Jadi dewasa tu berat banget ya :")
Sesak.
hello vonnie
taylor price
h
untitled
No title available
Interview Vampire Daily
Doug Jones
Lauren Shippen

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

Origami Around

blake kathryn

TANKHALL
cherry valley forever
Keni
Show & Tell
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Today's Document
art blog(derogatory)
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from Vietnam
seen from Italy
seen from Türkiye
seen from Vietnam
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Canada
@adwiyatunnafisah
Jadi dewasa tu berat banget ya :")
Sesak.
Malam ini rasanya kututuo dengan perasaan lega.
Aku rindu bercakap cakap tanpa tahu waktu,
Tuhan mengizinkannya.
Percakapan panjang dengan teman akrab, meski sudah setahun tak bertemu, kami tetap punya koneksi satu sama lain.
Ternyata begini ya pertemanan era 30an,
Kami saling mendengarkan, menertawakan, mempukpuki satu sama lain, berbagi cara pandang dan melihat segala sisi.
Ah, percakapan yg selalu diakhiri,
Ini ya rasanya jadi dewasa.
Terimakasih sudah menemaniku bertumbuh.
Mari kita pergi ke waktu yang lebih jauh lagi, bersama . :")
-Tengah malam usai percakapan panjang
14 April 2026
Adwiyatunnafisah
Ada perasaan rindu,
Halus dan tipis tapi lama lama mencuat dan sesak.
Aku sudah berbeda, bentukku baru.
Tapi bolehkah aku rindu?
Saat aku bersenandung tiang sambil mengepalkan uang jajan di tangan,
Saat aku pulang disambut makan siang dari orang tersayang,
Atau bolehkah aku rindu saat aku tidur pulas di hari Minggu tanpa khawatir menu harian
Saat aku sibuk menulis puisi2 indah sambil melamun di depan pemandangan yg tidak begitu indah .
Tapi memang semua ada masanya
Semua emosimu valid mi, boleh.
silahkan rindu semaumu.
Dengan Nama-Mu
Yang berat sudah kami pikul, yang mampu sudah kami tunaikan, yang tidak sanggup kami letakkan di hadapan-Mu.
Apa yang retak, Engkau yang merawat. Apa yang tertinggal, Engkau yang menenangkan. Apa yang tak terucap, Engkau yang memahami bahkan sebelum ia menjadi doa.
Dengan menyebut nama-Mu, kami melanjutkan hidup. Kami masuki bulan penuh rahmat dengan hati yang telah ditempa.
Jika hari-hari ke depan masih berat, cukup jadikan kami tidak zalim dan tidak kehilangan arah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Capek. Capek banget.
Ada perasaan rindu,
Halus dan tipis tapi lama lama mencuat dan sesak.
Aku sudah berbeda, bentukku baru.
Tapi bolehkah aku rindu?
Saat aku bersenandung tiang sambil mengepalkan uang jajan di tangan,
Saat aku pulang disambut makan siang dari orang tersayang,
Atau bolehkah aku rindu saat aku tidur pulas di hari Minggu tanpa khawatir menu harian
Saat aku sibuk menulis puisi2 indah sambil melamun di depan pemandangan yg tidak begitu indah .
Tapi memang semua ada masanya
"There is no person who Will understand how crowded your thought Except your self, even the person who always sleep besides you"
-adwiyatunnafisah-
Hari ini , akhirnya memulai kembali kebiasaan dulu yang tak pernah dilewati setiap hari. Menulis jurnal. Atau bahasa dulunya , diary.
Mulai dari membeli buku catatan baru, kemudian ku tulis ini di halaman pertama:
Mungkin catatan hari-hari ini hanya sebuah catatan dan hari-hari biasa. Memasak, menemani anak-anak bermain, membereskan rumah yang tak kunjung rapi, berkutat dengan rengekan anak-anak, tangisan bayi, dan pekerjaan rumah yang tak kunjung habis.
Tapi, ketika kamu membacanya lagi, 10 tahun mendatang, catatan itu menjadi sebuah kenangan manis. Anak-anak yang mulai pubertas, meremaja dengan cepat, lorong dan ruang main rumah yang mulai sepi karena anak sibuk bermain atau sekadar les di luar rumah.
Akan kau temukan dirimu bertumbuh, tentang perasaan-perasaan yang kamu alirkan setiap hari di sini, tentang rasa syukur yang tiap hari kau upayakan, tentang rasa pahit yang kau telan dengan segala rasa.
Akan kamu temukan perasaan haru, syukur atau bangga. Bahwa seberat apa pun hari-hari ini ternyata dapat kamu lalui dengan izin-Nya.
Jadi, jangan ragu untuk menuliskannya di sini, agar kamu ingat bagaimana kamu bahagia, sedih, takut, marah, dan perasaan-perasaan lainnya pernah hadir di hidupmu.
Agar kamu tidak lupa, bahwa anakmu tidak tiba-tiba jadi remaja dan dewasa.
Bahwa ia pernah menangis karena sebuah permen, agar bisa kau ceritakan lagi itu pada mereka yang saat itu mulai meremaja.
Jadi, mari tuliskan di sini ya, bagaimana hari-harimu yang biasa ini. Sebuah motivasi.
—
8 Juni 2025
-Adwiyatunnafisah-
#diary #dailyjournal #momandwife
Ternyata disini tempat luapan hati hati manusia yang cerah bersinar di halaman sebelah. Yang "feed" nya berisi makanan enak, hidup mewah dan list highlight rekomendasi restoran mewah.
Ternyata disini luapan hati hati manusia yang tidak pernah terdengar kabarnya atau bahkan sekedar mengintip halaman sebelah.
Mungkin
Karena orang sudah lelah mencari muka di halaman sebelah. Ada berbagai macam penilaian kejam tentang hidup harus seperti apa. Rasanya seperti orang yang bersemangat sekali menelanjangi luka luka orang lain. Tentang bersaing memberi skor akhir pada foto foto dan video di hadapannya bak juri di lomba lomba.
Dan yang baru saja ku sadari,
Bahkan baru 5 menit aku membolak balik halaman berandaku, ku liat luapan hati hati yang sesungguhnya disini :").
Untuk kamu, yang saat ini aku malu menyapa kembali. Apapun yg terjadi di hidupmu, semoga dadamu lapang menerimanya, meskipun harus terisak dan butuh waktu untuk berdamai.
Terimakasih sudah bercerita disini.
Satu satunya halaman yang bisa kumaknai agar tetap berkoneksi dengan mu , teman lama :).
Jakarta menjelang Maghrib
12 Mei 2025
-Adwiyatunnafisah
Low maintenance Friendship
Sejak dulu, aku selalu percaya bahwa pertemuan sesederhana apapun bukanlah kebetulan, siapapun yang pernah hadir, berkelindan, atau sejenak hadir adalah sebuah takdir yang telah digariskan.
Aku tumbuh menjadi gadis yang suka sekali berteman.
Lingkaran lingkaran pertemanan yang entah berapa jumlahnya ketika perkuliahan, teman organisasi, teman makan siang, teman tugas kelompok, teman curhat , teman sejak SMP, teman kajian atau teman teman yang bahkan virtual komunitas WhatsApp.
Rasanya aku tak keberatan memiliki begitu banyak lingkaran, aku dengan mudah menyesuaikan suasana, obrolan dengan setiap teman yang kutemui.
Aku dengan senang hati menemui mereka, bercerita dan melakukan hal yang ku suka.
Aku si extrovert yang merecharge energi ku ketika bertemu orang lain, sungguh menikmatinya.
Senin sampai Minggu bertemu orang yang berbeda, mengobrol dan bercerita dengan siapa saja, aku suka.
Kemudian, kami sama sama melanjutkan kehidupan, lulus kuliah, bekerja dan menikah.
Sebuah proses kehidupan yang akhirnya bergulir sesuai waktunya.
Kemudian ku Sadari dengan pasti, bahwa lingkaran lingkaran itu kini mulai mengecil, semakin menyempit dan semakin sedikit.
Ku sadari penuh bahwa setiap orang berhak datang dan pergi.
Satu persatu yang dulu dekat, kini terasa asing, pertemuan yang tadinya setiap hari, setiap Minggu atau bulan kini setahun sekali saja belum tentu.
Ada yang kita upayakan agar tetap menjadi lingkaran, tapi apa daya , kesibukan dan mungkin dan takdir membuat kita akhirnya menjadi terasing.
Ada pula yang mungkin memang tak sengaja kita abaikan dan kemudian memang sudah garis takdirnya sampai disini.
Tak ada yang salah, memang setiap orang Tuhan hadirkan ada masanya.
Sampai akhirnya, dari sekian lingkaran lingkaran itu, ada sisa satu - dua, yang kita jaga betul betul , karna kita merasa begitu berharga.
Lingkaran lingkaran itulah yang melihat dan menemani kita bertumbuh dari masa ke masa. Yang membuat kita sadar bahwa waktu berlalu lambat, karna setiap melihat mereka, kita tahu pasti bagaiman kita tumbuh dan berkembang, bertahan dan bangkit.
Lingkaran yang membuat kita menyadari bahwa kita pernah ada di masa yg begitu sulit, tapi sekarang nampak baik baik saja.
Pertemanan yang mungkin tak butuh lagi hadiah, ucapan atau pertemuan rutin, tapi hangat ketika bercakap cakap, saling mengerti dan memahami.
Pertemanan yang membuat kita nyaman menjadi diri kita sendiri, yang membuat kita serasa pulang ke "rumah".
Pertemuan yang bukan lagi butuh kata motivasi, tapi tatapan empati dan pelukan hangat menjadi ruang yang cukup untuk mendesah sejenak.
Lingkaran yang berharga. Yang kita jaga agar terus sampai nanti. Agar kita menua bersama.
"setidaknya sekali dalam seumur hidup, temukanlah teman yang baik, agar kamu tau betapa berharganya kehidupan"
Jakarta, 18 November 2024
-Adwiyatunnafisah
Processing...
Dari dulu, ku sulit mencerna apa makna dari kata proses, bertumbuh dan berkembang..
karena aku merasa diam di tempat. Apalagi jika mengingat masa-masa sulit, aku yang rasanya ingin melewati satu hari saja dengan baik mana pernah berfikir tentang bertumbuh, berkembang atau berproses..
yang kutahu, menutup hari dengan tanpa luka yang mendalam meski terseok adalah hal yang ku syukuri.
setelah nekat keluar dari sarang yang membuatku sesak, perasaan lega bercampur setengah patah membayangi.
harus ku ingat, perasaan rendah diri, kehilangan kepercayaan diri untuk dipercaya berkecamuk saat itu.
butuh waktu sampai akhirnya aku menemukan diriku lagi. Meski tentu bukan aku yang dulu. aku dengan bentuk yang baru.
Harus ku syukuri lebih dari satu atau berkali-kali, bahwa dukungan dari orang orang yang menyanyangiku adalah kekuatan yang membuatku akhirnya kembali percaya dengan diriku sendiri,
Aku juga pantas kembali belajar,
Aku pantas mengepak lagi, meski pelan sekali.
Aku pantas bahagia,
Aku pantas dipercaya.
Aku bisa.
Rasanya kata-kata motivasi yang dulu kulihat hanya sekilas, kini jadi kian bermakna.
Memang benar kata orang, bahwa semua ada masanya.
Ada masanya kita merasa bisa melakukan segalanya. Merasa di titik puncak, bisa segala rupa.
Namun ada masanya, kita terseok, terjatuh, bertahan atau bahkan hancur.
Tuhan maha bisa.
Jadi jalani hidup sebaik-baiknya
Apapun peranmu, peranku, biar semesta dan tuhan yang menilai, sampai mana kita harus bertahan dan berjalan.
Aku yang baru saja tumbuh dengan bentuk yang baru.
11 juli 2024.
Adwiyatunnafisah.
Katanya ini hari ibu. Tapi,
Tau ga sih? Atau pernah ga sih? Punya rasa kekesalan yang memuncak2, Ya allah, rasanya hari ini lagi ga mood banget liat kondisi rumah tuh.
Dari pagi udah males ngapa ngapain, bangun tidur scrolling, sarapan sisa makanan semalem diangetin.
Terus siangan dikit mandi, ke alfa, jajan dan makan snack barenghilwa.
Sepanjang jajan di alfa tuh mikir lagi kenapa ya hari ini, rasanya ga pengen pulang.
Abis jajan, lanjut ngajar, sampe jam 2. Jam 2 hilwa lapar minta ke hokben.
Tapi menjelang ke hokben pun ya allaah dramanyaa, Hp lobet, koneksi jelek, berkali2 dicancel , uang cash ga ada, padahal jarak rumah murid sama hokben cuma sekilo, tapi gegara koneksi dll jadi nunggu setengah jam. Udah sampe hokben cabang yang dituju, ternyata mayonesnya abis
Hwaa, apalah hokben tanpa mayo . Gabakal enak dan hilwa gamau.
Demi menghemat uang di akhir bulan (padahal jajan sama makan hokben aja udh boros, wkwk) naik angkot sampe ke halte deket penvil. Jalan kaki, hilwa rewel laper dan ngantuk. Sampe di penvil hilwa pipis di celana (untuk yg kedua kali) dan ga ada celana ganti lagi.
Ya allaah, aku mo nangis saking keselnya. Aku kucek2 dan kasih sabun supaya gabau. Mau gamau hilwa pake celana basah.
Terus wa suami, supaya dia pulang kerja langsung ke hokben, karna aku blm beberes dan masak.
Tapi dia marah2 karna udh sampe hokben cabang a dan aku di penvil (padahal kan searah) tp dia kadung badmood dan mau pulang aja. Sampe rumah, dia wa lagi karna rumah berantakan.
Ya allaaaah, aku sepanjang makan mendengus dan mendesah panjang. Ya allaah aku mau nangiiiis, kesel banget ya allah. Tp sepanjang aku kesel, hilwa ngomong terus, tanya ini, tanya itu, a, b, c , aku berusaha ga ngegas jawabnya, tapi dia minta hp yg tinggal 3 persen lah, apa lah , apalah,
Ya allaah, ampun.
Pulang sampe rumah jam 4 sore, langsung mandiin hilwa, mandi sholat siap siap dan cuss kondangan. Menjelang maghrib baru sampe rumah lagi, baru inget bada maghrib ada kelas malam. Yassalaaaam, yaudah nidurin hilwa dan buka laptop lagi.
Baru dah jam 8, selesai dan bisa selonjoran dan rebahan diantara kondisi rumah yang kaya kapal pecah wkwk.
Jadi refleksiku di hari ibu kali ini bukan narasi2 hebat. Tapi sungguh realistis. Ada masanya rasanya mau stop, stop beberes rumah, stop ngurusin anak dan suami, sehari aja. Wkwk
Aku tau pada akhirnya pun aku sendiri yang akan menyelesaikan kekacauan disini, di rumah.
Besok mau nginep sampe minggu, rasanya mau rehat liat rumah dan refresh liat yg lain hahaha.
Aku pernah buat tulisan, kalau ibu memilih untuk menjadi hebat. Ternyata lebih tepatnya mereka bertahan. Karna hebat itu sebutan oranglain untuknya, bukan sesuatu yang bisa diniatkan dan dinamai sendiri.
Mereka bertahan, untuk dirimereka sendiri, untuk anak, untuk suami dan keluarganya. Dengan cara masing2.
Meski capek, lelah kadang muak. Yaaaa bertahan jadi satu satunya cara untuk melanjutkan hidup. Bertahan tidak sama dengan berkorban, karna tidak selamanya bertahan berkonotasi negatif atau melelahkan.
Bertahan hanya salah stu reaksi alamiah seseorang untuk tetap hidup dan berkembang.
Jadi, ku namai hari ini Salah satu hari penuh cara untuk bertahan.
Meresapi makna
Menciut - ciut Berkembang seadanya Melangit sentosa Menjadi serpihan Berjalan seperti biasa
Begitulah kira rasanya, Hampir diujung tahun. Dinamika dan ragam emosi yang membuncah pasang dan surut, Semangat 45 yang naik turun Dan takdir yang kadang ingin kupuji dan tertawakan.
Sebuah puzzle baru yang ku dapat tahun ini baru saja ku buka, ku nikmati setiap prosesnya, Ku sesap dalam dalam rasa dan citarasanya.
Gairahku memanas di awal tahun dengan rencana rencana baru, Memulai tempat kerja baru, lingkaran baru, peran baru.
Sepertiga tahun berjalan, kemudian kabar baik datang, aku senang bukan kepalang.
Sungguh awal awal bulan yang sangat indah ku kenang,
Kemudian waktu berjalan Setengah dari 12 melaju dengan cepat,
Gelora awal menjadi berlipat, Kepalaku jadi sangat lincah berfikir dan bertindak
Ada kerikil,batu dan pasir tentu Tapi ku riang karna sendal yang ku pakai, baju yang ku kenakan dan cuaca cerah membuatku nyaman.
Kemudian sepertiga tahun kembali berjalan Ada rencana yang melangit dan melandas rapih Ada yang hilang tanpa jejak Ada yang meresidu setengahnya.
Aku tetap bahagia, karna begitulah adanya.
Tapi tiba tiba ada kabar duka, Bukan tentang aku Tapi tentang orang yang ku sayang Karna yang dulu sudah hilang kini kembali menyerang
Sungguh dukaku kembali, Aku berusaha sekuat hati Melawan kekhawatiran yang kalangkabut setiap hari
Ku langitkan doa doa, berharap agar tembus meski ku tau dosaku masih tak terhitung
Membesarkan harapan dan bergantung hanya kepadaNya ternyata satu satunya cara bertahan terbaik,
Membiarkan harapan harapan terus mekar sambil saling menguatkan,
Tenang saja, Tuhan tak pernah tidur, Dia selalu tau yang terbaik untuk hambaNya.
Selamat menikmati puluhan hari lagi kemudian berganti akhir nomer di kalender pada tahun, meski riuh petasan dan segala hiruk pikuknya tak pernah lagi ku peduli.
Yang sedang berserah, 10 Desember 2023 -Adwiyatunnafisah.
halo, tumblr
selalu ada masa bertumbuh.
setelah tiga bulan lepas dari sosial media yang sangat riuh, aku memutuskan kembali ke sini.
ternyata selama ini sosial media membuatku begitu senang, senang sampai sampai menghabiskan waktu berjam jam di depan layar,
ternyata sosial media membuatku lelah,
karena terus merasa kurang dan belum cukup,, membuatku terus berkeinginan..
ternyata sosial media membuatku terus menerus membandingkan hidupku dengan orang lain.
yang padahal tidak pernah sama setiap lekuk dan garisnya.
tapi ternyata bukan sosial media yang salah,
aku yang masih banyak mau, kurang ilmu, tinggi nafsu.
sampai aku belum benar-benar pintar mengelola diriku, rasanya bermain disini lebih menyenangkan.
membaca cerita, refleksi, gagasan dan aliran aliran rasa orang lain tanpa perlu menebak apa yang sedang mereka lalui.
cukup dinikmati sendiri
“Akan tiba suatu masa dalam hidupmu, di mana kau begitu terobsesi dengan ketenangan dalam tidurmu, makanmu, mandimu, kerjamu, sebab hidupmu mendadak berubah menjadi ajang tangisan, teriakan, dan interupsi si tubuh mungil. Lalu akan tiba pula masa ketika kau memandang ruang-ruang yang telah sunyi dari semua suara nyaring itu dan hatimu merasa kosong.”
mari kita nikmati hidup
Setiap orang yang pernah patah,
Mereka tumbuh dengan tunas yang baru
Sebagian lain berkembang pelan namun masih setengah rusak
Sisanya pasrah karna tak mampu menahan isak
Jangan khawatir
Segala risaumu tak pernah sendiri
Ia bergulat penuh dengan nyali dan akal sehat
Sampai lelah kemudian pergi.
Menyisakan epilog di pagi hari dengan mata yang sembap sisa malam tadi.
Jadi, Lanjutkan hidupmu..
karena dunia masih berputar hari ini.
Mari kita coba lagi, besok dan besoknya lagi.
Untuk siapapun yang sedang menyembuhkan diri,
Percayalah, kamu tak pernah benar-benar sendiri.
Ini Tentang Kamu
Pagi ini langit Jakarta biru cerah dengan banyak awan menghiasinya. Dipadu dengan suara burung dan bisingnya kendaraan yang saling bersaing masuk ke telinga.
Di bawah langit itu ada kamu, yang telah menjejak lama disini, tumbuh berkembang disini dan bertaut hati dengan tanah yang kamu pijak sambil menanam harapan akan hidup dan kehidupan nanti.
Di bawah langit yang kamu pijak ini, setiap waktu beberapa hal berubah, menyesuaikan kondisi dan tuntutan zaman, baik itu tata kotanya maupun manusia dengan segala yang berkaitan dengannya. Dan kamu pun mengikuti geliat perubahan itu.
Di bawah langit yang kamu berdiam di atasnya, ada spirit dan nilai yang harus berdiam pada tempatnya, tak boleh terhanyut oleh pasangnya perubahan.
Di bawah langit yang kamu tabur dengan cerita dan kenangan, ada narasi tentang tekad dan impian yang kamu daraskan. Ada gelak tawa yang menggembirakan, ada kecewa dan sedih yang menyelipi, ada masa lalu yang dirindui, ada yang tak mau diungkap, ada yang tak mau diulang, ada yang menjadi ibroh dan ada yang harus diperbaiki di masa depan.
Di bawah langit yang kamu sirami dengan kesabaran, ada kesalahan diri yang kamu insyafi, ada kesalahan orang yang kamu maafkan, ada prasangka baik yang kamu tumbuhkan.
Di bawah langit ini kehidupanmu saling berkelindan dengan kehidupan manusia lain. Ada yang beririsan, ada yang mengarsir penuh lingkaran, ada yang hanya sebuah titik.
Dan langit itu beserta tanah di bawahnya masih tetap ada, utuh beserta kamu dengan segala ceritanya.
Jakarta, 10 Desember 2017.
Puisi pertama abine Hilwa yang lagi kesengsem sama gadis Jakarta pada masanya:)
iya sama akuh, cia elah.