Malam ini hatiku mengeras, Mengeras untuk iba akan seraup perjuangan manusia di balik pagar hitam. Hatiku mengeras, berdempetan dengan hati seorang anak laki-laki paruh baya yang badannya tegap tetapi hatinya berteriak. Hatiku mengeras, dan melebur dengan tatapan sepasang sahabat yang saling bercerita meluapkan keresahan hari-hari mereka. Hatiku mengeras dan kemudian meremuk menyaksikan tangan-tangan sisa perjuangan seorang ibu yang dikoyak oleh waktu, dikoyak ingatannya, dikoyak raganya, meracau perasaannya... Namun kulihat hatiku dikecupi oleh bibir mungil bergusi merah jambu. Dikecupi hingga luluh tidak melantak. Hatiku hanya ingin memeluknya erat, erat, sampai terlelap.....
















