It's okay, you just gotta drag your ass to try harder and rest your case to Allah.
$LAYYYTER
I'd rather be in outer space 🛸

Discoholic 🪩

blake kathryn

#extradirty

Kiana Khansmith
Three Goblin Art

No title available

Kaledo Art
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
ojovivo
h
🩵 avery cochrane 🩵

Janaina Medeiros
KIROKAZE

Andulka
Jules of Nature
we're not kids anymore.

pixel skylines
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Canada
@aisyahdm
It's okay, you just gotta drag your ass to try harder and rest your case to Allah.
Sedih banget ya dengan segala hal yang terjadi belakangan ini. Terus ngerasa tidak berdaya sama sekali. Jadi cuman bisa ikutan aksi-aksi kecil yang kita juga tidak tau apakah itu akan berarti.
Huft sudahlah
Sebenarnya, apa sih yang akan dicari
Orang tanya kenapa aku mematikan beberapa akun sosial mediaku. Sejujurnya banyak sebabnya, salah satunya mengobati kegelisahan diri akibat penyakit rasa ingin tahu yang kadang suka salah arah. Jadi harapannya rasa ingin tahunya bisa diarahkan ke riset gitulah, semoga.
Parah loh aku tuh. Misal ada orang membagikan cerita di akun sosial medianya dan aku kebetulan saja melihat karena sedang gabut. Kalo di saat tersebut tiba-tiba hal yang dibagikan si orang itu memantik penasaran, maka bisa dipastikan jemari ini bergerak kemana-mana. Semua info berusaha didapatkan dari manapun (bahkan termasuk google). Yang pada akhirnya aku tuh bisa tau, oh orang ini itu ternyata punya masalah ini dan itu, sebabnya ini dan itu, orang yang terlibat adalah ini, itu dan inu.. Kalo sudah tau begini biasanya aku kadang jadi ingin tau apakah dia akan membaik selama beberapa periode kedepan... Jadi ada waktu yang kudedikasikan untuk memantau orang tsb. Nggak sehat kan....
Nah sosmedku yg masih nyala tinggal fesbuk dan tumblr ini. Kalo fesbuk krn guru-guruku banyak pake fesbuk dan senang rasanya bisa melihat beliau sehat dan bahagia. Tapi ya kadang tetep ada sih info-info yang sebenernya aku nggak perlu tau dr akun akun lain.
Contohnya, aku punya kenalan yg cukup akrab jaman akh masih menempuh pendidikan dulu. Orangnya baik, pinter, ceria, dan termasuk orang yang tahu tujuan hidup lah. Perencanaannya bagus. Nah dr sosmed aku tau dia beberapa tahun lalu dia mengalami masa sulit bahkan sampai kenapa masa sulit itu terjadi pun aku tahu (dari google). Hal tsb mengubah pandangan dia terhadap dunia, yang sedihnya turut mengubah pandangannya tentang agama.
Aku sebenarnya yakin setiap orang pasti ada masa pencarian dalam hidup, termasuk pencarian dalam beragama. Bahkan orang-orang yang agamanya turunan pun pasti ada proses pencarian yang mereka alami. Tak terkecuali aku. Proses pencarianku bermula sejak aku baligh hingga mungkin sampai saat ini. Yang kucari pun bermacam-macam setiap bulan atau tahunnya.
Pun dengan kenalanku ini, aku yakin dia masih dalam masa pencarian dan aku berdoa dalam pencariannya dia dikembalikan pada fitrahnya sebagai hamba. Selain itu semoga proses pencarian yang dia alami tidak melukai keimanan orang lain. Aku berdoa sungguh untuknya karena aku tahu dia orang yang sangat baik hatinya.
Semoga kita semua dalam masa pencarian kita sebagai manusia selalu dijaga Allah SWT untuk tetap berada di koridor keimanan, ketaqwaan, dan keislaman. Aamiin.
See, I told you going there might bring another uneasy feeling.
Hari itu, aku terisak pada subuhku. Sebabnya kukenali suara imam yang meski saat takbiratul ihram kuragukan pendengaranku, tapi dari basmalah yakin betul itu suara orang yg kurindu dan kuharap segera bertemu, Sayyidil Habib Umar bin Hafidz.
Boleh jadi sholatku saat itu tidak khusyu', sebab aku sholat sembari bersyukur kepada Allah atas Ni'mat. Semoga Allah memahami dan memperbaiki hambanya yang rapuh ini.
Ada banyak kemudahan yg diberikan Allah untuk mengikuti majlis di hari itu. Doaku semoga keni'matan berkumpul dengan orang-orang yang dicintai Allah akan aku terus temukan dalam hidupku dan matiku.
Hari ini ceritanya lagi kunjungan ke pabrik gitu, ga nyangka ternyata dari pihak penerima salah satunya adalah temen sma. Pas perkenalan eh dia ngasih tau kalo jabatannya GM. GM ya ges, GM alias pejabat eselon satu di perusahaan BUMN. Bukan lagi manager atau senior manager tapi GM pemirsaaa. selevel dia rerata di atas usia 45an.
Ya Allahh rumput tetangga hijau banget memang. Jujur heboh ga heboh sih aku pas denger kabarnya. Ya kaget ya kagum ya iri dengki wkwkwkwk ya Allahhhh.
Di kala diri ini baru jalan 4 tahun meniti karir lagi aia nangisnya kemana-mana. Lhadalah temanku 7 tahun meniti karir tetiba jadi GM, aku tau kerjaan dia ga gampang dan aku yakin dia diangkat juga karena kinerja bagus. selain itu tugasnya pasti banyak juga perusahaannya masih berjuang bangkit setelah adanya pandemi kemarin.
Ya begitulah. Kadang-kadang kagum dan iri dengan pencapaian luar biasa orang-orang ini ya penting supaya kita ngga jalan di tempat melulu.
Ya Allah wes gini ini hambamu irian gawene wkwkwk 😀
Been almost 4 years yet I still don't know what I do if we ever meet again.
Even tho I know you didn't feel a thing, wouldn't suspect a thing, and still super excited to see me.
But I just couldn't and don't know if I have the energy
Idul Adha 1444 Hijriyah 2023 Masehi
Daging hari ini dateng ketika dhuhur. Sebagian besar kubungkusin plastik untuk masuk freezer sambil mikir keras mau diapain itu daging bungkusan krn tetangga dan saudara udah pada dapet semua. Aku, hari ini tidak menyangka akan dapat daging dan akan masak. Jadi, tidak ada persiapan sama sekali. Wong setelah sholat eid tadi aku makan lontong sayur hampir basi lalu tidur lagi.
Tersisa tulang-tulang dan sedikit daging setelah bungkusan-bungkusan tadi masuk kulkas. Kondisinya brambang bawang tinggal untuk masak sepanci sop, jadi ya pasti kurang. Untung adik misanku cewe lagi belanja juga ke toko sayur yg Alhamdulillah buka. Nitiplah segala macem bumbu termasuk bumbu instan krengsengan. Terimakasih Ayu sudah mau dititipi.
Masak yang sederhana dan cepet aja lah, pikirku.
Setelah menumis bumbu rajangan dan bumbu instant serta memasukkan air dan daging, kuatur api kompor agar daging matang sempurna. Masuk kamar kusiapkan uang 20 ribu untuk beli beras ke warung, dan es krim tentunya krn aku butuh mood yang bagus untuk memulai masak yang serius.
Magiccom sudah nyala, kompor sesekali ku cek dan kuganti tempat masaknya dari panci ke wajan lebar ganti lagi ke wajan ceper. Ya begitulah aku. Setelah itu baru es krim 3 ribuan itu kumakan. Sudah agak meleleh tapi tidak apa, masih enak.
Masuk Ashar, aku mulai resah. Sepertinya isian masakannya kurang, kutambah jeroan dr plastik daging lain yang baru datang. Setelah menunggu setengah jam lagi, aku masih merasa kurang, kupotong lagi daging seukuran setengah telapak tangan orang dewasa.
Setengah jam kemudian, kumasukkan garam sepertiga sendok sayur. Keasinan tidak ya, semoga tidak. Kuaduk-aduk dan kututup lagi. Kuicip berkali-kali untuk memastikan tidak asin dan ngecek tingkat kematangan. Maklum, amatir.
Jam 4, kuicip lagi. Masih oke. Ku wa adik misanku yg tinggal serumah denganku kalau setengah lima insya Allah makanan matang. Aku kemudian sibuk mengangkat jemuran dan sholat.
Usai sholat, adik adik sepupuku makan. Mereka ambil nasi sendiri namun aku menyesal kenapa lauknya harus aku ambilkan. Tapi sebenarnya aku agak khawatir keasisnan makanya kuahnya tidak kukasih banyak-banyak ke piring mereka. Aku tidak percaya lidahku sendiri saat ini.
15 menit kemudian, piring sudah kembali bersih ke aku. Kutanya si adik,
asin ngga?
Engga ning, enak kok.
Plong rasanya.
Tak lama kakaknya balik ke pondok. Makin lega hatiku, karena dia balik dalam kondisi sudah makan masakan eid. Mungkin Allah memang sayang sama anak pondok makanya aku disuruh masak hari ini.
Koreksianku masih banyak. Semoga Allah kasih tenaga untuk menyelesaikan dengan baik.
Pertama kalinya pas sakit doanya
"ya Allah, jangan dulu mati sekarang. Ini kerjaan masih banyak banget dan sedang mau penutupan semester. Nanti merepotkan banyak banget orang. Kasian mereka malah menggerutu atas kematianku karena banyak hal yang nantinya mereka harus kerjakan"
Mengsedih banget ya 😅
Semoga Allah senantiasa mengampuni dan mewafatkan kita dalam kondisi sebaik-baiknya, serta menuju surga dan keridhoannya dengan setenang-tenangnya.
Kadang mikir,
Ya Allah capek banget ngurusin dunia.
Etapi bekel akhirat belum cukup.
Aku tuh ngga takut diutangin orang. Aku tuh takutnya ama orang yang hobi ngutang trus cenderung menyepelekan. Bukan apa-apa, masalahnya aku bisa hilang rispek sama orang-orang yang begitu. Belum terlatih di level yang ikhlas bangeet gitu. Kan disayangkan kalo misal awalnya kita berhubungan baik, cuman aku jadi bete sama kamu hanya karena kamu nyepelein hutangmu ke aku. Hanya karena kamu menganggap aku tuh ga terlalu butuh uangnya dibalikin karena belum punya tanggungan. Aku tuh sedih jadinya.
Gini amat ya jadi dewasa, ketika kita Alhamdulillah dapat pekerjaan. Ujiannya dari lingkungan sekitar 😅. Kok yang gapernah chat tau-tau minta ketemu buat ngutang, gapernah nyapa tau-tau main ke rumah buat pinjem uang. Aku kan syoook. Pas jaman kuliah ada sih orang yg bisa dibilang rutin ngutang ke aku (padahal aku juga duit dari mana, ya tabungan aku yg ga seberapa itu aku hutangkan) 100/200 ribu buat kebutuhan sehari -hari. Cuman dia rutin bayar. Yaa kira-kira 1-2 bulan setelah ngutang. Jadi aku tuh ga berat ngasihnya semisal ada meskipun jumlahnya besar buatku (bayangin aja mhsw dihutangin segitu, aku sih jujur ngerasa gede).
Yang kadang bikin gemes, ada loh orang yang pinjam uang sama aku sok nasehatin supaya hidup jangan terlalu ngirit. Woy justru krn ngirit makanya bisa ngasih pinjaman buat andaa ya Allaaahhh gimana siii. Oh ya mungkin dikiranya gaji profesiku berlimpah ruah kali ya. Kalo dikira begitu gamasalah sih semoga sama Allah diberikan rizqi yang barokah selalu cukup untuk apapun.
Yak pemirsa sekian lanturan hari ini, apakah refleksi dari akhir tahun 2022 ini? Entahlah. Terlalu banyak hal yang terjadi namun jangan lupa hidup hemat ingat kemarin kita saat pandemi serba terbatas. Termasuk pemasukan.
Pelajaran dari kasus Ned Fulmer dan Ned Fulmer yang lain. Yang jujur saja dua kasus ini menghantui setidaknya sebulan terakhir.
Bahwasanya sebucin apapun sama pasangan, se peduli apapun dengan pasangan dan keturunan, orang itu akan tetap bisa selingkuh kalo memang tidak mencegah diri dan membatasi diri
Bahwasanya potensi selingkuh bisa dateng dari manapun, kapanpun, serta lewat media manapun. Jaman serba canggih, potensi nyeleweng pun makin menjadi-jadi.
Bahwasanya pencegah paling aman, selain tentu saja mendekatkan diri dengan yang maha kuasa dan maha pencipta, adalah sadar diri. Sadar bahwa ada interaksi yang perlu dibatasi, sadar bahwa kita sudah mengucap janji untuk sehidup semati, sadar bahwa jika kondisi dibalik pun, kita tidak ingin tersakiti.
Bahwasanya komunikasi sekali lagi adalah koentji.
Surabaya, diantara gigitan nyamuk musim hujan di malam hari.
I selfishly thought I had more time
That they'll stay in my life, just a little longer
Bur that's not how it works, isn't it?
- My Giant Nerd Boyfriend ep 750
Deciding to run away is so easy. But actually leaving? It is really hard.
in the verge of bursting
Kemarin malam ngajak bapak silaturrahim ke rumah guru ngaji saat masih kecil. Sepulang dari sana, bapak ngajak mampir ke rumah teman beliau yang merupakan orang tua dari temanku juga. Aku di jalan heboh karena gamau namu ke rumah beliau, akhirnya sama bapak di sarankan nunggu di masjid depan rumah teman tersebut.
Sesampai di sana, aman aku nunggu di masjid. Tapi pas pulang, pak X ngeliat aku keluar dari masjid pas bapak pamit pulang. Diajak salaman sambil dimarahi, bukan di marahi sih, gimana ya dimarahi bercanda lah kenapa nunggu di masjid. Aku beralasan butuh ngontak teman, yang nggak sepenuhnya bohong juga sih. Ga lama, si ibu keluar, makin heboh tangan di genggem segala daaan akhirnya anaknya di panggil. Kemudian yang ku khawatirkan terjadi, ortunya 'membandingkan' anaknya dengan aku, di depan anaknya. Intinya lebih ke 'tuh si ais udh jadi xxx tuh' gitu, aku kecut, untung pakai masker. Obrolan kupersingkat dan langsung pamit pulang.
Beberapa waktu lalu, adik aku soalnya pernah ke rumah temenku ini dalam rangka ngasih proposal untuk pengajuan dana acara anak muda gitu lah. Setelah ngaku kalo anaknya bapakku, si ibu nanya aku sekarang ngapain di mana dan sebagainya, pas temenku pulang dari masjid itu akhirnya temenku dibandingin sama aku. Setelah adikku cerita itulah makanya aku berat banget mau namu ke rumah dia.
Pulang sampe sekarang kepikiran, temenku sakit hati ngga ya aku dateng ke rumahnya, gaenak hati ga ya karena dibandingin, dsbg. Karena pasti gaenak banget, kita sama sama anak pertama, dan dia laki-laki. Gaenak banget kan di bandingin apalagi sama lawan jenis. Oiya, memang temanku ini ngga kerja kantoran, punya usaha gitulah.
Padahal sebenernya aku sama temanku ini baik-baik aja kalo ketemu di luaran tanpa orang tua kita masing-masing. Ya ngobrol biasa ya bercanda selayaknya teman sekolah kalo pas kebetulan ketemu lagi ada acara. Aku percaya orang jalan rizkinya kan masing-masing, dengan waktu masing-masing.
Kerjaanku sekarang kalo dilihat dari namanya aja mungkin memang terlihat 'keren'. Tapi kalo tahu aslinya gimana, setresnya gimana, mungkin akan lebih baik temanku, apalagi dari segi penghasilan. Bukannya ga bersyukur tapi aku sedih aja liat temanku dibandingkan sama aku gini.
Huhu
Akhir ramadhan ini cuman penasaran aja.
Bukannya bencana di bumi banyak disebabkan kerusakan alam ya. Apa susahnya sih pemerintah nanam pohon di lahan-lahan kosong atau yg gersang. Dimulai dari situ dulu aja deh ngga muluk-muluk daur ulang.
Bibit tanaman kan banyak banget dan bahkan bisa gratis kan.
Apa susahnya sih.
Bener deh penasaran banget. Apa sih susahnya.