Arti Menikah: Keputusan Memilih Sebelum Menikah.
Nasihat ini aku dapat dari seorang teman beberapa tahun lalu jauh sebelum aku menikah. Ku tulis sebagai nasihat keras diriku sendiri untuk nantinya lebih seleksi memilih pasangan hidup.
Bagaimana tidak, ketika diri kita sangat menjaga diri dengan semaksimal penjagaan, mengurangi interaksi dengan lawan jenis yang tidak diperlukan, dan upaya penjagaan lainnya. Maka akan sangat mengecewakan bukan kala mendapati seseorang yang kita tunggu tidak demikian.
Zaman sekarang, ketika yang tampil di ruang publik ataupun yang nampak dalam media sosialnya adalah kabar ihwal yang manis, terjaga dalam postingannya namun dibelakang layar sangat bermudah-mudah berinteraksi via DM. Follow, like, komen bahkan DM langsung lawan jenis tanpa ada urgensi yang penting. Lantas yang seperti apa yang harus dipercaya?
Inilah pentingnya rasa takut kepada Allaah. Rasa takut kepada Allaah akan mengantarkan seseorang untuk lebih berhati-hati dan tidak bermudah-mudahan meski sekadar berinteraksi dengan lawan jenisnya. Rasa takutnya kepada Allaah, akan mencegah dirinya melakukan hal-hal yang haram atas dirinya. Rasa takutnya kepada Allaah, akan membuatnya mengerti batasan-batasan sebagaimana mestinya. dia tahu bagaimana harus bersikap. Sebab ketidak hati-hatiannya akan menjerumuskan dia pada hal-hal yang telah Allaah larang.
Memang dalam memilih pasangan hidup terutama suami, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan. Dan bagiku, pertimbangan interaksi seseorang dalam bermedia sosial sangat penting. Apakah ia bermudah-mudahan akrab dengan perempuan lain, atau menundukkan pandangannya karena rasa takutnya kepada Allaah.
Zaman sekarang ini masih ada nggak ya laki-laki yang menjaga dirinya dengan baik sekalipun dalam sosial media? Tidak bermudah-mudahan chat sana sini, atau like foto-foto wanita?
Tetaplah percaya pada janji Allaah, sebagaimana dalam firmanNya,
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nur ayat 26)
Jelas, ya. Laki-laki baik itu banyak sekali sebab Allaah yang jamin. Demikian pula sebaliknya perempuan-perempuan yang baik itu juga banyak sekali, sebab Allaah yang jaga.
Maka ketika mengharapkan seorang yang shalih/shalihah dan benar-benar menjaga diri seperti itu, pernahkah kita bertanya dalam diri sudah seberapa pantaskah dirinkita berharap mendapatkan yang demikian? Kita menginginkan yang Sholih, baik dan menjaga diri namun seringkali lupa untuk menakar diri sendiri.
Tak ada yang salah pada banyaknya kriteria untuk calon pasangan hidup. Selama tidak lupa untuk menakar diri sendiri. Bukankah hal yang adil ketika seseorang yang begitu menjaga dirinya, mendapatkan seseorang yang begitu terjaga pula? Jangan sampai membuat PR setelah menikah.
“nanti dia mau berubah kok setelah menikah” atau “dia pasti berubah setelah menikah, aku yakin itu.”
Jika dalam proses mengenal (ta'aruf) telah Allaah tunjukkan beberapa kekurangan atau bahkan kesalahannya. Mengapa terkadang masih menutup mata dengan dalih dia bisa berubah setelah menikah. Pernikahan tidak akan mengubah kebiasaan, pernikahan tidak akan mengubah keburukan yang telah dilakukan bertahun-tahun kecuali telah Allaah kehendaki perubahan padanya. Tapi percayalah, jangan menutup mata akan hal itu. Jangan menutup mata bahwa manusia bisa berubah dalam sekejap saja.
Terkadang, yang bertahun-tahun sudah deklarasi hijrah (ngaji) saja masih terpleset apalagi yang masih belum ada hilal untuk berubah. Dalam proses ta'aruf, perbanyaklah bertanya, perihal dirinya, keluarganya, keuangan, hutang piutang, dan seleksi interaksinya dalam bermedia sosial. Ini barangkali sebagai gambaran dirinya bersembunyi dari jiwa aslinya yang bermudah-mudahan genit dengan lawan jenis.
Pilihlah yang rasa takutnya begitu besar kepada Allaah. Jika rasa takutnya begitu besar kepada Allaah, maka ia akan paham bagaimana harus bersikap sebab rasa takutnya kepada Allaah itu akan mencegah dirinya berbuat hal-hal yang haram atas dirinya. Sebab Allaah yang jaga dirinya sebab niat dan kesungguhan yang ada padanya.
Semoga Allaah menolong diri kita semua untuk terus membimbing dan memulihkan pada pilihan terbaik. Sekalipun sudah menikah penjagaan diri tetap harus diupayakan bukan kepada pasangan melainkan sebagai komitmen kita kepada Allaah.
Itulah mengapa setelah menikah tujuannya adalah surgaNya Allaah, sebab kedua pasangan saling mengupayakan untuk terus saling menjaga dalam biduk ketakwaan salah satunya bernama pernikahan.
Percayalah dalam penjagaan diri yang baik pada masing-masing pasangan akan melahirkan rasa percaya dan tenang untuk keduanya. Sebab Allaah sendiri yang menjaga keduanya untuk tetap dalam koridor sebagaimana mestinya..
Menyempurnakan tulisan || 15.07