Hamba yang bersyukur adalah hamba yang dicintai Allah Swt.
Teman-teman kita sebagai hamba Allah Swt. pasti ingin disebut sebagai عَبْدًا شَكُورًا “Hamba yang banyak bersyukur”. Maka dengan itu kita harus mengakui nikmat Allah dengan hatinya bahwa nikmat itu benar-benar datang dari Allah swt. Disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda Allah Ta’ala berfirman:
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ : مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ : مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ
“Masuk diwaktu pagi ini di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir kepadaKu. Adapun orang yang mengatakan, ‘kami dihujani dengan karunia Allah dan rahmatNya, dia adalah orang yang beriman kepadaKu dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun orang yang berkata, ‘kami dihujani dengan bintang ini dan itu’ Maka ia adalah orang yang kafir kepadaKu dan ia beriman kepada bintang-bintang.”
Jika dilihat dari pengertian hadis tersebut orang yang menisbatkan nikmat kepada Allah dan mengakui dengan hatinya bahwasannya nikmat itu milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka berarti ia telah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kemudian jika ingin menjadi hamba yang bersyukur maka kita harus mengucapkan dengan lisan dengan memuji Allah Swt. yaitu dengan kalimat yang sering kita dengan sehari-hari yakni kalimat اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. maka dari itu kita sudah termasuk kepada orang yang bersyukur. Teman-teman ku Allah Swt sangat lah suka dan cinta untuk dipuji. Dalam hadis nya Rasulullah SAW. bersabda :
لَيْسَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنْ اللَّهِ
Tidak ada siapapun yang paling suka untuk dipuji melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
Allah cinta kepada hamba-hambaNya yang suka memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, orang yang senantiasa memuji adalah hamba-hamba yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Selanjutnya untuk menjadi hamba yang bersyukur kita harus mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan menggunakan rasa syukur itu untuk beribadah kepada Allah Swt. seperti diberi nikmat sehat berarti nikmat sehat itu kita pakai untuk sholat, puasa dan ibadah lainnya, bukan digunakan untuk melakukan maksiat. ketika kenikamatan sehat itu, digunakan sebaik-baiknya, ia berusaha untuk mentaati Allah ketika ia sehatny, maka ia telah bersyukur kepada Allah Swt.
Diakhir pembahasan ini saya menyampaikan kepada teman-teman semua bahwa kita sebagai hamba Allah swt. harus mensyukri apa saja yang telah Allah berikan kepada kita dan usahakan tidak mengeluh dan membantah apa yang telah ada pada diri kita, karena dalam pembahasam tadi sudah jelas bahwasanya siapa saja yang bersyukur akan Allah tambah nikmatnya kepadanya dan siapa saja yang kufur akan ada azab yang pedih kepadanya.