As someone born in a Muslim family, you must still go through a conversion experience. Find Islam for yourself, fall in love with the beauty of its principles & gain a personal connection with Allah. So important.
Not today Justin

JBB: An Artblog!
Jules of Nature
🪼
ojovivo
Stranger Things
hello vonnie
todays bird

oozey mess
styofa doing anything

roma★
RMH

if i look back, i am lost
YOU ARE THE REASON
No title available
$LAYYYTER
we're not kids anymore.

titsay
AnasAbdin
Misplaced Lens Cap

seen from Germany

seen from Switzerland

seen from France

seen from United States
seen from Belgium
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from France
seen from United States
seen from Jamaica
seen from Jamaica

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Belgium
seen from United States
seen from United States
@ainanadhir
As someone born in a Muslim family, you must still go through a conversion experience. Find Islam for yourself, fall in love with the beauty of its principles & gain a personal connection with Allah. So important.
مشكلتنا آن معظمنا يبحث عن الجنة لا عن الله
Our real problem is that most of us search for paradise and not for God.
let me tell you this. be with someone who lifts your spirit up, who brings out the best in you, who believes in you and who comforts you in times of failures and sorrows. don’t settle for a relationship that feeds you a daily meal of stress, hate, and pain
big ass mood bitch
When going through a hardship, if you turn to Allah and push yourself to be patient, sooner or later you’ll see how that hardship was actually a blessing.
Saad Tasleem (via islamic-art-and-quotes)
Relatable
When you feel sad, don’t go on here. Turn off your phone. Go in a different room in the house where it’s most comfy for you. Go pick up the Quran and read. Take a moment to forget about your dunya troubles and read Allah’s words. He will heal you and He will be the one to bring a smile and tears to your face along with ease to your heart. Remember life is a test, this isn’t our home.
Things I’ve learned so far about marriage:
Before getting married I wanted to mentally prepare myself about a few things that I’ve learned from my elders and lectures. Having this kind of mind set has really helped me allot in my marriage so far and pray to Allah (swt) that He allows me to a righteous wife.
1. No Ego ( especially with your spouse)
Generally, we should aim to have a humble personality always with our elders and our young ones. This really allows us to be more merciful towards Allah’s creations. However, when it comes to your spouse, compressing your ego should be an conscious effort. Frequently remind yourself that, you are both in the SAME team. You have to have each others back. Don’t have this mindset that ‘Oh, I did this for him/her last time now its his/her turn’. This creates conflict in the wrong run and it will hurt you both individually.
2. Expect Less.
Some people take this totally the wrong way ( including me). When I use to listen to lectures, elders or read articles about successful marriages, I always thought ‘expect less’ means expect the worst or expect marriage to be… well not that great. And this is where many of us go in the marriage thinking ‘oh it wont be that great’ and automatically you becomes less motivated to make your marriage work.
Before I got married, I really worked on this. Yes, in the beginning I had this ‘negative view’ on marriage. But I tried my best to change and I’m glad I did. You just do your part in serving your partner in any way you can. It doesn’t have to be big things, small acts of kindness can go a long way. Remember, no ego. You both are on the same team. You doing something for him/her will not make you any lower but rather it will put you on a high status in front of your spouse.
Honestly, it really comes a long way. If you just do your part, you will be surprised how rewarding it can be. And when your spouse returns that favor it becomes even more special and it motivates you to do more for them.
3. Do everything for the sake of Allah(swt)
Every act you do in marriage, do it for the sake of Allah(swt). Subhan’Allah that act has so much barakah and blessing in it. Often, we forget to include Allah(swt) in our every day tasks. Even the smallest act like doing chores for the sake of Allah(swt) has so much blessing in it. :)
4. Be less judgmental
When you’re newly married, we may not know your spouse so well. For me, we did exchange texts and some phone calls but you don’t know the person fully unless you live with them.
Its normal that we do get a bit judgmental when we are with someone new. So lets say you see them do something different or that you dislike. Don’t just make assumptions and make conclusions. At times we make certain conclusion like “ oh man, they do this! Great I’m stuck with this now”. Lol. Remember to relax first. You have to remain calm because if you react, situation can go way worst than it already is.
Someone wise once told me. Time is key. Give things time. You can’t just change that habit of theirs overnight. You need to be careful because it may hurt their feelings or offend them. Be very smooth. Don’t confront the situation directly. Their habit can be anything and there can be different ways to confront the situation. However, the key thing to remember is nothing is permanent. Things change, people change.
5. Stay Connected with Allah(swt)
It is human nature that we cry for help in time of need. But when everything is going smoothly and you’re happy we tend to forget our Creator who made that possible. It can get difficult and that’s okay its normal. Just remember everything that is happening in your life is because of Allah(swt). Appreciate and be grateful to Him every second. Allahamdulilah.
Alhamdulillah, berawal dari iseng-iseng dan penasaran, akhirnya kalender puasa versi wallpaper handphone dengan desain ala ala Tumblr kelar juga~
Setidaknya sekarang memudahkan buat ngecek jadwal puasa sunnah berdasarkan bulan masehi tanpa harus capek-capek ngeliat kalender cetak yang digantungin di rumah maupun jadwal puasa di Google Calendar hehe.
InsyaAllah, yang versi wallpaper desktop (PC maupun laptop) lagi on progress dan pengerjaannya kolaborasi bareng beberapa temen juga. :D
Oiya, ada yang pengen wallpaper kalender puasa kayak di atas juga kah? Bisa langsung reply atau reblog aja ya, it’s free! :p (Nanti akan saya kasih file desain yang hi-resolution. Tapi sebenernya kamu bisa langsung juga kok save image di atas, cuma mungkin kurang bagus aja resolusinya hehe.)
Semoga bisa bermanfaat. :)
Waaah, mau dong mas~
mudah-mudahan bermanfaat untuk warganet sekalian :)
Jangan sengaja bikin jatuh cinta dengan cara-cara yang memaksa. Tapi, dekatilah dia, bikin dia senyum dengan hal-hal sederhana, hingga jatuh cinta adalah akibat yang paling indah.
@cindyjoviand (via kunamaibintangitunamamu)
Cinta pada awalnya hanya sebuah keingintahuan, berubah menjadi ketertarikan dan kebiasaan, lalu menjadi bagian dari keseharian.
@kunamaibintangitunamamu (via alyareizanda)
Do the people think that they will be left to say, “We believe” and they will not be tried? But We have certainly tried those before them, and Allah will surely make evident those who are truthful, and He will surely make evident the liars. (29:2-3)
And seek help through patience and prayer, and indeed, it is difficult except for the humbly submissive [to Allah] (2:45)
via naseeha.org
Jangan Jadikan Aku Istrimu, Jika..
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.
Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.
Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.
Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.
Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.
Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.
http://iglovequotes.net/
Aku berlindung kepada Allah atas ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari pengkhianatan manusia dan dari cinta yang salah
:)