak tercantum. Aku kembali ke sekolah itu dan melakukan pencabutan berkas. Tapi saat aku ingin mencabut berkasku seorang yang berada di sana berkata, “Berkasmu gak ada. Coba deh cek jurusan ke-2 nya.” Aku langsung berdiri ke papan pengumuman dan ternyata benar. Aku sempat bersyukur karena aku bisa masuk, karena jika aku gagal mungkin aku akan masuk ke sekolah swasta. Di sini aku masih meningkatkan kemampuan IT-ku. Saat aku kembali bertemu Iiq ternyata ilmunya berada di bawahku. Dia ternyata fokus dengan jurusannya.
Jujur saja aku sangat bersyukur masuk di jurusan Listrik index 2. Teman-temanku yang sekarang sangat hebat dan mereka sangat istimewa bagiku. Jiwa kebersamaan mereka tinggi, dan tentunya pekerjaan yang dilakukan di Jurusan ini tidak mungkin dilakukan seorang diri karena sangat berbahaya. Di SMK ini aku menemukan guru bahasa Inggris yang cukup hebat namanya Mr. Charna. Kita hilangkan negatifnya dan hanya mengambil sisi positifnya. Mungkin suatu hari aku akan kembali lagi ke sini. Mungkin sebagai pengunjung, atau seorang guru dari MPDU atau Jurusan atau mungkin BK atau mungkin menjadi Kepala Sekolahnya. Tapi aku akan kembali masuk ke sini untuk melihat kelanjutan kisah dari SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang yang di resmikan oleh Presiden Soeharto.
- About VHS 7 (STM Pembangunan) Semarang
SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang. Yang dulunya adalah sebuah lahan kosong dan di bangunlah Sekolah ini. Sekolah ini terbagi pada 8 daerah di Indonesia dengan nama yang sama yaitu STM Pembangunan. STM dengan masa waktu 4 tahun yang tersebar di Indonesia dan di resmikan oleh Presiden Soeharto sendiri. 8 daerah itu sendiri adalah Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Ujung pandang, Bandung, Pekalongan dan Temanggung. Program pembangunan pemerintah yang bernama PELITA 1 (Pembangunan lima tahun pertama) berencana membuat “Proyek Perintis Sekolah Teknologi Menengah Pembangunan” dan mereka berhasil. Peresmian awal di Jakarta pada bulan pertama lalu Semarang, Yogyakarta, dst. Dari 1971-1973 riwayat sekolah bisa di baca di masing-masing sekolah.
Saat masih bernama “Proyek Perintis STM Pembangunan Semarang” semua guru di dalam sana mengenakan jas (bukan baju PNS). Mereka terlihat berwibawa, “kepala sekolah” dulu bukan dengan sebutan “kepala sekolah”. Saat itu semua jurusan masih terpecah belah. Seperti Bangunan Air, Bangunan Gedung, dsb. Setelah namanya berubah menjadi STM Pembangunan Semarang hampir semuanya berubah. Saat sekolah ini benar-benar menjadi “STM” sekolah membuat Tata Tertib.
Tata Tertib Sekolah ini di buat dan di bicarakan bersama oleh murid. Setelah mereka semua setuju, mereka meminta persetujuan dan peresmian dari warga sekolah. Tanda tangan dari OSIS, Kesiswaan, dan Kepala Sekolah. Peresmian Tata Tertib STM ini di lakukan saat upacara bendera dilaksanakan. Semua warga sekolah setuju karena semua tata tertib itu hasil pemikiran mereka sendiri. Saat STM ini di beri nomor 7 oleh pemkot semarang. Akhirnya berubah nama lagi menjadi SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang dengan tidak menghilangkan nama STM Pembangunan.
Ternyata semakin berganti tahun kualitasnya semakin menyusut (Kabarnya) sampai sekarang. Dulu SMK ini bisa berkompetisi sampai Internasional sekarang masuk Nasional saja susah. Memang dulu hampir semua guru-gurunya lulusan luar negeri tapi apakah itu menjadi sebuah alasan? SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang ini dulu pernah ingin dipindahkan oleh pemkot Semarang. Tapi beberapa tokoh yang membela sekolah ini bisa mempertahankan sekolah ini berdiri di tempatnya sampai sekarang. Tokoh-tokoh itu bukan cuma maju ke pemkot semarang tapi juga sampai ke pemerintah di Jakarta. Setiap hari mereka berdemo untuk mempertahankan SMK ini. SMK yang lain tidak peduli dengan SMK ini mereka malah menutup gerbang sekolahnya.
Jika ada yang bertanya, “Siapa tokoh-tokoh itu?” Jangan tanya aku, tanya kepada mereka. Mereka masih hidup dan masih mengajar kalian di SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang ini. Seorang guru PKN yang bernama Bu Handayani, dan sebagainya. Mereka melakukan itu demi mempertahankan sekolah ini. Sekarang jika sekolah ini hancur karena siswanya apa yang akan mereka rasakan? Yah, Inilah SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang beberapa konflik di dalamnya yang membuat SMK ini turun peringkatnya. Tapi konflik itu juga membuat SMK ini menjadi terkenal. SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang yang sesugguhnya. SMK yang menjadikan DISPLIN sebagai Nafasnya, dan menjunjung tinggi Kejujuran. Walaupun sudah semakin pudar belum terlambat untuk mewarnai ulang sejarah ini. Dalam prediksi yang aku buat yaitu dalam waktu dekat SMK ini akan sama tingkatannya dengan SMK lain. Prediksiku bisa saja salah, tapi harus dengan kualitas siswa-siswinya yang bagus. Mereka yang menjunjung tinggi sekolah ini dan merubahnya ke arah yang lebih baik dari sejarahnya.
Kunci awal di SMK ini adalah Kepala Sekolahnya, aku berharap Kepala Sekolah di Tahun 2018 akan lebih baik lagi bukannya lebih buruk dari yang sekarang. Bukan cuma kepala sekolah tapi juga warganya. Semua harus memiliki jiwa kepemimpinan. Seorang Pemimpin yang tidak takut mengutarakan pendapat, yang berani mengambil resiko demi sekolah ini, pemimpin yang bukan hanya bicara saja, pemimpin yang aktif, pemimpin yang kreatif, pemimpin yang bisa di percaya dan bertanggung jawab. Aku berharap angkatan 2016 lebih baik dari angkatan-angkatan sebelumnya dan harus bisa lebih baik dari sejarahnya.
- Saya Aditya Dwi Cahyo dari SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang mengucapkan Selamat Tahun baru. Semoga Tahun esok lebih baik dari tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya (baik diri kita sendri maupun orang lain). –
Sumber About VHS 7 (STM Pembangunan) Semarang:
Sejarah STM Pembangunan (Google), Sejarah SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang (Guru, Kesiswaan dan Alumni STM Pembangunan Semarang), Sejarah Tata Tertib STEMBASE (Pak Imawan), Sejarah Pemindahan sekolah (Bu Handayani - Guru PPKn, Bu Sari - Guru b. Indonesia), Tentang Kepala Sekolah 2013 (Di rahasiakan).