Sungguh Kasihan Orang Orang Yang Diselingkuhi
Dahulu, aku pernah sakit hati. Namun tidak pernah kuceritakan, hanya kusimpan. Kusimpan sampai aku jatuh cinta lagi dan luka luka itu terobati dengan sel darah putih. Biarkan jiwaku sembuh sesuai tempo alam, aku tunggu sampai sembuh sepenuhnya. Sudah lama kejadian menyedihkan itu terjadi, namun di Januari ini rasa sakitnya muncul lagi.
Diselingkuhi oleh manusia nir empati. Seperempat tahun dia memberi kabar dua wanita, hari senin bertemu denganku, hari selasa bertemu selingkuhannya. Lucu ya? Tiap bulan mengeluh tentang uang, tiap bulan mengeluh tentang kesehatan, tiap bulan merasa dicincang oleh pekerjaan. Bukankah keluhan tersebut datang karena dirinya kurang bersyukur?
Aku datang sebagai wanita yang memikul setoren cinta, menaruh semua ekspetasi masa depan kepada dirinya. Orang orang yang diselingkuhi adalah orang orang yang kurang beruntung, dan aku tidak pernah berdoa menjadi bagian dari mereka. Sialnya semesta menenteng badanku dan menjerumuskanku ke dalam sana.
Penjara bagi wanita wanita yang merasa sedih. Mereka semua memegang kaca, menatap setiap sudut wajahnya. Memencet jerawat ratusan kali dan berharap jerawat itu tertanam lagi. Gadis gadis bermata sayu itu berteriak, "kurangku dimana?"
Oh sungguh kasihan orang orang yang diselingkuhi. Seperti benda benda yang tidak dibutuhkan dan disimpan dibelakang lemari. Tinggal menunggu waktu, sampai benda itu hancur sendiri.
- Mojokerto, 2026 -













