Mens Sana In Corpore Sano
Sejujurnya olahraga adalah habbit lama yang masuk dalam kategori aktivitas tiga teratas yang ogut sebut sebagai “pleasure time”. Dulu ketika SMP terpilih menjadi anggota tim basket sekolah namun setelah beberapa pertandingan stand by di bench warmer dan merasa berkecil hati akhirnya memutuskan out. Semangat basket selalu ada di dalam diri, tapi sekarang dicukupkan menjadi penikmat NBA (iya, at least sudah mengobati rasa on fire saat dilapangan). Then, berlanjut SMA olahraga masih menjadi tiga teratas hingga akhirnya lari adalah aktivitas outdoor yang paling ogut sukai hingga saat ini.
Januari 2020 lalu, sebelum pandemi masih teringat jelas sebulan pertama track lari masih sepi orang yang berolahraga di akhir pekan. Bahkan setiap kali papasan bisa hafal wajah itu-itu saja yang saya temui. Memasuki bulan Maret 2020 headline berita nasional maupun internasional sudah ramai dengan angka kematian yang disebabkan oleh Covid-19, jumlah positivity rate pun semakin bertambah perharinya di masing-masing negara. Saat itu WHO (World Health Organization) belum memutuskan sebagai wabah, pada saat itu karna anti denial maka saya percaya bahwa virus ini akan berlangsung lama dan penularannya akan kian panjang.
Long story short, semenjak pandemi banyak life style yang menjadi pattern baru di masyarakat: bercocok tanam, bekerja-belajar dari rumah, seminar yang biasanya dilakukan di auditorium atau aula sekarang dilakukan secara virtual, dan masih banyak lagi aktivitas baru lainnya yang tercipta.
Alright balik ke olahraga, berhubung bukan anak baru banget ogut mau berbagi sedikit tips berolahraga terutama lari yang biasa ogut lakukan. Here’s how to do it:
1. Sepatu
Penting nggak penting, tapi ini basic untuk kenyamanan yang harus diperhatikan, nggak wajib mahal atau seri khusus dari brand ternama tapi at least saat dipakai bahannya nyaman untuk kontur kaki dan ukurannya tidak kekecilan- melukai kaki.
2. Stretching
Of course, before-after wajib dilakukan just because lari dikira mudah untuk dilakukan bukan berarti bisa sembarangan apalagi menganggap enteng ketika berolahraga karna cidera sewaktu-waktu bisa saja terjadi. So, don’t miss it!
3. Circuit / arena
Pastikan dulu mau lari di track yang seperti apa, lintasan yang ada tanjakan/turunan jelas akan lebih painfull dari pada area yang rata. Ketika turun/menjanjak tumpuan pada kaki akan terasa sangat berbeda terutama pada bagian lutut dan ankle, can you imagie that?
4. Durasi
Untuk beginner bisa dimulai latihan-latihan kecil terlebih dahulu dengan latihan less than 30 minutes, ketika pase mulai dirasa stabil durasi bisa disesuaikan dengan track yang lebih panjang dengan tendency more than 90 minutes.
5. Apps
It can help you to know about the kilometres, calories, then how many times you doing it.
Ketika berolahraga atau melakukan latihan fisik tubuh kita dapat menghasilkan hormon endorphin. Endorphin adalah neuropeptide yang di hasilkan pada bagian otak dan susunan syaraf tulang belakang tubuh pada saat kita relaks/tenang. FYI, hormon endorphin berfungsi sebagai obat penenang yang diproduksi otak kita secara alami.
Setelahnya karena tubuh telah kehilangan cairan (dehidrasi) harus tetap utamakan minum air putih, hindari mengkonsumsi asupan yang terlalu berat untuk menjaga kondisi stamina tubuh untuk tetap bisa terjaga melanjutkan aktivtas berikutnya.
I must say, point terpenting saat olahraga adalah jangan dipaksakan. Kalau dirasa haus, ya minum. Kalau dirasa capek, ya istrirahat.
Mentally, olahraga reminds me to know about “whole process” di zaman yang serba cepat running has thought me how to celebrate or appreciate about everything that’s mine, including my persistency and consistency. Seperti judul pada tulisan ini Mens sana in corpore sano, it’s simple meaning about "a healthy mind in a healthy body" / “didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. That’s matter, pepatah Latin tersebut menjadi statement yang powerful untuk di jadikan magic tagline kenapa olahraga itu penting.
Let’s running, if you start doing it and you will experiencing in your own personal way.
Sekian
Much love,
S.













