Dari hujan aku belajar bahasa air, bagaimana berkali-kali jatuh tanpa sedikitpun mengeluh pada takdir.
Dan, untuk orang-orang yang memang diciptakan berdampingan dengan kekosongan, bertahanlah. Bahagiamu ada di ujung sana (semoga saja).

★
art blog(derogatory)
Cosmic Funnies
d e v o n
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
trying on a metaphor
TVSTRANGERTHINGS
hello vonnie
One Nice Bug Per Day

tannertan36
Stranger Things
Game of Thrones Daily

No title available

祝日 / Permanent Vacation
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
h

Love Begins
occasionally subtle

Discoholic 🪩
$LAYYYTER

seen from United States

seen from Switzerland

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from Germany

seen from United States
seen from Ireland
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
@akuakui
Dari hujan aku belajar bahasa air, bagaimana berkali-kali jatuh tanpa sedikitpun mengeluh pada takdir.
Dan, untuk orang-orang yang memang diciptakan berdampingan dengan kekosongan, bertahanlah. Bahagiamu ada di ujung sana (semoga saja).
Aku dan masalah hidupku, seperti teman bermain yang tak rela saling melepaskan. Dimana ada aku, disitu masalah bermunculan.
Pertanyaan-pertanyaan "tidak bisa kah aku sebahagia senyum orang lain yang aku lihat dilini masa pagi ini?", atau "jalanku semua berlubang, mendadak tanjakan padahal baru saja turunan."
Ternyata kepalaku sarangnya, mereka bertemu dan menetap. Hampir menguasai hidupku, nafasku, bahkan langkah kemanapun aku memilih jalan.
Ah seru sekali jadi aku, tinggal menunggu kejutan masalah apalagi hari ini.
Meski pernah kecewa, tapi bersamamu masih banyak bahagia.
Ssst sebagai scorpio menjadi baik tidak semudah itu, kami sadar sedang dibohongin atau seseorang bercerita sesuatu yang tidak benar dan kami harus mendengarkan. Kadang kami tidak langsung bisa melawan, kadang kami pun tidak langsung beradu argumen.
Kami mencari celah lengah untuk memberi pelajaran.
Wah ternyata aku masih perempuan biasa, bisa marah dan sedih. Bisa berlarut-larut menggerutu. Bahagianya :)
Nonton acara-acara berita di tv, isinya semua tentang COVID-19 di berbagai belahan dunia. Gue berasa lagi di film-film holiwud tema pandemi.
It's happening. I mean, wow.
-
Well, here's a little update for you, per tanggal 13 Maret 2020.
Total kasus global: 139095
Total kematian global: 5117
Total pasien sembuh global: 70729
Total kasus Indonesia: 69
Total kematian Indonesia: 2
Total pasien sembuh Indonesia: 5
Total negara terjangkit: 133 negara
Ok, should we start to be panic now?
Errr, not really. But stay aware.
It's not that deathly anyway.
So for you, suicidal folks, this is not your time. Mati kagak, bosen iye dikarantina 14 hari. So, take care. You won't need another suffering.
Masih ngga perlu pake masker?
Kalo sehat, ya nggausah. Please, ada banyak orang lebih butuh masker. Tim UGD gue udah hampir sebulan terakhir harus patungan dan beli masker harga gila-gilaan secara mandiri karena ngga dapet jatah RS lagi. Di UGD bukan cuma ada kemungkinan corona, tapi bisa ada TB, flu, dll yang sama infeksiusnya.
Harusnya lockdown ngga sih?
Ya boleh aja, asal negara siap memfasilitasi penunjang kehidupan rakyat selama lockdown. Lockdown kan ngga sesepele dikurung di rumah gabole kemana-mana doang.
Kalo mau cek gimana?
Kalo ada resiko seperti terpapar suspek atau dari negara terjangkit, langsung aja ke RS pusat rujukan: di jabodetabek bisa ke RSPI atau RSUP atau RSPAD. Kalo ngga ada resiko tapi ada gejala, atau ngga ada resiko dan ngga ada gejala, silakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk di-screening. Biaya pemeriksaan berkisar 200-500rb, kalau positif bisa gratis sampe sembuh dibayarin pemerintah.
Yang jelas, sampai saat ini, tes gene sequence untuk memastikan corona atau bukan, diprioritaskan untuk orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien salam pengawasan (PDP). Jadi kalo lo out of nowhere tanpa paparan dan tanpa gejala, ngga langsung di tes. Hanya akan sampai screening awal, yang itupun bisa dilakukan di fasilitas kesehatan manapun.
Mungkin ngga sih gue sekarang udah terinfeksi?
Mungkin aja. Kan ngga selalu bergejala. Lo dan virus hidup berdampingan dalam harmoni.
Well, pengalaman gue di UGD menunjukkan bahwa ngga semua orang se-aware itu sama kesehatannya. Sebagian besar lebih parno kalo dia corona tapi gamau ikut screening, menganut azas mending gatau daripada tau hasilnya buruk. Yeah. Jadi gue sih ngga kaget kalo angka pasien terkonfirmasi positif bisa berlipat ganda setiap harinya; toh bisa aja emang udah lebih banyak dari itu yang keinfeksi, tapi ngga terdata. Ngga kedatanya kenapa? Karena ngga memeriksakan diri, atau pemeriksaanya ngga efektif.
Katanya rs rujukan di indo udah sesuai protokol who???
Ya iya, protokol kan bentukannya alur. Algoritma. Ada standarnya. Aplikasinya ya kembali lagi ke kemampuan negara masing-masing. Bahkan cara pemeriksaan atau tes kit nya aja bisa beda-beda tiap negara, tergantung kemampuan negaranya. Mau ngarep pemerintah bikin pemeriksaan drivethru kayak di Korea? Ya ntar dulu. Ini rumah sakit-rumah sakit bikin brief alur pasien pemantauan aja masih keteteran, rekayasa ruang isolasi aja masih berantakan, bahkan perkara pemerataan APD alias Alat Pelindung Diri aja masih belum kelar. Sabar, satu persatu, ada skala prioritasnya.
YA GIMANA MAU SABAR INI TIAP HARI ADA KASUS BARU, PEMERINTAH GIMANA SIH BELUM SIAP???
Siap itu yang gimana? Yang kayak China? Yang kayak Korea? Standarnya siap itu apa? Apakah makin banyak pasien terinfeksi berarti menunjukkan si negara ngga siap?
Gue ngga belain pemerintah. Cuma, rasanya, sekarang udah paling bener saling jaga aja, fokus sama alur yang udah ada, pencegahan yang udah dianjurkan. Silakan beri saran dan kritik ke pemerintah, silakan desak untuk terus memperbaiki persiapan dan respon. Tapi, tenang.
Gimana mau tenang, pemerintah aja ngga ngasih tau data-data pasien yang udah terkonfirmasi?
Yee lau baru dapet satu nama pasien terkonfirmasi aja udah heboh sampe ke alamat lengkap rumah sama akun medsosnya si pasien. Kadang tuh sebelum ngomelin pemerintah, coba tengok dulu, udah siap belum rakyat tuh dengan pemaparan data telanjang begitu? Iya kalo dengan ngebuka semua data lengkap pasien secara transparan bikin awareness rakyat naik, lah kalo malah jadi makin panik ngga jelas, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab, gimana? Nambah-nambahin kerjaan aja.
Prinsip kerja penanganan covid ini tuh tracing, gaes. Jadi ketika ada satu kasus terkonfirmasi, tim terkait akan menelusuri langsung, siapa aja yang kontak sama si pasien, lokasi aktivitas sehari-harinya dimana, lewat mana aja, ketemu siapa aja, dll. Jadi kalo lo adalah salah satu yang terduga terpapar, tim akan memeriksa lo juga tanpa lo minta. Justru pemerintah melindungi lo dari kehebohan rakyat sekitar, melindungi privasi lo.
Inget, ngga semua cara negara-negara lain menangani corona bisa diaplikasikan di negara kita.
Ok, can this pandemi stop?
Bisa aja. This too will soon pass.
How?
Batasi penyebarannya. Makanya pasien terkonfirmasi itu dirawat di ruang isolasi kan. Jadi biar ngga makin menyebar.
What will happen if I get infected?
Ya dirawat, di ruang isolasi. Diberi terapi penunjang sesuai gejala. You'll be fully recovered if there's no complication during treatment.
Remind me again what I should do to fight this.
Makan bergizi. Olahraga. Cuci tangan pake sabun dan air mengalir. Minum vitamin. Stay chill, jaga diri jangan sampe too much stress. Kurangi pegang wajah sebelum cuci tangan. Batasi memegang langsung fasilitas publik.
Oh and here's my favorite advice; stay away from crowd. Ngga usah berhubungan sama manusia kalo ngga perlu, ngga usah kemana-mana kalo ngga penting. A perfect time to have your me time, isnt it? Uw.
Yang jelas, begitu lo memiliki resiko terpapar (ada riwayat kontak dgn kasus terkonfirmasi, kontak dengan warga negara terjangkit, abis berpergian dari negara terjangkit), atau ada gejala, lapor. Periksakan diri. Ikutin alur screening. Emang akan lama, ngga segampang drivethru burger mcd. But please, let they do their job.
This is scary, isnt it?
Not scarier than what human had done to the earth. Virus might kill, but human kills more. Dissapointed but not surprised.
Eak.
Tell me good news.
Ada 5 pasien sudah sembuh dan dinyatakan negatif di Indonesia.
Pemeriksaan lab sekarang udah ngga bergantung ke litbangkes lagi, beberapa fasilitas sudah diajak kolaborasi, salah satunya Eijkman. Jadi harapannya pemeriksaan bisa lebih masif dan cepet.
Ada beberapa foto-foto public places di dunia yang biasanya hiruk pikuk, sekarang lengang dan tenang. The world is taking a bit rest, I guess :)
-
See you on another update, and feel free to hit my inbox for things you might wanna ask.
I'll continue being sad, now. Bye.
Jangan lagi kau mencari-cari dan bertanya-tanya,
hatiku yang dulu kau kenali, kini berada di mana.
Bukankah bagimu ia selalu tak pernah cukup dan berharga,
termasuk ketika ia sanggup mewujudkan semua yang kau minta?
Ingin mengkritik, tapi aku tak paham politik. Semua yang duduk disana pura-pura mewakili kita tapi tidak tahu apa-apa. Nestapa hidup disini, segalanya harus diusahakan secara mandiri. Hak untuk tahu informasi semakin dibatasi, katanya kita sedang baik-baik saja tapi teman dan saudara jadi korban juga.
Tempat kerjaku mendapat dampak buruk dari issue pandemik ini, berita yang simpang siur membuat semuanya gegabah ambil keputusan. Tidak hanya di toko sandang pangan yang mulai ramai, seluruh rencana wisata mereka gagalkan bahkan untuk rencana 7 bulan yang akan datang.
Kekhawatiran ini berbanding terbalik dengan respon para pemangku kekuasaan, target dan promo malah semakin diobral bermaksud membunuh kami atau mengurangi jumlah penduduk sebenarnya aku tetap tidak paham.
Semoga kita selalu dilindungi Tuhan, atas apapun usaha yang kita lakukan.
Semarang, 17 Maret 2020
02.17
Tidak harus banyak yang tahu tentangmu. Lelaki biasa saja kata mereka, namun selalu aku panggil sayang.
Lelaki yang bisa membuatku berbagi rasa, melupakan ego dan keras kepala. Lelaki yang kadang menguras kesabaran, karena selalu harus ku bangunkan agar tidak kesiangan. Lelaki yang selalu mengijinkan ku menjadi apapun sesuai keinginan ku tanpa menuntut harus seperti siapa.
Aku bilang, biar seperti sepasang kaki saja kita definisikan kebersamaan ini. Kamu kanan, aku kiri. Atau aku kanan, kamu kiri.
Aku tidak bisa melangkah tanpamu, begitupun kamu. Kita bersama, menuju satu tujuan yang sama. Kadang salah satu ada yang pegal, kadang ada terluka, kadang harus pelan atau sedikit berlari.
Menanjak, berliku, sesekali berbatu. Tapi Tuan, kaki kanan tidak akan pernah meninggalkan kaki kirinya demi tujuan nya sendiri. Begitupun kaki kiri, dia tidak akan berhenti atau istirahat sendiri tanpa kaki kanan. Pun tidak akan ada kaki kanan yang melangkah 5x sedangkan kaki kiri hanya berdiam, sesulit apapun yang dilewati kaki kanan dan kiri selalu bersama.
Ah Tuan, bicara apa aku selarut ini. Sudah bukan lagi nyawa, ini sedikit sukma ditemani setengah tidur yang agak bangun.
Semarang, 24 Januari 2020
01:09
Semenjak meletakkan percaya pada bagian tertinggi dalam setiap hubungan aku semakin bisa menerima jika tidak semua orang bisa dipercaya.
Selalu setelah itu aku lebih mudah menghapus nama-nama mereka. Aku tidak lagi bertanya-tanya mengapa mereka tega mengkhianati atau berperilaku keji.
Pertemanan, percintaan, hubungan keluarga atau pekerjaan sekalipun jawabannya sama; mereka yang berkhianat tidak meletakkan percaya setinggi milikku.
Mereka sengaja menginjak-injak kepercayaan, mereka meletakkan egonya setinggi aku meletakkan rasa percayaku.
Aku berhenti, kali ini aku menemukan apa yang selama ini tidak aku cari. Aku mendapakan apa yang aku butuhkan.
Aku bercerita bukan untuk kalian tahu, aku menulis untuk mengingatkan ku sendiri pernah sampai dititik mana aku berdiri.
Aku sengaja tidak menghitung, berapa malam yang sudah kita lewati berdua dengan perasaan yang tetap sama seperti awal.
Aku memang tidak mematok hari, kapan aku jatuh cinta kepadamu atau kapan aku sangat jatuh hati kepadamu. Bagiku setiap hari, sampai saat ini.
Aku tidak juga membuat aturan harus seperti apa kamu bersikap, dan bagaimana aku bertingkah setelah kamu semakin mengenalku. Bagiku, dari awal aku memutuskan, kamu dan aku individu dengan isi kepala berbeda yang berjalan bersama.
Tidak memaksa, pun tidak mengharuskan.
Jika ada yang tidak dilakukan itu pasti bukan karena salah satu dari kita melarang, tapi karena kita ternyata saling membutuhkan.
Jika ada hal-hal kecil yang runcing atau sepele yang makin ruwet, aku suka caramu membiarkanku berpikir dulu bukan memarahiku atau bahkan menyalahkan ku.
Aku suka caramu membiarkanku uring-uringan, manyun, menangis dulu, bahkan kamu bertanya "ada yang mau disampaikan?".
Lalu, aku sadar hal-hal kecil yang sedang aku besar2 kan ini tidak layak mendapat ruang untuk membuat kita renggang. Entah, caramu meredakan marahku kamu dapat resep dari mana. Itu manjur.
Ah sudahlah, menulis kan mu membuatku tersenyum sendiri.
Saat kamu merasa Tuhan sangat bercanda,
Sudah tau ciptaanNya ini lemah bukan main; yang kemarin belum kelar aku selesaikan diberinya lagi segala urusan yang harus susul menyusul aku rampungkan.
Malam ini aku merengek pada Nya, mengadu dan minta jangan semua didatangkan bertubi-tubi begini. Aku butuh sela untuk bernafas, tertawa-tawa seperti lainnya. Ini sesak, seperti menahan air mata agar tidak jatuh saat menangis.
KataNya, Aku penciptamu. Aku tahu betul kemampuanmu; Aku paham betul kelemahanmu; coba dulu kan ada Aku yang selalu ada untukmu.
Aku pikir kali ini bukan jatuh hati namanya, karena hati ku justru melayang rasanya bertumbuh bukan jatuh.
Aku pikir kali ini bukan jatuh cinta sebutannya, karena cintaku tidak jatuh tapi melekat menjadi semakin erat.
Semua memang tidak sama, cara memaknai hidup atau bahkan cara merasa hidup.
Hari sungguh berbeda, sejak aku putuskan menjadi lebih mudah pada diri sendiri. Sejak aku bisa berdamai pada yang tidak sama dengan isi kepalaku, sejak aku membebaskan hati ingin lakukan apa saja yang dikehendaki.
Semarang, Juli 2019
Semesta tahu, bagaimana aku terbentuk dari ragu yang bertumpuk. Setiap detiknya merapal mantra agar merasa diterima, setidaknya oleh telinga saat mendengar namaku dieja.
Tumbuh dalam perkara yang tak mudah, sehingga tersesat adalah kelebihanku. Masuk ke pintu-pintu yang aku kira benar; harapan-harapan yang di diingkari; juga janji-janji yang luput.
Pun bulan tahu, malam menyiksa dengan semakin gelap. Paginya tak lebih baik karena aku tidak juga bangun belum pula sempat tidur.
Dari sana aku belajar, serumit apapun kau menemukan luka yakin denganNya semua akan baik-baik saja.
R
Cerita ku kali ini berbeda, dia bisa membuatku jatuh cinta. Sedasyat ini, dengan cara sederhana.
Perasaan memiliki adalah perasaan yang paling mencelakakan. Setidaknya begitu bagiku. Membuai, menciptakan bias-bias fana antara nyata dan fatamorgana. Perlahan sekat tak kasat mata sulit terlihat, membius; membinasakan.