Menciut - ciut
Berkembang seadanya
Melangit sentosa
Menjadi serpihan
Berjalan seperti biasa
Begitulah kira rasanya,
Hampir diujung tahun.
Dinamika dan ragam emosi yang membuncah pasang dan surut,
Semangat 45 yang naik turun
Dan takdir yang kadang ingin kupuji dan tertawakan.
Sebuah puzzle baru yang ku dapat tahun ini baru saja ku buka, ku nikmati setiap prosesnya,
Ku sesap dalam dalam rasa dan citarasanya.
Gairahku memanas di awal tahun dengan rencana rencana baru,
Memulai tempat kerja baru, lingkaran baru, peran baru.
Sepertiga tahun berjalan, kemudian kabar baik datang, aku senang bukan kepalang.
Sungguh awal awal bulan yang sangat indah ku kenang,
Kemudian waktu berjalan
Setengah dari 12 melaju dengan cepat,
Gelora awal menjadi berlipat,
Kepalaku jadi sangat lincah berfikir dan bertindak
Ada kerikil,batu dan pasir tentu
Tapi ku riang karna sendal yang ku pakai, baju yang ku kenakan dan cuaca cerah membuatku nyaman.
Kemudian sepertiga tahun kembali berjalan
Ada rencana yang melangit dan melandas rapih
Ada yang hilang tanpa jejak
Ada yang meresidu setengahnya.
Aku tetap bahagia, karna begitulah adanya.
Tapi tiba tiba ada kabar duka,
Bukan tentang aku
Tapi tentang orang yang ku sayang
Karna yang dulu sudah hilang kini kembali menyerang
Sungguh dukaku kembali,
Aku berusaha sekuat hati
Melawan kekhawatiran yang kalangkabut setiap hari
Ku langitkan doa doa, berharap agar tembus meski ku tau dosaku masih tak terhitung
Membesarkan harapan dan bergantung hanya kepadaNya ternyata satu satunya cara bertahan terbaik,
Membiarkan harapan harapan terus mekar sambil saling menguatkan,
Tenang saja, Tuhan tak pernah tidur, Dia selalu tau yang terbaik untuk hambaNya.
Selamat menikmati puluhan hari lagi kemudian berganti akhir nomer di kalender pada tahun, meski riuh petasan dan segala hiruk pikuknya tak pernah lagi ku peduli.
Yang sedang berserah,
10 Desember 2023
-Adwiyatunnafisah.