Tidore, 1 Januari 2018
No title available
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
h
đ
noise dept.
Keni

if i look back, i am lost
Fai_Ryy
trying on a metaphor
todays bird

Product Placement
taylor price
KIROKAZE
I'd rather be in outer space đ¸

romaâ
Game of Thrones Daily

pixel skylines

titsay
Today's Document
seen from Japan
seen from South Korea
seen from United States
seen from United States
seen from TĂźrkiye
seen from United States

seen from Canada

seen from Canada
seen from United States

seen from TĂźrkiye

seen from Australia
seen from Colombia

seen from France
seen from Brazil

seen from South Korea

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@adlinakarisyah
Tidore, 1 Januari 2018
Persona
Kenapa kamu kupu-kupu suka bertindak sesuka hati. Tiba-tiba berterbangan untuk sesuatu yang otak ini saja belum mampu mencerna maksud dan maknanya.
Lalu kenapa juga kamu sendiri suka bertindak sesuka hati. Datang kemudian berlalu tanpa aba-aba.
Mungkin memang harus diri sendiri yang bertindak lebih terkontrol, supaya semua berjalan aman tanpa ada suatupun yang merasa dirugikan.
Tidore, 14 November 2017
Salah satu pencapaian dari kebiasaan yang terbentuk atas dasar mencari hiburan di pulau ini.
Akan tiba waktunya, kamu tahu klem mana buat yang mana. Amin.
Rasa
Kompleks adalah dimana suka dan tidak suka pada sesuatu menjadi hal yang sama menyenangkannya. Ketika berharap akan sesuatu yang hampir pasti tidak terjadi tetap lebih menyenangkan dibandingkan menerima kenyataan. Dan menyambut kembali orang yang hampir selalu membuat kamu menyerah tetap menjadi pilihan utama dibanding menyimpan tenaga dengan benar-benar menyerah. Ada yang bilang akan sulit dekat padaNya kalau kita masih berkutat pada perasaan, tetapi bukankah manusia cuma bisa berusaha dan berdoa, sedangkan Dia yang maha pembolak-balik hati?
Internship #1
Setelah 2 tahun klinik terbiasa jaga malam dan menangani pasien dibawah supervisi konsulen atau residen, saya baru tahu rasanya bertanggung jawab penuh pada pasien. Bagaimana sulitnya mendapatkan anamnesis yang mengarah pada asesmen yang mendekati tepat, melakukan pemeriksaan fisik yang lege artis sekaligus menginterpretasikannya, menentukan penunjang diperlukan (supaya nggak menghabiskan klaim BPJS untuk pemeriksaan yang nggak perlu hehe), sampe akhirnya memutuskan terapi dan perlu tidaknya konsul ke konsulen terkait. Nggak pernah terbayang sebelumnya kalau budaya akan jadi barrier buat saya (merasa cukup berkompetensi budaya) sampe saya bertemu pasien yang beneran nggak bisa bahasa Indonesia dan cuma bengong ngeliatin saya ketika saya mulai tanya-tanya. Ada juga pasien yang berkali-kali saya tanya ulang siapa yang nggak ngebolehin makan karena sebelumnya si ibu bilang "Saya tara boleh makan dok". Berulang-ulang saya tanya sampe seorang perawat menghampiri (baca: menyelamatkan) saya dengan menjelaskan kalau tara boleh itu maksudnya tara bisa atau nggak bisa. Dulu juga saya ingat pernah ketemu konsulen muda di sesi KKD yang begitu bangga dengan kemampuan pemeriksaan fisiknya. Saya optimis sekali saat itu kalau seiring berjalannya waktu, kemampuan saya pasti bertambah. Nyatanya, terlalu banyak distraksi yang membuat pemeriksaan fisik tidak semudah teorinya. Pasien yang terlalu kesakitan, sulit berbaring atau duduk, bising di ruangan ketika sedang auskultasi. Belum lagi menginterpretasi apa yang sudah didapat dari pf itu sendiri. Beri aku 100 soal ukmppd yang interpretasi pf nya sudah jelas daripada 1 vt yang hingga kini rasanya masih sebatas hangat dan kenyal. Belum lagi persoalan administrasi. Perlu pengantar ini, surat itu, prosedur ini dan itu. Ini masih di Tidore, yang meskipun pasiennya kebanyakan masih sesuka hati tapi saya yakin tidak se demanding pasien di Jakarta. Tapi saya yakin ini bagian dari pembelajaran. Saya yang selalu optimis ini yakin bahwa perlahan tapi pasti kemampuan pasti akan meningkat, selama masih ada keinginan belajar. Karenanya doa yang tidak pernah putus adalah supaya apa yang saya pelajari akan bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan pasien saya kelak. Amin.
Rahasia
Tulisan ini tentang cita-cita.
Belakangan ini hobi saya adalah menonton Youtube. Seringkali berakhir kurang produktif, tapi hari itu saya tertarik menyaksikan video Ted. Derek Sivers, âKeep your goals to yourselfâ judulnya. Pak Derek bilang, intinya bahwa ketika kamu menceritakan cita-cita, mimpi, harapan, you name it, secara psikologis, beliau sebut itu social reality, kamu akan merasa kalau semua itu sudah tercapai. Dan karena kamu sudah merasakan kepuasan dari itu, motivasi kamu akan berkurang untuk bekerja keras mencapai cita-cita dengan sebenar-benarnya.
Sebagai pribadi yang hobi bercerita, saya sedih. Saya berkeputusan untuk menerima pemikiran dari Pak Derek dan mulai lebih berhati-hati dalam menceritakan cita-cita saya kepada orang lain.
Jadi yang akan saya tulis hari ini bukan tentang cita-cita saya. Tapi tentang jalan saya menemukannya.
Selama empat tahun kuliah, saya tidak pernah terpikir untuk mengambil pekerjaan sampingan. Alhamdulillah, semua cukup dan selalu ada pada waktunya. Hingga di saat memasuki tahun terakhir kuliah ini, saya berpikir bahwa mungkin sudah waktunya saya berusaha memenuhi kebutuhan saya sendiri. Tangan bersambut, saya masih ingat betul job pertama yang saya dapatkan. Membantu PPDS IPD menyelesaikan EBCR nya dalam dua hari. Job perdana itu berhasil saya selesaikan tepat waktu bersama dengan tiga teman lainnya. Job  berikutnya datang dan datang lagi. Sebenarnya selalu ada kekhawatiran bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut akan mengganggu ritme belajar saya. Bagimana tidak, keharusan saya membaca materi PPDS, trainee, bahkan konsulen, menerima telepon, whatsapp, atau SMS kapanpun saya dibutuhkan, mengejar deadline mereka, kadang menyempatkan bertemu untuk diskusi di sela-sela jadwal klinik yang biasanya cukup padat. Lelah, tapi tanpa sadari, saya sedang berusaha keluar dari zona nyaman saya. Saya belajar tentang penelitian, EBCR, statistik. Hal yang sejak preklinik selalu saya pandang sebelah mata. Tapi ternyata lebih dari sekadar penting. Benda yang dulu asing, kini terasa lebih bisa dijangkau.
Dan ternyata kata Fabienne Frederickson, âThe things you are passionate about are not random, they are your callingâ. Â Pernah merasakan itu? Entah bagaimana satu dan lain hal memenuhi otakmu, melepaskan dopamin dari ujung-ujung neuron, dan sesekali membuat kupu-kupu di perutmu berterbangan. They are your callings. Mimpi dan cita-cita itu tidak ada batasannya. Karenanya saya masih terus melatih pancaindera saya agar lebih sensitif menerima panggilan-panggilan itu.
Teruntuk cita-cita, tetaplah ada di atas kepalaku. Sedikit jauh agar semangat terus menggebu, tetapi cukup dekat supaya selalu dalam jangkauanku.
Teman
Donât you ever take it for granted.
Saran sederhana untuk siapapun yang membaca tulisan ini. Meskipun implikasinya sama sekali tidak sederhana.
Karena artinya, kamu tidak boleh lupa tanggal ulangtahunnya, jangan alibi menjadi yang terakhir di hari itu, jadilah yang pertama! Artinya juga, bukan membalas chat nya dikala senggang, tapi buat waktumu senggang untuk membalas chatnya. Ini juga berarti kamu siap membelanya setengah mati di depan semua orang, walau di belakang kamu tetap menasihatinya, in a nicest way you can. Dan ini berarti, kamu siap kapanpun ia membutuhkanmu. Kapanpun.
Karena pada akhirnya, selain Tuhan dan keluarga yang selalu ada di sisimu, kamu hanya punya mereka. Bukan segala karya yang sedang kamu usahakan, bukan pula mimpi yang sedang kamu cita-citakan.
Happy 74th birthday!
dan semoga apapun yang sudah diajarkan, akan menjadi amal ibadah yang terus mengalir untuk bekal menuju surga. sampai ketemu di mimpi malam ini :)
You are the finest, loveliest, tenderest, and most beautiful person I have ever known, and even that is understatement. -F. Scott Fitzgerald
Forensik
Aku gasuka pegang-pegang dan deket-deket kamu, tapi aku ga rela ninggalin kamu :''''''''
Konsulen baik, ppds super baik, sekre ultra baik. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?
Welcoming Clinical Year
Jadi ceritanya besok hari perdana beneran masuk stase, semoga lancar-lancar aja, kalopun ada kerikilnya semoga tetep bisa dilalui dengan baik. Same wish goes to you all, dear 2011. Break a leg! Bismillah
Gavray, France (by brunojoue)
Kehidupan Klinik
Tiga tahun! Dua puluh satu modul pre klinik, dua OSCE, tiga PSAF, sekian kepanitiaan. Dan sekarang masuk fase baru dalam usaha menyelesaikan sekolah kedokteran ini, kehidupan klinik. Lagi, karena bismillah ada pengharapan terbesar yang ada, mari mulai FCP dan sebelas rotasi kedepan dengan bismillah. Nggak minta macem-macem kok, cukup lulus dengan baik, nggak pake nyangkut, nggak pake kesandung hal-hal yang nggak perlu. Jadi pastikan kepala cuma lihat kedepan dan jalan lurus nggak belok-belok ya amin!
oh jadi gini rasanya