Karya #leftoversimage di Bandung Creative Hub Festival. Pameran akan berlangsung: 27-31 des 2017. (at Bandung Creative Hub)
EXPECTATIONS
Sade Olutola
d e v o n

No title available
Fai_Ryy
Monterey Bay Aquarium

#extradirty

PR's Tumblrdome

tannertan36
almost home
official daine visual archive
Today's Document
No title available
taylor price
No title available
Game of Thrones Daily
hello vonnie
Jules of Nature

gracie abrams
sheepfilms
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Vietnam

seen from United States

seen from Italy
seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Austria
seen from Türkiye
seen from Russia

seen from Singapore

seen from Brazil
@afdruk56-blog
Karya #leftoversimage di Bandung Creative Hub Festival. Pameran akan berlangsung: 27-31 des 2017. (at Bandung Creative Hub)
Man, Ball And Saroong. D.E.S, Negative Celuloid BW, Large Format
Lil Girl with The Flower, Glass Negative BW, Large Format
The Sister, Negative BW, Large Format.
The Nation, kami tertarik dengan temuan ini sebuah grup sepak bola. Saat ini kami sedang mengumpulkan cerita dibalik The Nation
“Lelaki dan senapan” kami temukan dalam bentuk negatif BW ukuran format besar dengan negatif plat kaca dan negatif celuloid.
Bandung Photography Month adalah sebuah rangkaian kegiatan fotografi berlangsung selama satu bulan setiap tahunnya. Rangkaian ini diisi dengan berbagai acara fotografi yang sarat dengan nilai edukasi serta berlangsung di beberapa tempat di kota Bandung. Untuk tahun 2017 Bandung Photography Month mengundang Afdruk 56 sebagai partisipan dalam pameran "Merekam Praktek Fotografi Analog" tanggal 28-29 Oktober 2017, dengan banyak rangkaian acara yang mendukungnya termasuk diskusi dan workshop teknik fotografi analog; cuci cetak dan praktik afgan kamera.Pameran ini diselenggarakan di pintu masuk gedung Sate Bandung didalam sebuah Bus Pariwisata yang di sulap menjadi galeri alternatif, dengan tujuan cara alternatif dan segar untuk semakin mendekatkan fotografi dan wacananya ke publik yang lebih luas
Leftover Images - Afdruk 56 Sepasang anak perempuan yang diabadikan bersama mainanya, foto ini diambil kisaran sebelum tahun 1940an dan fotografernya tidak diketahui. Film Negative Plat Kaca yang diberikan cairan emulsi kemungkinan Silver Gelatin atau mungkin juga Wet Collodion berukuran 4x5inc.
Sepasang Kuda.
Kodak Safety Film 6x6 Print on 20x20 Ilford Multigrade Glosy Paper
LEFTOVER IMAGES
Teknologi analog dalam fotografi memberikan momen fenomenologis bagi pelakunya yaitu sebuah rangkaian proses panjang: mekanikal – kimiawi sampai tercipta sebuah imaji. Reproduksi imaji inilah yang disebut citraan, yang selama ini digeluti oleh fotografi.
Dalam khasanah fotografi populer di Indonesia, momen analog itu mati suri sejak lebih dari satu dekade yang lalu dan tergantikan dengan teknologi digital. Fotografi digital efisiensi dan kecepatan bagi penggunanya. Bagi generasi milenial teknologi fotografi analog hanya dikenal sebagai gerakan masa lampau. Hal tersebut membuat kurangnya pengetahuan terhadap fotografi analog terutama proses panjang produksi-reproduksinya.
Artefak-artefak fotografi analog termasuk film negatif tersebut di kemudian hari tersebar dalam dua kutub: pertama, artefak itu diwariskan ke ahli warisnya untuk dijaga - hal ini karena keluarga tersebut memiliki pengetahuan tentang fotografi dan kesadaran untuk mengarsipkan dokumentasi keluarga. Kedua, artefak tersebut terserak di tangan orang lain atau tempat lain, entah itu dibuang atau dijual atau dihibahkan ke orang lain dengan berbagai macam alasan.
Persoalan ini umum terjadi pada masyarakat kita karena melihat kepentingan fotografi hanya pada hasil akhir yaitu cetakan. Cetakan-cetakan masih banyak yang dijaga karena sifatnya yang kasat (mudah dipegang, dilihat dan disimpan). Satu obyek yang sangat penting yaitu film negatif yang seakan-akan menjadi obyek penderita, karena selesai di reproduksi, usai sudah janji bakti film negatif. Karena sifat gambar di film negatif yang samar dan butuh proses untuk menampilkan gambarnya.
Afdruk 56 berupaya menjadi ‘arkeolog visual’ dengan mencari, menemukan dan mengoleksi artefak film negatif yang berserakan di berbagai sumber, termasuk di pasar-pasar barang bekas. Artefak tersebut kemudian dikumpulkan, dipilih dan dicetak. Film negatif dan hasil cetakannya tersebut memiliki nilai sejarah dan sosial yang penting untuk mempelajari manusia dan peristiwa di masa lampau, sekaligus untuk mengkaji perkembangan teknologi dan sistem korporasi yang nyatanya mampu mengubah perilaku masyarakat dan menyingkirkan ingatan.
Afdruk 56 adalah laboratorium cetak analog yang dikelola oleh Ruang MES 56, sebuah kolektif seniman di Yogyakarta. Laboratorium ini menggelar lokakarya cetak fotografi analog untuk publik dan menginisiasi proyek-proyek seni terkait wacana fotografi analog yang beririsan dengan cabang ilmu lainnya seperti seni rupa, antropologi, sejarah dan sosiologi. Selain proyek Leftover Images, Afdruk 56 juga sedang melakukan penelitian tentang jasa cetak kilat jalanan di Yogyakarta yang kini telah hilang.
Open studio Leftover Images Project yang diinisiasi oleh Afdruk 56. Open studio ini adalah simulasi untuk pameran di Bandung Photography Month 2017 “Merekam Praktek Analog”