Aku kembali (?)
sheepfilms
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

ellievsbear
Three Goblin Art
he wasn't even looking at me and he found me
ojovivo
🪼
KIROKAZE
Show & Tell
untitled
I'd rather be in outer space 🛸

Love Begins
almost home
occasionally subtle

tannertan36
todays bird
Claire Keane

❣ Chile in a Photography ❣

#extradirty

seen from Malaysia
seen from France
seen from Netherlands
seen from Saudi Arabia

seen from Brazil
seen from United Arab Emirates

seen from Saudi Arabia
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Uzbekistan

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States
seen from India

seen from United Arab Emirates

seen from Trinidad & Tobago

seen from Malaysia
seen from Nepal
seen from Madagascar
seen from Türkiye
@aftiwitambah
Aku kembali (?)
Aku ingin kembali
Bismillah. Yuks, berdonasiiii... . . Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Hallo Kakak-kakak semuaaaaa . . Dalam rangka melaksanakan agenda rutin di bulan yang penuh berkah ini, Save Street Child Palembang (@sschildplg) kembali berbagi keceriaan dan kebaikan bersama adik-adik Kelas TPA Sukawinatan dan Masyarakat sekitar TPA Sukawinatan 🤗🤗 . . Adapun kegiatannya antara lain : 1. Bazar Ramadan Baju Layak Pakai & Paket Sembako (Donasi dapat berupa pakaian layak pakai atau uang tunai untuk pembelian paket sembako) 2. Pengobatan Gratis 3. Lomba Semarak Ramadan 4. Buka Puasa Bersama . . Yuk, ikut ambil bagian pada acara bahagia ini 🤗🤗 pada : . . Hari/Tanggal : Minggu, 03 Juni 2018 Pukul : 13.30 Wib - selesai Tempat : Kantor TPA Sukawinatan . . Selain itu, kami juga membuka donasi yang dapat dikirim ke Rekening 1. Mandiri Norek : 900-00-1282690-6 A.N : Veby Diani 2. BNI Norek: 0265047254 A.N : Veby Diani Info Lebih Lanjut : Kak Novi Hp/ WA: 082177981412 . . "Sedekah yang paling utama adalah sedekah di Bulan Ramadan" (HR. At-Tirmidzi) Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh #wecaretoshare #semangatberbagi #ramadhanceria #SSCPBerbagi @palembang.dinassosial @humaspalembang @hiloplg @palembang.update @palembangterkini @palembanginsta @palembangup @koransumeks @zetizensumeks @unsri_info @info2palembang @palembanginfo @bempolsri_ @bemkmunsri @demauinradenfatah @palembangkulukilir @palembangkuliner @palembanginsta @plglipp @ojekonlineplg @grabpalembang
[OPEN RECRUITMENT PENGAJAR KEREN BATCH 9] @sschildplg . . Mau jadi bagian keluarga bahagia Save Street Child Palembang? Mau ikut belajar, berbagi dan bermain bersama adik-adik kelas TPA Sukawinatan dan kelas Panti Do'a Ibu? . . Sekarang saatnya buat kamu untuk bergabung bersama kami di Save Street Child Palembang sebagai Pengajar Keren!! . . Caranya gampaang bangettt, cukup siapkan CV dan jelasin motivasi kamu kenapa mau gabung jadi Pengajar Keren. Terus kirim deh ke email [email protected] . . Pendaftaran ini sudah dibuka mulai dari tanggal 13 April - 30 April 2018. Ayoooo jangan tunggu lama lagi, buruan kirim CV kamu dan jadilah Pengajar Keren Batch 9!! Contact Person: 081929349259 (Odetta Maudy)/@odettamaudy #WeCareToShare #SemangatBerbagi #SaveStreetChildPalembang #SSCP #PengajarKeren9
Balada Anak Teknik: "Cewek"
Gini nih, lagi muales banget bimbingan haha tapi, tapi, dulu, kita-kita pernah cerita-cerita bareng nih. Yah, nggak jauh-jauh, seputaran jodoh. Maklum, katanya sih udah waktunya. Apalagi ya, banyak nih waktu itu ngomong gini. “Aku mau nikah aja, capek skripsi. Mau nikah mau nikah, siapa yang mau ngajak nikah?”. Yaelah, tanggung jawab skripsi aja kagak selesai mau nyoba-nyoba jadi istri, apalagi ibu haha
Terus-terus, pernah nih terbesit “siapa ya yang mau sama cewek teknik kayak kita yg ‘blangsak’? Nggak ada rapi-rapinya, apalagi cantik haha”. Hmm. Temen-temen seteknik aja maunya nyari calon istri itu dokter, perawat, psikolog, guru dsb. Iya sih, dokter, perawat, psikolog, guru, semuanya ilmunya nanti ke pakai kalau jadi ibu. Tapi, apa anak teknik nggak bisa juga ya jadi ibu yang baik?
Hmmm. Tapi aku nggak pernah nyesal sih jadi anak teknik. Bukan karena aku nggak jomblo, justru sekarang jomblo haha (oke, buka kartu sendiri). Akan tetapi, selama jadi anak teknik aku banyak belajar, menjadi guru, menjadi motivator baca, menjadi ibu, menjadi segala-gala. Dengan segala amarah, kasih sayang, tangisan, kesedihan, kebahagian yang dibalut dengan kesederhanaan. Itu karena aku bertemu orang-orang hebat selama awal kuliah hingga saat ini. Terlebih lagi, saat ini. Aku mungkin facum dalam berbagai komunitas, karena harus segera menyelesaikan skripsi (biar sarjana, biar cocok jadi istri dan ibu haha).
Skripsi memberikan aku sendiri pelajaran yang sangat berharga. Bagaimana skripsi dapat mengubah seseorang. Bagaimana skripsi dapat mengubah pola pikir seseorang. Bahkan skripsi bisa mengubah isi hati seseorang (gimanalah itu ya?). Pelajaran pertama: skripsi mengajarkan kita untuk sabar. Sabar dalam menyelesaikan setiap tahapannya, binbingan, revisi, bimbingan lg, eh malah direvisi lagi (bagian yang sama). Kedua: skripsi mengajarkan untuk kuat dan tangguh. Ya, tau sendirilah ya, gimana esktrimnya kalau ketemu dosbing wk. Ketiga: ingat Allah. Iya, alhamdulillah dan semoga setelah skripsian makin ingat lagi sama Allah swt. Keempat: sedekah. Hmm. Banyak diantara kita susah sekali tersenyum, disini harus banyak senyum dong, masa iya dosbing dikasih muka masam haha. Kelima: kebersamaan dan persaudaraan. Anak yang sebimbingan biasanya lebih sering kontak-kontakan nih, walaupun awalnya kagak kenal satu sama lain. Dan utamanya, mangajarkan kita untuk istiqomah.
Yah, begitulah. Anak teknik, cewek, jarang dipandang orang untuk jadi calon istri. Miris sih, tapi sekali lagi aku nggak menyesal. Why? Selama jadi anak teknik, apalagi pas skripsian gini. Aku jadi merenung sendiri, gimana nanti baiknya menjadi seorang istri dan seorang ibu. Anak teknik dikenal memiliki analisis yang baik, semoga bisa bermanfaat nantinya. Dan, dan, aku jadi mengerti, nanti anak-anakku mau diarahkan kemana. Ilmu apa yang sebaiknya diutamakan.
Aku belajar, sangat belajar… Semoga pembelajaran ini tak akan pernah berakhir. Selamat belajar… Salam senyuman termanis.
Palembang, 24 Oktober 2016 | Afroza Pratiwi
Wah, ternyata aku pernah nulis kayak gini hahaha
KEUTAMAAN UMRAH [Swipe left photos to read more] . Setiap orang pasti merindukan tanah suci, apalagi Ka’bah di tanah haram Makkah. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji. Umrah bisa dilakukan setiap saat, sedangkan haji hanya khusus di bulan haji, bulan Dzulhijjah. Sama seperti haji, Umrah sendiri memiliki beberapa keutamaan. . Ibadah mulia ini pun dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baik tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup atau pun ketika sudah tiada. Ini pun menunjukkan kemuliaan ibadah tersebut. . Semoga Allah mudahkan kita melakukan ibadah yang mulia ini. Wallahu waliyyut taufiq. . {Jazakillahu khayr amma atas do'anya. Barakallah untuk perjalanan ibadahnya, semoga Allah selalu melindungi amma, maknyak, babe dan makwo dalam kebaikan, aamiin.} . . Referensi : Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik, terbitan Maktabah Taufiqiyah, 2/276. Sumber : https://rumaysho.com/1959-keutamaan-umrah.html
Sudahkah kita introspeksi diri hari ini? . “Dari Imran bin Husain radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء (رواه البخاري 3241 ومسلم 2737) “Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)
Ya Allah, sungguh hamba hanya manusia biasa. Terimakasih telah mengingatkanku ttg hari itu. "Ya Allah, bantu aku mengingat rasa sakit ini dan mengambil hikmah dari cobaan ini. Jika nanti kebahagiaan itu datang, jangan sampai aku lalai."
Ibu, aku butuh pelukanmu. Hanya itu… (via aftiwitambah)
Ibnu Qayyim R.H. menyebutkan dalam sebuah hadist sahih dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa ketika seorang suami beristrikan Hur ‘ain (bidadari), kemudian pada saat itu akan datang seorang wanita lain yang kecantikan dan keelokannya mampu membuat seorang raja melupakan wanita-wanita lainnya. . Siapa wanita itu? Ternyata wanita tersebut adalah istrinya selama di dunia. Itulah keistimewaan para Istri di surga, dia akan menjadi ratu dari para Hur ‘ain (bidadari). Lalu, Ibnu Qayyim mengatakan “Apakah seorang raja pernah memikirkan para pelayan-pelayannya di hadapan ratunya?” Tentu tidak! Jadi, Allah akan memberikan kecantikan yang luar biasa jauh melebihi para bidadari. . Ibnu Qayyim menjelaskan, “Karena Hur‘ain (bidadari) tidak pernah menghadapi kesulitan yang dirasakan wanita dunia. Mereka tidak pernah berjuang di jalan Allah, tidak pernah dicemooh orang karena mengenakan hijab, tidak pernah merasakan sulitnya patuh pada suami.” . Mengenai keistimewaan wanita surga dibandingkan Bidadari, Rasulullah melalui haditsnya menyebutkan: “Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) . Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Kemudian saya bertanya lagi, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada para bidadari?” . . . Lanjutan di comment 👇👇 . . Sumber: ■ video: fb Dakwah Sunnah ID ■ text : ibu-zahraa.blogspot.id
PERISTIWA HALFUL FUDHŪL DAN PERNIKAHAN DENGAN KHADIJAH, BAGIAN 04 DARI 08
بسم اللّه الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه Alhamdulillāh, Allāh Subhānahu wa Ta'āla masih memberikan kita kesempatan untuk bersua kembali dalam rangka untuk mempelajari perjalanan sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. In syā Allāh, kita akan membahas poin tentang pernikahan antara Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan sayyidah Khadījah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā. Disebutkan oleh beberapa ahli tarikh, Khadījah melakukan pinangan melalui sebagian kenalannya dengan cara memberi isyarat kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam agar menikahi Khadījah. Yaitu tidak langsung karena seorang wanita harus tetap menjaga dirinya. Dan ini juga sebagai dalīl, sebagaimana dijelaskan para ulamā, bahwa seseorang ketika memiliki anak atau adik perempuan, tidak mengapa jika dia menawarkan anak atau adik perempuannya tersebut kepada seorang lelaki yang shālih. Tentunya dengan cara yang baik dan tidak merendahkan. Karena mencari suami yang shālih tidak mudah, sebagaimana tidak mudah pula mencari wanita yang shālihah, terlebih di zaman sekarang ini. Kalau dikenal ada seorang yang berakhlaq mulia, ibadahnya baik, maka jika sudah terkumpul 2 perkara ini (ibadah dan akhlaq yang baik), jangan dilepaskan. Sampai-sampai Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengancam orang yang menolak lelaki seperti ini: عَنْ أَبِى حَاتِمٍ الْمُزَنِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ كَانَ فِيهِ قَالَ « إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. "Dari Abū Hātim Al Mizany radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: "Jika telah datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhāi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak perempuan kalian), jika tidak maka niscaya akan terjadi musibah dan kerusakan di bumi." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, meskipun ia mempunyai sesuatu (aib)?" Beliau bersabda: "Jika telah datang kepada kalian lelaki yang kalian ridhāi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak perempuan kalian)." Beliau mengatakan itu tiga kali. (HR. Tirmidzi dan dishahīhkan oleh Al Syaikh Albāniy rahimahullāh didalam shahīh At Tirmidzi, nomor 1084) Disini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam membedakan antara akhlaq dengan agama. Ada orang yang nampaknya agamanya bagus (misal rajin shalāt , puasa sunnah) namun akhlaqnya belum tentu bagus. Misalnya punya hutang tidak dibayar padahal mampu untuk membayar, tidak amanah, mulutnya kotor/kasar, tidak menghargai orang lain dan yang semisal. Jika telah terkumpul pada seorang lelaki agama dan akhlaqnya, maka jangan kita tolak selama anak atau adik perempuan kita menyukainya, namun juga jangan dipaksa. Dengan harapan suami yang shālih ini akan menghasilkan keturunan yang shālihīn. Para salaf dahulu mereka tidak ragu untuk menawarkan anak atau adik perempuan mereka kepada orang-orang yang shālih. Contohnya, 'Umar bin Khaththab radhiyallāhu Ta'āla 'anhu. Bukankah beliau telah menawarkan putrinya Hafshah kepada Abū Bakr dan 'Utsmān? 'Umar mengetahui siapa Abū Bakr dan siapa 'Utsmān, yaitu orang-orang yang dikenal shālih. Umar menawarkan tanpa malu karena ini mashlahah bagi kita dan anak-anak kita. Jangan kita biarkan anak kita menikah dengan sembarang orang yang hanya tampan tetapi akhlaqnya tidak baik, yang berpotensi malah merusak anak kita. Begitu juga Nabi Mūsā ditawarkan untuk menikah. Ketika sampai di negri Madyan, kemudian beliau menolong 2 wanita, sebagaimana Allāh kisahkan dalam surat Al Qashash. قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖفَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ ۖوَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚسَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ الَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ Berkatalah dia (Syu'āib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu in syā Allāh akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik." (Al Qashash: 25) Akhirnya, Khadījah melalui temannya memberi isyarat kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam untuk menikahi Khadījah. Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pun maju untuk melamar Khadījah. Akhirnya terjadilah pernikahan antara lelaki yang sangat shālih dan mulia yang mengatakan: أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ وَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ وَلاَ فَخْرَ. "Aku adalah pemimpin anak Ādam pada hari kiamat dan bukannya sombong. Di tanganku bendera Al Hamd dan bukannya sombong, dan tidak ada seorang nabi pun, tidak pula Ādam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua di bawah benderaku, dan aku orang pertama yang keluar dari tanah/kubur dan bukannya sombong." (HR. Ahmad, Muslim, Abū Dāwūd , Tirmidzi, Ibnu Mājah ) Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menikah dengan seorang wanita yang 'afīfah (menjaga kehormatan), suci, mulia dan cerdas. Semua sifat baik ini berkumpul pada Khadijah. Termasuk juga berbagai macam keindahan, kecantikan wajah, kecantikan akal, akhlaq yang mulia serta harta yang banyak. Demikian yang bisa disampaikan, In syā Allāh besok kita lanjutkan pada pembahasan selanjutnya. ____________________________ Sumber : 👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Via Bimbingan Islam Grup WhatsApp ____________________________ Kamis, 22 Juni 2017
PERISTIWA HALFUL FUDHŪL DAN PERNIKAHAN DENGAN KHADIJAH, BAGIAN 03 DARI 08
بسم اللّه الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه Alhamdulillāh, Allāh Subhānahu wa Ta'āla masih memberikan kita kesempatan untuk bersua kembali dalam rangka untuk mempelajari perjalanan sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang sarat dan penuh dengan faedah-faedah. Faedah-faedah itu bisa kita jadikan sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan kita. In syā Allāh kita akan membahas tentang "Pernikahan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan sayyidah Khadījah radhiyallāhu 'anhā". Khadījah radhiyallāhu 'anhā bernama Khadījah bintu Khuwailid bin As'ad bin Abdil 'Uzza bin Qushay bin Kilāb. Sedangkan nasab Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah Muhammad bin 'Abdillāh bin 'Abdil Muththalib bin Hāsyim bin 'Abdi Manaf bin Qushay bin Kilāb. Keduanya bertemu pada Qushay. Abdi Manaf, kakek Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memiliki saudara yang bernama 'Abdi 'Uzza dan 'Abdi Syamsy. Jadi, Khadījah sendiri masih seorang wanita Quraisy dan juga memiliki nasab yang tinggi. Khadījah merupakan keturunan yang spesial dan terkenal di kalangan orang Arab tatkala itu. Disebutkan di dalam sejarah, bahwa diantara laqab (gelar)-nya ibunda Khadījah adalah Thāhirah (wanita yang suci), karena beliau tidak mengikuti adat-adat jāhilīyyah dan tidak pernah terjerumus ke dalam perzinahan dan hal-hal buruk lainnya. Karena itu beliau dikenal sebagai wanita yang 'afīfah (menjaga kehormatan). Selain itu, Ibunda Khadijah juga terkenal akan kecantikannya dan kekayaannya. Beliau banyak memperkerjakan kaum lelaki dengan sistem mudhārabah untuk memperdagangkan hartanya. Padahal Khadījah adalah seorang wanita janda. Disebutkan bahwa sebelum beliau menikah dengan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, Khadījah sudah menikah dua kali yaitu dengan: ⑴ Atiq bin Makhzumiy ⑵ Abū Halah ibnu Zurarah At Tamimiy ⇒ Jadi, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah suami beliau yang ke-3. Meskipun beliau wanita janda, karena kesucian, akhlaqnya yang mulia, kekayaan hartanya dan kecerdasannya, banyak lelaki yang datang melamarnya. Namun Khadījah radhiyallāhu 'anhā menolak semua lamaran itu. Beliau tidak terburu-buru untuk menikah. Sampai akhirnya Khadījah mendengar tentang seorang pemuda yang bernama Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam yang terkenal dengan amanahnya, akhlaqnya. Maka Khadījah ingin agar Muhammad bekerja sebagai pekerjanya. Inilah cerdasnya Khadījah, beliau sudah tertarik dengan Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam namun tidak terburu-buru minta dilamarkan kepada Muhammad. Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bekerja dengan Khadījah sebagai pekerjanya. Akhirnya berangkatlah Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam memperdagangkan barang dagangan Khadījah radhiyallāhu 'anhā. Ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berangkat berdagang, beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam ditemani oleh budaknya Khadījah radhiyallāhu 'anhā yang bernama Maysarah. Khadījah radhiyallāhu 'anhā memiliki maksud dengan memerintahkan Maysarah menemani Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, yaitu untuk meneliti Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Ini diantara indikasi yang menunjukkan bagaimana cerdasnya Khadījah radhiyallāhu 'anhā, dimana beliau memiliki sifat tidak terburu-buru dan al anat (tenang). Khadījah radhiyallāhu 'anhā sebenarnya sudah tertarik kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, namun beliau ingin menguji Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam terlebih dahulu. Ujian ini dilakukan bukan saat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berdagang di Mekkah, melainkan saat safar, karena sebagaimana perkataan para ulamā bahwa safar itu akan membuka tabir akhlaq seseorang yang sebenarnya. Diriwayatkan ketika ada seseorang yang hadir di depan 'Umar bin Khaththab radhiyallāhu Ta'āla 'anhu, maka 'Umar berkata kepada khayalak: "Siapa yang mentazkiah/merekomendasikan/mengatakan engkau orang baik?" Maka ada seorang yang menjawab: "Saya, wahai 'Umar." Maka 'Umar bertanya kepada orang yang ingin mentazkiah lelaki ini: "Apakah engkau pernah bersafar bersama dia?" Jawab orang ini: "Tidak pernah." Lalu kata 'Umar: "Engkau pernah berhubungan dengannya tentang masalah uang?" Jawabnya: "Tidak." Lalu 'Umar bertanya: "Apakah engkau tetangganya sehingga mengetahui kapan masuknya dan keluarnya?" Jawabnya: "Saya bukan tetangganya." Kata 'Umar: "Demi Allāh yang tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia, engkau tidak kenal laki-laki ini." Demikianlah, jika seseorang ingin mengetahui bagaimana hakikat orang lain maka ajaklah bersafar atau bertransaksi uang dengannya sehingga dapat diketahui orang tersebut orang yang amanah atau gemar berdusta. Untuk itulah, Khadījah menguji Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam 2 perkara yang penting, yaitu: ⑴ Safar ⑵ Masalah keuangan Inilah mungkin alasan kenapa safar disebut yusfir (membuka tabir seseorang). Karena saat safar akan nampak akhlaq seseorang, apalagi jika safar dilakukan bersama orang-orang lain secara berkelompok. Dari Abū Hurairah, dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, beliau bersabda: السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ _“Safar adalah bagian dari adzab (siksa). Ketika salah seorang dari kalian melakukan safar maka ia akan sulit makan, minum dan tidur. Jika urusannya telah selesai, maka bersegeralah kembali kepada keluarganya.”_ (HR. Bukhāri nomor 1804 dan Muslim nomor 1927) Setelah Maysarah kembali selepas safar bersama Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan melihat cara berdagang Beliau, Maysarah pun segera mengabarkan kepada Khadījah tentang bagaimana hakikat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Setelah mendengar testimony Masyarah, maka semakin bertambah ketertarikan Khadījah kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Akhirnya Khadījah radhiyallāhu 'anhā pun bermaksud meminang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Demikian yang bisa disampaikan, In syā Allāh besok kita lanjutkan pada pembahasan selanjutnya. _____________________ Sumber : Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Via Bimbingan Islam Grup WhatsApp _____________________ Rabu, 21 Juni 2017
PERISTIWA HALFUL FUDHŪL DAN PERNIKAHAN DENGAN KHADIJAH, BAGIAN 02 DARI 08
بسم اللّه الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه Disini ada 2 perkara penting yang dijelaskan oleh para ulamā berkaitan dengan hadīts ini, tatkala 'Āisyah bertanya kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tentang 'Abdullāh bin Jud'ān. Yaitu: ⑴ Hendaknya seseorang bersikap adil dan obyektif. Jangan sampai dia memandang sebelah mata kepada orang lain, meskipun itu musuhnya. Jika memang dia memiliki kebaikan maka harus diakui dan tidak boleh dibuang. Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ "Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada taqwa." (QS Al Māidah: 8) Meskipun Rasūlullāh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dimusuhi oleh orang-orang musyrikin Arab akan tetapi Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam tetap mengakui kebaikan mereka. Oleh karenanya, ketika ada seorang Yahūdi datang kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kemudian berkata: أن يهودياً أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إنكم تشركون، تقولون ما شاء الله وشئت، وتقولون: والكعبة، فأمرهم النبي صلى الله عليه وسلم إذا أرادوا أن يحلفوا أن يقولوا: (ورب الكعبة، وأن يقولوا: ما شاء ثم شئت) Bahwa ada seorang Yahūdi datang kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian melakukan perbuatan syirik, kamu mengucapkan, 'Atas kehendak Allāh dan kehendakmu,' dan mengucapkan, 'Demi Ka'bah'." Maka Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memerintahkan para shahābat apabila hendak bersumpah supaya mengucapkan: "Demi Tuhan Pemilik Ka'bah," dan mengucapkan, "Atas kehendak Allāh kemudian atas kehendakmu." (HR Nasāi' dan dinyatakan shahīh dari Qutailah radhiyallāhu 'anhu). Hadīts ini dijadikan dalīl oleh para ulamā, bahwa orang Yahūdi yang merupakan musuh Islām namun tatkala mereka datang membawa kebenaran, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak menolak dan membenarkan pernyataan orang Yahūdi tersebut. Dari sini dapat dipetik faidah bahwa, sesungguhnya harus dibedakan antara menghukumi seseorang (taqwim) dengan memperingatkan seseorang (tahdzir). Dalam menghukumi atau menilai seseorang, maka harus mengetahui kebaikan dan keburukannya. Sedangkan di dalam memperingatkan kesalahan orang lain, maka cukup disebutkan kesalahannya saja, tidak perlu disebut kebaikannya. Jika memang harus menyebut kebaikannya, maka perlu dilihat mashalat dan madharatnya, karena sesungguhnya "Bab Tahdzir" itu termasuk kedalam "Nahyu 'anil Munkar", dan para ulamā sepakat bahwa amar ma'ruf nahi munkar kembali kepada kemashlahatan. Misalnya ada seorang pencuri, maka kita katakan, "Hati-hati, si fulan pencuri!" Maka orang-orang pun akan mengejarnya dan berusaha menangkapnya. Ini namanya tahdzir (peringatan), karena itu tidak perlu kita sebutkan, "Si pencuri itu rajin shalāt dan bersedekah." Dalam kondisi seperti ini, tidak perlu disebutkan kebaikan si pencuri tersebut, karena di sini kita sedang memperingatkan orang dari bahaya orang tersebut. Namun, apabila dalam rangka untuk menilai, maka harus dibandingkan antara kebaikan dan keburukan. ⑵ Faidah kedua, sebagaimana kata Ibnul Qayyim, bahwa hadīts ini merupakan dalīl bahwasanya seseorang boleh bekerja sama dengan orang-orang yang sesat dan kāfir , dalam kondisi-kondisi tertentu yang dibutuhkan dan memang bisa menimbulkan kemashlahatan. Tidak semua orang hidup di atas kebenaran, banyak orang terjerumus ke dalam kesesatan dengan bertingkat-tingkat. Namun terkadang kita terpaksa bekerja sama dengan mereka dalam ruang lingkup tertentu jika memang mendatangkan kemashlahatan. Adapun perkataan, "Tidak boleh seseorang secara mutlak berinteraksi dengan orang yang sesat," maka ini anggapan tidak benar. Apalagi orang-orang yang memiliki kesesatan tersebut masih Muslim. Ini kaidah umum namun butuh perincian yang lebih dalam lagi. Demikian yang bisa disampaikan, In syā Allāh besok kita lanjutkan pada pembahasan selanjutnya. ___________________________ Sumber: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Via Bimbingan Islam Grup WhatsApp ___________________________ Selasa, 20 Juni 2017
[swipe left to see more photos] Allah SWT telah berfirman : . . {أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ} [النمل: 60] . . Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). [An-Naml:60] . . {وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ (10) فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ (11) وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ (12) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} [الرحمن: 10 - 13] . . Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [Ar-Rahman: 10 - 13] . . {وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (5) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِ الْمَوْتَى وَأَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (6) وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ} [الحج: 5-7] . . Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Haq (Tuhan yang sebenarnya) dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. [Al-Hajj: 5-7]
PERISTIWA HALFUL FUDHŪL DAN PERNIKAHAN DENGAN KHADIJAH, BAGIAN 01 DARI 08
بسم اللّه الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه Alhamdulillāh, Allāh Subhānahu wa Ta'āla masih memberikan kita kesempatan untuk bersua kembali dalam rangka untuk mempelajari perjalanan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang sarat dan penuh dengan faedah-faedah. Faedah-faedah itu bisa kita jadikan sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan kita. In syā Allāh, kita akan membahas tentang "Pernikahan antara Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan Khadijah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā". Akan tetapi sebelumnya ada satu peristiwa yang dialami oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yaitu yang dikenal dengan peristiwa "halful fudhūl". Halful fudhūl adalah peristiwa dimana orang-orang Quraisy di zaman jāhilīyyah pernah berkumpul di rumah 'Abdullāh bin Jud'ān dan mereka bersepakat untuk menolong orang yang dizhālimi. Pertemuan ini dihadiri oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang dikenal dengan halful fudhūl. Dikisahkan bahwasanya ada seorang dari kabilah Zabīd (dari Yaman) datang ke kota Mekkah membawa sejumlah barang dagangan, lalu dijual lah barang dagangan tersebut kepada Al 'Ash bin Wāil As Sahmi. Akan tetapi Al 'Ash bin Wāil As Sahmi mengambil barang dagangan tersebut tanpa membayar. Akhirnya dia (orang Yaman) naik di atas gunung Jabal Abi Qubais yang ada di sekitar Ka'bah. Saat itu orang-orang Quraisy sedang berkumpul. Maka diapun berteriak dengan suara yang lantang menuntut haknya dan agar dia ditolong. Salah satu paman Nabi yang bernama Zubair bin 'Abdil Muththalib mengatakan bahwa orang ini tidak boleh ditinggalkan (maksudnya) dia harus ditolong. Akhirnya Banu Hāsyim, Banu Zahrah dan Banu Tamīm berkumpul di rumah 'Abdullāh bin Jud'ān dan mereka bersepakat untuk bersatu padu menolong orang ini. Akhirnya mereka berhasil meminta Al 'Ash bin Wāil As Sahmi untuk membayar uang kepada orang Yaman Az Zabidiy penjual yang tidak dibayar uangnya. Yang menjadi perhatian kita, dalam pertemuan tersebut Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam juga hadir. Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam belum diangkat menjadi seorang nabi saat itu. Setelah beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam diangkat menjadi seorang nabi, Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) masih mengingat pertemuan ini, yaitu pertemuan yang baik antara orang-orang kāfir Quraisy untuk meninggikan keadilan, menolong seorang yang dizhālimi. Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: لَقَدْ شَهِدْتُ فِي دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُدْعَانَ حِلْفًا مَا أُحِبُّ أَنَّ لِيَ بِهِ حُمْرَ النَّعَمِ ، وَلَوْ أُدْعَى بِهِ فِي الإِسْلامِ لأَجَبْتُ _"Sungguh Aku pernah menghadiri sebuah perjajian di rumah 'Abdullāh bin Jud’ān. Saya lebih senang dengan perjanjian ini daripada unta merah. Sekiranya aku diundang lagi (untuk menyepakati perjanjian ini) di masa Islām, niscaya aku akan memenuhinya."_ (Hadīts riwayat Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra no 12110, dihasankan oleh Al Syaikh Albāniy rahimahullāh dalam Silsilah Ash Shahīhah no.1900) Ini adalah pengakuan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam terhadap sebagian kebaikan yang masih ada di dalam zaman jāhilīyyah. Walaupun demikian, tidaklah bermanfaat kebaikan 'Abdullāh bin Jud’ān karena dia masuk neraka Jahannam, sebagaimana dalam Shahīh Muslim tatkala 'Āisyah bertanya kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: يا رسول الله ابن جدعان كان في الجاهلية يصل الرحم ويطعم المسكين فهل ذاك نافعه ؟ قال لا ينفعه إنه لم يقل يوما رب اغفر لي خطيئتي يوم الدين _"Wahai Rasulullāh, Ibnu Jud’ān pada masa jāhilīyyah menyambung silaturrahīm dan memberi makan orang-orang miskin, apakah hal itu bermanfaat baginya?"_ _Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:_ _"Tidak akan bermanfaat untuknya, (sebab) seharipun dia tidak pernah mengatakan, 'Wahai Rabbku ampunilah dosa-dosaku di hari kiamat nanti'."_ Oleh karenanya kebaikan Ibnu Jud’ān tidaklah bermanfaat sedikitpun, karena dia terjerumus dalam kesyirikan. Dan siapa saja yang terjerumus ke dalam kesyirikan, maka seluruh amalannya tidaklah bermanfaat. لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ _"Jika engkau berbuat kesyirikan niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi."_ (Az Zumār: 65) Maksudnya, merugi di akhirat kelak, dan akan masuk neraka Jahannam. Meskipun kaum musyrik Quraisy bergelimang di dalam kesyirikan dan menyembah berhala, namun Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan sifat obyektif dan keadilannya, tetap menyatakan bahwa biar bagaimanapun mereka punya kebaikan. Tidak boleh tutup mata terhadap kebaikan yang ada ini. Oleh karenanya, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hadītsnya bersabda: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ _"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia."_ (Hadīts riwayat Baihaqiy) Para ulamā telah menjelaskan tentang maksud hadīts ini, yaitu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika berdakwah kepada orang-orang Quraisy, sudah ada akhlaq-akhlaq mulia di situ. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tinggal menyempurnakannya saja. Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam bukan memperbarui akhlaq, namun segala akhlaq yang buruk dibuang dan akhlaq yang sudah baik dipertahankan. Orang-orang Arab jāhilīyyah dan musyrikin Quraisy memiliki sejumlah akhlaq dan perangai mulia sebagaimana telah dipaparkan di bab sebelumnya, diantaranya: √ Mereka senang menjamu tamu, √ Mereka memberi makan kepada faqīr miskin, √ Mereka membela orang yang dianiaya, √ Dan lain-lain. Namun sejatinya amalan mereka itu sia-sia di sisi Allāh, tidak bernilai dan berharga di akhirat, karena mereka terjerumus ke dalam kesyirikan. Namun Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengakui bahwa orang-orang Quraisy dahulu, mereka yang memiliki akhlaq yang mulia, karenanya beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) diutus oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak menafikan kebaikan yang ada pada musuh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Bahkan perkataan beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam: "Andai aku diajak untuk menyepakati perjanjian ini di masa Islām, aku pun akan mendatanginya." Demikian yang bisa disampaikan, In syā Allāh besok kita lanjutkan pada pembahasan selanjutnya. ______________________ Sumber : Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Via Bimbingan Islam Group WhatsApp ______________________ Senin, 19 Juni 2017
Allah SWT berfirman : . . أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَلا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ . ”Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).” [QS. Yunus : 55]. . . هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا . ”Dia-lah Allah, yang menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi untuk kamu….” [QS. Al-Baqarah : 29]. . . وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ . ”Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” [QS. Al-Jaatsiyyah : 13].
Assalamualaikum Wr. Wb. Haiii kakak kakak, sahabat SSC Palembang semuanyaaa Kami mengucapkan ribuan terimakasih atas perhatian, partisipasinya dan donasi serta doa untuk adik kami, adik kita semua, Aan (14 Tahun) dan Febi (4 Tahun). Hari Minggu, 11 Juni 2017, kami mulai membuka donasi di acara Pesantren Kilat dan Buka Bersama Adik-adik Kelas Sukawinatan. Pada saat itu, donasi yang terkumpul sejumlah Rp. 550.000,00. Jumlah tersebut dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan pengobatan kedua adik kami. Akhirnya, tepat jam 22.00 WIB pada hari Senin, 12 Juni 2017, kami membuka kembali donasi secara online. Hari selasa, 13 Juni 2017 kami kembali mendatangi kedua adik tersebut dan keluarga untuk mengajak berobat ke rumah sakit. Namun, dari keduanya masih tidak mau diajak ke rumah sakit. Hari rabu, 14 Juni 2017, kami kembali mendatangi keduanya. Adik kami Febi dan keluarga bersedia untuk ke rumah sakit, sedangkan Aan masih tidak diizinkan oleh orang tuanya. Setelah pemeriksaan dengan dokter ortophedy kemarin, Febi harus segera menjalani operasi, tapi keluarga febi tidak bersedia anaknya di operasi. Pada malamnya, kamj masih berusaha untuk membujuk kedua keluarga, namun tidak membuahkan hasil. Kedua keluarga Aan dan Febi tidak bersedia anaknya di operasi (ortophedy) dan memilih untuk di bawa ke tukang urut saja. Pengeluaran: Poli bedah: Rp 90.000,00 Poli ortophedy: Rp 90.000,00 Rontgen ulang: Rp 100.000,00 Dan lain-lain: Rp 100.000,00 Jumlah Total: Rp 380.000,00 Total Donasi hingga saat penutupan ini adalah sebesar Rp 7.155.000,00 Sisa donasi setelah dikurangi pengeluaran adalah Rp 6.775.000,00 Seluruh donasi akan kami berikan kepada keluarga adik kami dengan dibagi rata. Sekali lagi kami, segenap keluarga SSCP dan keluarga adik kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Wassalamulaikum Wr. Wb.
Assalamualaikum Wr. Wb. Hai kakak2 sahabat SSC Palembang, sejak kemarin malam telah membuka donasi untuk adik kami, Aan (14 Tahun) dan Febi (4 Tahun) di Kelas Sukawinatan. Dana yang sudah terkumpul dari kemarin malam hingga saat ini adalah Rp 5.727.505,00. Dan saat ini, kami masih membuka donasi. "Namanya Andre berumur 9 tahun yang biasa dipanggil Aan. Seorang anak yatim. Mengalami kecelakaan Hari jumat lalu. Aan terjatuh dari Kaisar, supir kaisar tidak sadar kalo ada Aan yang terjatuh tepat di belakang kaisar. Kaisarnya mundur dan melindas kaki kanan Aan. Aan mengalami patah tulang dibagian paha, tindakan yang dilakukan baru diurut. Aan sudah dibuatkan surat pengantar ke puskes untuk dapet rujukan ke Rumah Sakit menggunakan jaminan kesehatan sosial kak. Aan tinggal bersama Ibu dan Nenek yang bekerja sebagai pemulung. Aan butuh donasi untuk transportasi selama pengobatan berjalan." "Febi adik sscp yang berumur 4 tahun. Mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan pipi sebelah kanan bolong tertusuk jari Febi sendiri dan lengan kiri patah. Febi adalah anak dari pasangan yang bekerja sebagai buruh tinggal di tempat pembuangan sampah akhir Sukawinatan. Untuk pengobatan Febi terkendala biaya. Untuk luka di pipi sudah dijahit, sedangkan tangan yang patah belum diambil tindakan sebagaimana saran dari dokter (untuk di operasi) dikarenakan biaya yang belum ada. Febi masih belum masuk KK di Palembang, hal ini dikarenakan sebelumnya tinggal di Lampung dan belum mendaparkan SK pindahan dari Capil Lampung. Jadi, untuk berobat besar kemungkinan untuk jalur umum." Jadi kami berinisiatif membuka donasi guna meringankan beban pengobatan adik-adik kita sekalian, mohon sekiranya jika teman-teman memiliki rezeki lebih, dan berminat untuk membantu, silahkan dengan senang hati disisihkan rejekinya tsb melalui Rekening : 1.Mandiri Norek : 900-00-1282690-6 A.N : Veby Diani 2. BNI Norek: 0265047254 A.N : Veby Diani Untuk CP bisa ke : Egyd : 085378296400 Hervin : 081958460205 Wasalamualaikum Wr. Wb.